Minggu, 9 Agustus 2026

Begini Cerita Pembacokan Hermansyah Versi Pelaku

PALU EKSPRES, JAKARTA – Total ada empat pelaku penyerangan ahli IT dari ITB Hermansyah telah ditangkap. Mereka adalah Edwin Hitipeuw (37), Lauren Paliyama (31), Erick Birahy, dan Richard Patipelu.

Kepada petugas, pelaku mengaku menyerang dan mengeroyok korban karena terpengaruh alkohol. Pelaku Edwin mengaku, saat mengendarai mobilnya, dia dalam pengaruh alkohol karena sebelumnya dia bersama teman-temannya itu baru mabuk-mabukan.

“Ketika di kilometer 6, saya melambung dari kanan, terjadi serempetan, kena bemper belakang saya, dia (korban) ikuti saya saat saya jalan, dia lalu berhentikan mobil saya,” kata dia di Polda Metro Jaya, Kamis (13/7).

Saat itu kata pelaku, terjadi cekcok mulut dengan pelaku. “Saya buka kaca, dan jalan beriringan, karena adik-adik saya ini lihat saya dicegat, mungkin mereka turun lalu hampiri korban,” tambah dia.

Adapun mobil yang dikendarainya itu, kata Edwin, mobil Toyota Yaris merupakan mobil kakaknya, sedang mobil Honda City merupakan mobil hasil kerjaannya, yang mana dia berprofesi sebagai debt collector.

Meski begitu, plat nomor mobil keduanya asli, tak ada yang diganti dengan plat palsu.

Sementara itu, penusuk Hermansyah, Lauren menerangkan, aksi pengeroyokan dan penusukan yang dilakukan olehnya dan teman-temannya itu merupakan perbuatan spontan.

Apalagi saat itu, dia mengaku emosinya tak stabil karena dalam pengaruh alkohol dan mabuk berat.

“Saya dalam kondisi mabuk sehingga melakukan perbuatan spontan. Sebelumnya belum pernah (bantai orang), tapi kalau pukul-pukul pernah. Sajamnya berupa pisau seanjang 20 cm,” tuturnya.

Adapun pisau yang dipakainya untuk menusuk korban, beber Lauren, dibuang sebelum memasuki res area Cibubur.

Dia mengeroyok korban bersama rekan-rekannya dan menusuknya karena tak suka melihat korban memarahi temannya, Edwin.

“Pisau itu saya bawa untuk jaga-jaga saja. Saya minta maaf pada korban dan keluarganya. Ini perbuatan spontan, bukan karena rekayasa atau ada yang menyuruh,” jelasnya.

(elf/JPG)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital