Minggu, 9 Agustus 2026
Agama  

Cerita di Balik Pembangunan Masjid Agung Darussalam Palu

“Masjid ini dibangun betul-betul hanya mengandalkan APBD Provinsi, dan bantuan dari beberapa masyarakat. Dan tidak ada kendala yang cukup berarti terkait pembebasan lahnnya. Sebagian besar merupakan wakaf, dan ada juga yang diganti rugi. Pemiliknya orang-orang sekitar sini, luas tanahnya hampir 5 hektare, yang jelas tidak ada komplain dan masyarakat ikhlas,” tuturnya.

Dibangun sejak tahun 1976, baru sekitar 24 tahun kemudian atau pada tahun 2000, Masjid Agung dapat berfungsi secara optimal. Pada saat itu, yang menjabat sebagai Gubernur Sulteng adalah HB Paliudju.

“Tapi mulai tahun 1980 sudah dipakai orang-orang untuk salat, meskipun baru seadanya dengan berlantai tanah,” tutur Helmy, yang menjabat sebagai Ketua Harian Pengurus Masjid Agung pada tahun 1992-2009.

Ia menambahkan, pembangunan Masjid Agung lebih maksimal dilaksanakan sekira tahun 1996 pada saat Abd. Aziz Lamadjido menjabat sebagai Gubernur Sulteng. Pada saat itu, ada program gotong royong yang melibatkan ratusan hingga ribuan warga Palu dan sekitarnya, yang dikoordinir langsung oleh pemerintah Kelurahan masing-masing.

Dalam sehari pekerjaan, bisa melibatkan hingga 300 orang relawan yang penjadwalan pekerjaannya digilir tiap Kelurahan. Para warga yang bekerja gotong royong tersebut, kata Helmy, bekerja tanpa diberi upah, murni merupakan kesadaran bersama saling membantu membangun Masjid yang diharapkan bisa menjadi kebanggaan masyarakat Sulteng.

“Sampai ada relawan yang meninggal dunia pada proses pembangunan itu, karena masih menggunakan sistem tradisional, dulu belum ada alat pengecor yang seperti sekarang digunakan, jadi masih pakai tali dengan ember, untuk mengecor hingga di bagian atas. Memang luar biasa gotong royongnya masyarakat waktu itu,” tuturnya lagi.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa sikap toleransi juga menjadi nilai positif dalam pembangunan Masjid Agung. Salah satunya tergambar dari turut aktifnya para keturunan Tionghoa, yang ikut serta menjadi panitia pembangunan Masjid.

MINIM MODEL, KONSTRUKSI KUAT

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital