Minggu, 9 Agustus 2026

Tahu Ngga, Pencipta Lagu Selamat Lebaran Ternyata Seorang Pengamen, Ini Orangnya

SELAMAT hari lebaran/minal aidin wal faidzin/mari bersalam-salaman/saling memaaf-maafkan…

LAGU “Lebaran” diperkenalkan Oslan Husein. Mantan pengamen Padang yang berkawan dengan bapaknya Indra Lesmana.

Wenri Wanhar – Jawa Pos National Network

Lagu Lebaran direkam pada 1960-an dalam album Hanya Ada Satu. Dinyanyikan Oslan Husein bersama Orkes Widjaja Kusuma pimpinan M. Jusuf.

Di sampul album tersebut, Sjaiful Nawas seorang wartawan yang juga vokalis Orkes Gumarang–grup musik papan atas masa itu, menulis endorsmen:

“Kini kita singgung tentang sjair lagu “LEBARAN”. Tiada manusia jang tidak punja kekurangan, tiada insan di dunia ini jang sempurna, mestilah ada jang berbuat chilaf, berbuat kesalahan. Dan sudah semestinja kesalahan itu dapat dimaafkan, maka hari lebaran itulah saat jang tepat untuk bermaaf-maafan kembali. Memang OSLAN HUSEIN kali ini berhasil mendjiwai lagu2 jang menjinggung segi kehidupan rakjat dan keburuhannja sehari2. Orkes “WIDJAJAKUSUMA” telah berhasil pula menondjolkan suara OSLAN dan dengan ini kami dapat memastikan bahwa lagu2 tersebut diatas akan mendapat sambutan hangat dari penggemar2 musik hiburan kita.”

Lagu itu panjang umur. Terus dinyanyikan dari masa ke masa. Tiap lebaran diputar di radio-pun-televisi.

Dea Ananda, tahun 1990-an sewaktu masih jadi penyanyi anak, turut mempopulerkan lagu tersebut. Dibawakan dengan irama ceria khas anak-anak.

Tempo hari, lagu Lebaran ala Oslan Husein ini dinyanyikan lagi oleh grup band Gigi yang digawangi Arman Maulana dan Dewa Bujana cs.

selamat hari lebaran/minal aidin wal faidzin…mari bersalam-salaman/saling memaaf-maafkan…

Medio 1950 hingga 1960-an, panggung musik Indonesia ditingkahi warna suara Oslan Husein yang jenaka. Dia pengisi tetap program musik di Radio Republik Indonesia (RRI)–yang sulit ditembus semasa itu. Lagu-lagunya membumi.

Bahkan, “dalam kaset Warkop Prambors yang pertama kali dirilis Pramaqua (1979–red), Kasino menyanyikan lagu Andeca Andeci karya Oslan Husein,” tulis Rudi Badil dalam buku Warkop: Main-Main Jadi Bukan Main.

Menurut ceritanya, Johannes Soerjoko si penggagas rekaman kaset lawak Warung Kopi Prambors sempat mengira Andeca Andeci itu lagu India.

“Ternyata karya Oslan Husein, ya?” begitu komentar Johannes, sebagaimana dikutip dari Rudi Badil.

Penulis buku sejarah Dono Kasino Indro itu mengisahkan bahwa lagu ini terdapat dalam film Kasih Tak Sampai (Sarinande Films, 1961) yang dibintangi Rima Melati, Upit Sarimanah, dan Oslan Husein.

Di film itu, tulis Rudi Badil, Oslan menyanyikan Andeca Andeci dengan gaya santai bersama iringan musik Jack Lemmers, yang oleh Bung Karno diganti namanya jadi Jack Lesmana–ayah musisi Indra Lesmana.

Kerja kreatif Oslan Husein dengan Jack Lesmana juga terjadi di album bertajuk Oslan Husein. Jack bersama grup Gema Irama mengiringi Oslan bernyanyi di album solo perdananya itu.

Mereka rekaman di Irama Record milik Om Yos, kakak ipar Jack Lesmana.

Dirilis 1964, album Oslan Husein masuk daftar “150 Album Indonesia Terbaik” versi majalah Rolling Stone Indonesia, edisi Desember 2007.

Pengamen Padang

Oslan merantau ke Jakarta pada 1950. Usianya belum genap 20 tahun. Sebelumnya, dia mengamen di Pasar Malam, Padang.

Oslan menyanyikan ayat-ayat Al-Quran dengan gayanya yang khas. Banyak yang suka. Uang berdatangan. Oslan mulai berpikir menyanyi bisa menghasilkan uang. Dia pun pergi mengadu nasib ke Jakarta, ibukota Indonesia.

Sebelumnya lagi, anak muda kelahiran Padang, 8 April 1931 ini ikut berjibaku dalam kesatuan tentara pelajar semasa perang mempertahankan kemerdekaan Indonesia (1945-1949).

Nama Oslan ada disebut Awaloeddin Djamin dalam buku Bunga Rampai Peran Pelajar Pejuang di Sumatera Tengah Selama Perang Kemerdekaan.

Dia satu di antara lakon. Jadi, di sela-sela kecamuk perang, entah itu ketika mandi di batang air, berehat di lembah, lereng bukit dan sebagainya, Oslan yang periang senantiasa bernyanyi. Menghibur dan membangkitkan semangat kawan-kawannya.

(***)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital