Sabtu, 8 Agustus 2026

Mengandung DNA Babi, Viostin DS dan Enzyplex Belum Kantongi Sertifikat Halal

PALU EKSPRES, JAKARTA – Ketua Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Lukmanul Hakim secara tegas menyatakan, Viostin DS dan enzyplex produksi PT Pharos Indonesia dan PT Mediafarma Laboratories belum punya sertifikat halal.

Sebelumnya, kedua produk tersebut dinyatakan terbukti positif mengandung DNA babi.

“Hanya sampel produk saja yang disampaikan dan ini belum masuk proses sertifikasi halal dari MUI. Sampai sekarang mereka belum mengajukan sertifikasi halal,” katanya di Jakarta, Senin (5/2).

Dia menambahkan, sampai saat ini sertifikasi halal sifatnya volunteer. Jadi sifatnya sukarela. “Kasus Viostin DS dan enzyplex ini termasuk kasus informasi yang diberikan tidak sesuai dengan yang sesungguhnya.” sambungnya.

Pada kesempatan sama, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi meminta ada sanksi tegas terhadap kedua produsen tersebut. Tidak cukup hanya sanksi pencabutan izin dan penarikan produk.

“Harus ada langkah tegas terhadap produsen Viostin DS dan Enzyplex. BPOM bisa bekerja sama dengan polisi untuk membawa kasus ini ke ranah pidana. Tidak perlu menunggu pengaduan konsumen. Ada pelanggaran atas UU Perlindungan Konsumen maupun UU Jaminan Produk Halal (JPH),” ujarnya.

Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI, Penny K Lukito menyampaikan, kasus temuan adanya DNA babi dalam Viostin DS dan Enzyplex, mengindikasikan adanya ketidakkonsistenan informasi data pre-market dengan hasil pengawasan post-market.

Hasil pengujian pada pengawasan post-market menunjukkan positif DNA Babi. Sementara data yang diserahkan dan lulus evaluasi Badan POM RI pada saat pendaftaran produk (pre-market), menggunakan bahan baku dari Sapi.

BPOM juga menolak jika ada anggapan kecolongan karena BPOM sudah melakukan tugas dan fungsi sesuai dengan kewenangannya.

“Kami sudah mengawasi secara pre-market dan post-market. Saat pengawasan pre-market, sampel bahan baku yang dikirimkan tidak mengandung bahan babi,” terangnya.

(Fajar/jpnn)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital