Minggu, 9 Agustus 2026

28 Juta Orang Indonesia Masih BAB Sembarangan

PALU EKSPRES, BOJONEGORO – Sedikitnya 28 juta orang di Indonesia masih buang air besar (BAB) di tempat sembarangan alias tidak di jamban atau WC. Fakta itu disampaikan water.org sebuah lembaga nonprofit internasional (NgO) mengutip data dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), terkait hari jamban sedunia (World Toilet Day) yang diperingati setiap tanggal 19 November. Peringatan itu bertujuan membangun kesadaran semua pihak untuk akses sanitasi serta air bersih.

Manager Advokasi water.org, Musfarayani mengatakan, Bappenas menempatkan Indonesia sebagai negara memiliki sanitasi terburuk ke dua di dunia. “Data itu dari Bappenas ya, bukan dari saya. Kalau angka 28 juta itu hampir seperti populasi masyarakat di Australia,” kata Fay, sapaan akrabnya, saat memberikan materi pada acara Media Visit dan Workshop II Jurnalis Jatim di Bojonegoro, Minggu (19/11).

Acara tersebut digelar water.org bersama Koperasi Mitra Dhuafa (Komida) salah satu Lembaga Keuangan Mikro (LKM). Tema yang diangkat kali ini adalah Peran Lembaga Keuangan untuk Akses Air Bersih dan Sanitasi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Kegiatan ini digelar di Kabupaten Bojonegoro, selama empat hari, sejak Jumat (18/11) hingga Senin (20/11). Water.org merupakan salah satu lembaga nonprofit yang peduli terhadap isu sanitasi dan akses air bersih bagi masyarakat kurang sejahtera, atau masyarakat berpenghasilan rendah. Sedangkan Fomida merupakan partner untuk akses MBR terkait kredit lunak pendanaan membangun fasilitas sanitasi.
Media visit jurnalis Jatim

Lebih jauh Fay mengatakan, angka lebih besar juga ditunjukkan untuk hal akses terhadap fasilitas sanitasi yang aman. Dari 255 juta penduduk Indonesia, 99,7 juta diantaranya kekurangan akses terhadap fasilitas sanitasi yang aman. Sementara itu, 33,4 juta penduduk Indonesia masih kekurangan air bersih. “Water.org mencoba memberikan pemahaman ini kepada masyarakat melalui media dalam sosialisasi memperkenalkan program-programnya melalui media,” terangnya.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital