Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Tak Mau Tergantung Tengkulak, Petani Jagung Touna Minta Bimbingan Pemerintah

PALU EKSPRES, AMPANA – Petani jagung di Kabupaten Tojo Una Una saat ini masih sangat bergantung pada tengkulak. Akibatnya, harga jual yang mereka peroleh lebih rendah dari harga di pasaran.

Hal itu disampaikan oleh Anggota DPRD Sulawesi Tengah, Ir. Suprapto Dg. Situru, MH saat dihubungi Palu Ekspres, Selasa (19/12).

Suprapto mengatakan, salah satu penyebab masih belum meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani jagung dikarenakan hal tersebut.

“Petani jagung mengeluh karena harga jagung yang rendah akibat tengkulak sehingga mereka tidak mendapatkan keuntungan,” ungkap SDS nama sapaan Anggota DPRD Sulawesi Tengah Dapil Poso Morowali, Morowali Utara dan Tojo Una Una itu.

Menurutnya, para petani jagung sudah terikat dengan tengkulak, karena sudah mengambil panjar lebih awal sebelum masuk waktu panen.

“Kebutuhan mereka sehari-hari mulai dari pengolahan lahan dan kebutuhan keluarga yang mendesak sudah ambil dari tengkulak,” tuturnya.

Olehnya, kata dia pada reses kali ini, masyarakat tidak hanya meminta bantuan alat pertanian dan bibit saja. Akan tetapi mereka minta dibimbing dari proses pengolahan lahan hingga proses pemasaran hasil panen.

“Kita sebagai pemerintah harus mengawal dan menyediakan harga yang bagus dari hasil panen para petani, Sehingga pada masa panen, para petani jagung tidak mengalami kesulitan dalam memasarkan hasil panen mereka,” ujarnya.

Lanjutnya, pemerintah daerah setidaknya berperan melalui badan usaha daerah di bidang perdagangan komoditi nglokal sehingga bisa membantu petani jagung.

“Mestinya ini bisa menjadi perhatian dari Bank Sulteng atau perusahaan daerah. Sehingga kesulitan petani khususnya permodalan bisa diatasi, mereka tidak terjebak lagi oleh permainan tengkulak yang cenderung merugikan petani,” katanya.

SDS mengatakan salah satu daerah penghasil jagung di Sulawesi Tengah dan menjadi salah satu penyangga pasokan jagung ke Gorontalo adalah Tojo Una Una.

Hanya saja kata dia, karena kurangnya intervensi permodalan dan transportasi dari pemerintah daerah sehingga petani setempat tidak mendapatkan keuntungan.

(mg3/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital