TOJO UNA-UNA, PALUEKSPRES.COM — Kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan Samsurijal Labatjo ke Polda Sulawesi Tengah kini memasuki tahap penyidikan. Dalam perkara tersebut, Syafrin Longku alias Pipin, Ketua Aliansi Masyarakat Tojo dan Tojo Barat Bersaudara, ditetapkan sebagai tersangka.
Kasus ini bermula dari aksi Aliansi Masyarakat Tojo dan Tojo Barat Bersaudara pada Februari 2026. Mereka menuding Samsurijal sebagai provokator karena memberitakan bahwa lahan Sekolah Rakyat setempat diduga digelembungkan harganya. Masyarakat meminta agar polisi menangkap Samsurijal. Aksi masyarakat tersebut memang diniatkan untuk mendukung program Sekolah Rakyat yang merupakan program Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Desa Betaua, Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. Masyarakat menyebutkan pemberitaan itu tidak berdasar.
Samsurijal sendiri diketahui adalah politikus dan pengusaha. Warga tidak tahu bahwa ia mempunyai identitas sebagai wartawan salah satu media massa di Palu.
Adapun program Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar dapat mengakses pendidikan gratis pada jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).
Pipin mengatakan, masyarakat Tojo dan Tojo Barat menyambut baik kehadiran program tersebut karena dinilai dapat membuka akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu sekaligus membantu memutus rantai kemiskinan.
“Bagi kami, khususnya Masyarakat Tojo dan Tojo Barat, kami sangat bersyukur dengan adanya program Sekolah Rakyat, dimana sangat membantu bagi Masyarakat yang kurang mampu pada khususnya dan memutus mata rantai kemiskinan bagi masyarakat pada umumnya,” ungkap Pipin alias Syafrin Longku.
Aksi tersebut diikuti oleh sejumlah masyarakat Tojo dan Tojo Barat yang menginginkan akses pendidikan gratis bagi anak-anak di wilayah mereka.
Pipin Sebut Juga Laporkan Samsurijal ke Polres Tojo Una-Una
Menanggapi penetapan dirinya sebagai tersangka, Pipin menyatakan menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Namun, ia juga menyoroti laporan dugaan pencemaran nama baik yang sebelumnya diajukan pihaknya terhadap Samsurijal Labatjo ke Polres Tojo Una-Una.
“Dengan adanya laporan dan Penetapan Tersangka, pada prinsipnya saya sangat menghargai proses dan memastikan mengikuti prosedur hukumnya. Tetapi penting bagi Masyarakat Kabupaten Tojo Una-Una tahu, bahwa selain Ijal Labatjo melaporkan dugaan Pencemaran Nama baik di Polda Sulawesi Tengah, saya, dalam hal kapasitas sebagai Ketua Aliansi Masyarakat Tojo dan Tojo Barat Bersaudara juga melaporkan Ijal Labatjo pada Kepolisian Resort Tojo Una-Una, yang mana laporan kami Adalah soal Pencemaran Nama Baik juga dan sampai detik belum jelas keberlanjutan penanganannya,” pungkas Pipin.
Pipin berharap penanganan kedua laporan tersebut dapat menjadi perhatian, sehingga masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai perkembangan proses hukum masing-masing perkara.
Dikenal sebagai Aktivis Pendidikan
Syafrin Longku merupakan Ketua Aliansi Masyarakat Tojo dan Tojo Barat Bersaudara yang dikenal sebagai tokoh pemuda dan aktivis penggerak di bidang pendidikan di Kabupaten Tojo Una-Una.
Ia juga mendirikan sekolah nonformal bernama Mnua Boo yang berlokasi di Desa Sansarino, Kecamatan Ampana Kota, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah.
Melalui sekolah nonformal tersebut, Pipin menjalankan kegiatan belajar-mengajar sekaligus memfasilitasi penyediaan bahan bacaan berupa buku bagi masyarakat.
Ia berharap persoalan hukum yang sedang dihadapinya dapat dilihat secara menyeluruh oleh pemerintah pusat.
“Saya berharap Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto melalui jajaran pemerintahannya dapat melihat masalah ini secara komprehensif dan objektif,” lanjutnya.
Pipin mengungkapkan, pihaknya berencana menyampaikan persoalan tersebut secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dan Komisi III DPR RI.
“Rencana, saya dan Aliansi Masyarakat Tojo dan Tojo Barat Bersaudara akan menyurati Bapak Presiden dan Komisi III DPR RI untuk melakukan audiens dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Jakarta pada Bulan Depan,” tutupnya.





