Sabtu, 8 Agustus 2026

Korban Meninggal Akibat Kapal Karam di Selayar 25 Orang

PALU EKSPRES, SELAYAR – Kapal Fery Lestari Maju mengalami karam di perairan Kepulauan Selayar, Selasa (3/7/18) siang. Kapal yang bertolak dari pelabuhan Bira menuju Pelabuhan Permata, diduga mengalami kebocoran pada bagian lambung kapal.

Berdasarkan data yang beredar di sosial media, hingga pukul 24.00 Wita korban meninggal akibat kapal karam ini sebanyak 25 orang yang sebagian besar adalah penduduk Kabupaten Selayar. Sedangkan korban selamat yang masih mendapat perawatan di RS KH Hayyung sebanyak 29 orang.

Sebelumnya Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan bahwa kapal KMP Lestari Maju mengalami kebocoran pada lambung kapal. Akibatnya kapal oleng dan kandas di perairan Selayar.

“Kalau kita amati video amatir dari masyarakat, banyak masyarakat yang bisa dievakuasi pada saat terjadi insiden tersebut, karena sempat menggunakan life jaket atau jaket keselamatan sehingga mereka bisa terapung-apung di laut dengan selamat,”kata Dicky.

Dikatakan Dicky, berdasarkan manifest kapal Fery Lestari Maju, jumlah penumpang sekitar 139 orang dan kendaraan berjumlah 48 unit, di antaranya roda dua dan roda empat. Dengan perincian mobil pribadi berjumlah 14 unit, mobil truck 6 unit, mobil 12 roda 8 unit, dan motor 8 unit.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih menunggu keterangan resmi dari perhubungan, apakah KMP Lestari Maju memang laik untuk berlayar.

“Tentu kami masih selidiki apakah kapal ini laik beroperasi atau tidak kita tunggu saja keterangan dari pihak perhubungan. Biar otoritas pelabuhan yang jelaskan karena ini kapal ini kapal penumpang yang resmi karena ada manifesnya, jalurnya juga reguler,”jelasnya.

Kapal ini bertolak dari pelabuhan Bira sekitar pukul 10.00 wita, dengan tujuan pelabuhan Permata Kepulauan Selayar, Selasa (3/7/18).

Kemudian pada pukul 13.40, air diperkirakan masuk ke Dek lantai bawah menuju pelabuhan Permata, mengalami masalah di tengah laut. Sehingga kapal bergerak merapat ke pantai Pabaddilan Desa Bunganya, Kecamatan Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar.

Sementara itu, diduga mobil uang kas Bank Sulselbar kabupaten Kepulauan Selayar yang mengangkut dana Rp30 miliar ikut tenggelam.

(sul/fajar/ palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital