Minggu, 9 Agustus 2026
Palu  

Intervensi Kemiskinan, Pemkot Gelontorkan Rp195,2 Miliar

PALU EKSPRES, PALU – Kebijakan program penanggulangan kemiskinan menjadi topik utama dalam lokakarya yang digelar bersama LPS HAM Sulteng dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Palu, Kamis 30 November 2017 di Hotel Best Western Palu.

Segala capaian maupun kendalanya diangkat dalam forum yang bertujuan mendorong kebijakan pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan terpadu berbasis Hak Asasi Manusia (HAM) tersebut.

Kepala Bappeda Palu, Arfan mengutarakan, meski bergerak lambat, hingga tahun 2016 intervensi Pemkot mampu menekan jumlah penduduk miskin kota. Saat ini tersisah 7,06persen penduduk miskin dari 26,240.000‎

Setiap tahun kata Arfan anggaran dialokasikan dalam APBD melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Tahun 2017 jumlah totalnya mencapai Rp195,2miliar lebih.

Anggaran itu tersebar masing-masing ke Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan (DPRP) yang melaksanakan program bantuan bahan dan bedah rumah. Dinas pekerjaan umum, Badan Penelitian Pembangunan daerah (Balitbangda), dinas perindustrian, dinas pendidikan dan dinas sosial.

Arfan menjelaskan, program penanggulangan kemiskinan pada dasarnya bisa dioptimalkan dengan meningkatkan koordinasi dan integrasi. Namun saat ini hal itu belum sepenuhnya berjalan optimal.

“Ini yang mesti menjadi perhatian kita bersama kedepan. Koordinasi dan integrasi,”harapnya.

‎Asisten Bidang Perekonomian Pemkot Palu, Imran Lataha sebelumnya menyebut program penanggulang bukan hal baru bagi Pemkot Palu. Pemimpin dalam setiap periodesiasi selalu menjadikannya perhatian utama. ‎

“Hanya saja program penanggulangan kemiskinan berbeda setiap periodessi kepemimpinan,”kata Imran mewakili Walikota Palu membuka kegiatan itu.‎

Kota Palu menurutnyah memilih intrvensi utuh terhadap pemenuhan hak dasar, kurangi beban hidup, akses, penguatan ekonomi UKM.

Namun seringkali kata Imran program penanggulangan menghadapi kendala. Paling klasik dilapangan yaitu lemah koordinasi semua stake holder terkait. Baik Internal dan eksternal. Banyak yang tidak berjalan utuh dan parsial. Sehingga programnya tidak tuntas.

Misalnya sebut Imran, ada OPD yang melaksanakan bedah rumah. Tapi OPD lainnya tidak menunjang. Harusnya ada kebijakan yang dibangun agar programnya saling menunjang. Akibatnya secara internal program kerapa berjalan tidak baik.‎

“Dilapangan banyak program penanggulangan tapi kadang kita tidak tau. Ini kedepan harus menjadi perhatian kita,”jelasnya.

Kendala lainnya adalah belum sinkronnya program antara pemerintaj pusat dan daerah dalam menyasar rumah tangga miskin. Ada orang miskin yang harusnya diintervensi tetapi kemudian tidak masuk sasaran. Begitu sebaliknya, ada yang mampu justru menjadi sasaran penerima bantuan.

Selanjutnya data tim nasional percepatan penanggulangan kemiskinan kota (TNP2K). Ternyata sebut Imran banyak yang tidak sesuai lagi. Karenanya ia berharap kendala itu menjadi perhatian agar kedepan data itu sesuai kondisi dilapangan.

“Inilah salahsatu penyebab lemahnya upaya kita menurunkan angka kemiskinan. Faktanya banyak gelontoran dana. Namun apakah dana itu sudah mampu menjawab masalah dilapangan atau tidak,”demikian Imran.

(mdi/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital