Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Sosialisasi 4 Pilar di Desa Karawana, Muhidin Said: Kroasia Dikenal karena Bola, Indonesia Dikenal karena Pancasila

PALU EKSPRES, PALU– Sekitar 150 warga Desa Karawana Kecamatan Dolo – Sigi mengikuti sosialisasi 4 pilar. Anggota MPR RI Muhidin M Said, menjadi pembicara tunggal pada sosialisasi yang berlangsung di Lapangan Desa Karawana. Sosialisasi empat pilar kali ini sangat relevan. Mengingat sejumlah desa di Sigi pada beberapa tahun belakangan selalu dilanda konflik antarkampung-antar komunitas. ”Beruntung konflik-konflik antarwarga itu, belakangan mulai mereda setelah ada kesadaran dari mereka untuk menjauhi perselisihan yang tidak penting itu,” ungkap Camat Dolo dalam sambutan pendahuluannya. Anggota MPR/DPR RI asal dapil Sulawesi Tengah, Muhidin M Said membuka pemaparannya dengan mengangkat fenomena Piala Dunia di Rusia. Menurut Muhidin, Kroasia yang dikenal dengan gudangnya sepakbola berbakat adalah negara kecil. Negara ini adalah pecahan Yugoslavia yang pecah menjadi beberapa negara merdeka. Kroasia pecah karena mereka tidak mampu menjawab dinamika yang ada dalam negaranya. Perbedaan kepentingan, perbedaan cara pandang terhadap bangsa serta ideologi membuat Yugoslavia tidak mampu menata sosial politiknya. Hingga pada akhirnya mereka pecah menjadi negara kecil-lecil. Ratusan warga Karawana tampak tertegun mendengar penjelasan Muhidin ini. Berbeda dengan Indonesia. Walau sepakbolanya belum sehebat Kroasia, namun negara ini masih mampu mempertahankannya kehutuhannya sebagai bangsa. Karena Indonesia mempunyai Pancasila sebagai perekat beragam perbedaan. Padahal dari sisi kemajemukan negara-negara di Balkan termasuk Yugoslavia belum seberapa jika dibandingkan dengan Indonesia. Indonesia mempunyai 17 ribu pulai besar dan kecil. Ribuan bahasa dan suku serta kepercayaan dan agama. Namun hingga hari ini bangsa ini tetap utuh dan tegak berdiri secara terhormat dengan negara-negara besar lainnya di dunia. ”Kroasia punya sepakbola sehingga ia dikenal. Tetapi kita punya Pancasila yang membuat kita tidak hanya dikenal tapi juga tetap utuh sebagai bangsa,” tandas Muhidin disambut aplaus ratusan warga.

Keutuhan negara ini kata dia, pernah mendapat cobaan dari dalam. Pemberontakan DI/TII, Permesta di Sulawesi dan PKI pada 1948 dan puncaknya pemberontakan tahun 1965. Namun berkat komitmen terhadap Pancasila yang begitu kuat, negara ini bisa tetap utuh dan tegak hingga hari ini. Lanjut Muhidin, hari-hari belakangan ini mulai muncul organisasi berbasis kepercayaan tertentu yang berhasrat mengubah Pancasila menjadi dasar negara. ”Ini saya minta diwaspadai. Jangan sampai ada pihak pihak tertentu yang menghasut bapak/ibu mengubah dasar negara. Pancasila ini sudah final,” ajaknya kepada ratusan warga.

Ia mengajak masyarakat menjaga Pancasila dengan baik. Caranya adalah dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Hanya dengan cara itu Pancasila akan aman. Indonesia, katanya akan tumbuh menjadi negara besar jika terus mempertahankan Pancasila sebagai dasar dan ideologi bangsa. Karena itu, orang-orang yang tidak ingin melihat Indonesia menjadi negara yang besar, berusaha mengganti Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. Saat sesi tanya jawab, Muhidin tak hanya merespons pertanyaan seputar empat pilar bangsa, namun juga banyak pertanyaan terkait dengab infrastruktur, seperti jalan, jembatan dan irigasi hingga air bersih. Sosialisasi 4 pilar ini dihadiri oleh Ketua DPRD Sigi, Rizal Intjenae, Camat Dolo, kepala desa serta tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan dan sejumlah warga masyarakat di Desa Karawana.

(kia/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital