Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Aset Perbankan di Sulteng Tercatat Rp73,58 Triliun di September 2024, Tumbuh 18,39 Persen

Aset Perbankan di Sulteng Tercatat Rp73,58 Triliun di September 2024, Tumbuh 18,39 Persen
Kepala OJK Provinsi Sulteng, Triyono Rahardjo. Foto: Dok

PALUEKSPRES.COM, PALU – Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi Tengah (OJK Sulteng) menilai kondisi Industri Jasa Keuangan (IJK) di wilayah Sulawesi Tengah per 30 September 2024 tetap terjaga stabil dengan kinerja yang positif, likuiditas yang memadai, dan profil risiko yang terjaga.

“Perkembangan industri perbankan, industri keuangan non-bank dan pasar modal di Sulawesi Tengah tumbuh positif seiring dengan kegiatan edukasi dan inklusi keuangan serta pelindungan konsumen yang dilakukan secara berkelanjutan,” kata Kepala OJK Sulawesi Tengah, Triyono Rahardjo melalui siaran persnya, Senin (2/12/2024).

Pada posisi 30 September 2024 kata Triyono, seluruh indikator perbankan mengalami pertumbuhan positif secara year-on-year (yoy) dengan posisi aset perbankan tercatat sebesar Rp73,58 triliun atau tumbuh 18,39 persen (yoy), dibanding periode yang sama pada 2023 sebesar Rp62,15 Triliun.

Secara bulanan (m to m), total asset perbankan pada Juli 2024 sebesar Rp71,70 Triliun dan Agustus 2024 sebesar Rp71,94 Triliun.

Penyaluran kredit pada 30 September 2024 sebesar Rp57,26 triliun atau tumbuh 23,30 persen (yoy), disbanding periode yang sama pada 2023 tercatat Rp 46,44 Triliun.

Tren positif pada pertumbuhan kredit terlihat 3 bulan berturut-turut pada 2024 yaitu, pada bulan Juli tercatat Rp55,69 Triliun, bulan Agustus sebesar Rp56,60 Triliun, dan bulan September sebesar Rp57,26 Triliun.

Sementara penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp36,05 triliun atau tumbuh 14,74 persen (yoy), disbanding periode yang sama pada 2023 tercatat Rp31,42 Triliun.

Kinerja intermediasi perbankan terjaga pada level yang tinggi dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) 158,24 persen dan tingkat rasio kredit bermasalah terkendali pada level aman dengan nonperforming loan 1,48 persen. (bid/paluekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital