Minggu, 9 Agustus 2026
Daerah  

Asisten I Pemkab Touna Buka Tata Cara Pengisian KIK Penyusun LPPD

PALU EKSPRES, AMPANA – Pada era otonomi ini, masyarakat menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan dari tingkat desa/kelurahan kecamatan sampai tingkat nasional.

Demikian kata Asisten I Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tojo Unauna, Drs. Agfar Patanga, MH saat membuka bimtek tata cara pengisian Indikator Kinerja Kunci (KIK) dalam rangka penyusunan Laporan Penyelengaraan Pemerintah Daerah (LPPD), Rabu (22/11) di Cafe JH, Ratolindo, Kabupaten Tojo Unauna.

Komitmen pemerintah mendorong otonomi daerah secara menyuluruh kata dia, melalui pembuatan norma, tanda prosedur, dan kriteria untuk melakukan kordinasi secara berjenjang. Termasuk diantaranya peraturan pemerintah No 3 tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Pemerintah (LPPD, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah kepada DPRD (LKPJ) dan Informasi Laporan Penyelenggaran Pemerintah Daerah kepada Masyarakat (I-LPPD).

“Laporan penyelenggaran pemerintah daerah secara legal diatur dalam pasal 70 ayat 5 undang-undang No 23 tahun 2014, sebagai bahan evaluasi dan pembinaan penyelenggaran pemerintahan daerah oleh pemerintah pusat. Hal ini sejalan dengan upaya menciptakan pemerintahan yang bersih, bertanggungjawab serta mampu menjawab tuntutan perubahan secara efektif dan sesuai prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik.

Dia mengatakan, kewajiban kepala daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan didaerah berdasarkan peraturan perundang-undangan salah satunya membuat laporan LKPJ, dan LPPD setiap akhir tahun.

“Olehnya, untuk mencapai hasil yang maksimal pemerintah daerah selaku penyelengara urusan pemerintahan harus mendapat memproses dan melaksanakan hak dan kewajiban berdasarkan asas-asas kepemerintahan yang baik (Good Governance),” ujarnya.

Disisi lain, kata dia, pemerintah berkewajiban mengevaluasi kinerja pemerintah daerah atau disebut sebagai evaluasi penyelenggaran pemerintahan daerah untuk mengetahui keberhasilan penyelengaraan pemerintah daerah dalam memanfaatkan hak yang diperoleh daerah dengan capaian pengeluaran hasil yang telah direncanakan.

“Tujuan utama dilaksanakan evaluasi adalah untuk menilai kinerja penyelengaraan pemerintah daerah dalam upaya peningkatan kinerja untuk mendukung pencapaian tujuan penyelenggaraan otonomi daerah berdasarkan fungsi pendekatan dan tata keperintahan yang baik,” ujarnya.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital