Minggu, 9 Agustus 2026

Mulai 1 Agustus, Imunisasi MR Tahap II Target 31,9 Juta Anak

imunisasi

PALU EKSPRES, JAKARTA – Kementerian Kesehatan sukses memberikan imunisasai MR (Measles dan Rubella) di Pulau Jawa-Bali pada Agustus – September 2017. Kemenkes pun ingin mengulangi kesuksesan tersebut untuk anak-anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di luar Jawa.

Tahun lalu, Kemenkes berhasil memberikan kekebalan bagi lebih dari 34,9 juta jiwa anak-anak usia 9 bulan s.d 15 tahun di Pulau Jawa. Mulai 1 Agustus nanti, seluruh anak di usia akan mendapatkan vaksin MR. Adapun sasaran imunisasi MR tahap II yang akan dilaksanakan di 28 Provinsi berjumlah 31,9 juta anak.

”Pada tahun 2017 kita sudah melakukan kampanye tahap I di enam provinsi di Pulau Jawa dan tahun ini sudah masuk ke dalam program imunisasi rutin. Artinya, seluruh anak di usia tersebut bisa mendapatkan tanpa melihat status imunisasi,” ujar Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan, drg. Vensya Sitohang, M. EPid, seperti diberitakan Jawa Pos.

Menurut Vensya, hal ini merupakan sebuah kabar gembira bagi para orang tua. Pemerintah menurutnya berhasil memasukkan vaksin rubella dalam bentuk kombinasi dengan vaksin campak ke dalam program imunisasi nasional.

”Satu vaksin mencegah dua penyakit sekaligus. Pemerintah membeli namun masyarakat tidak dipungut biaya sedikitpun untuk mendapatkan manfaatnya,” tuturnya.

Vensya juga menambahkan bahwa pemerintah terus berupaya agar Indonesia bisa seperti negara-negara lain dalam memutus mata rantai penularan penyakit berbahaya. Pemberian vaksin dinilai akan memberikan kekebalan bagi penerus generasi.

”Kita ingin seperti negara-negara lainnya yang bergerak pada pencegahan bukan menunggu seseorang sakit terlebih dahulu,” ungkapnya. Dia menjelaskan jika imunisasi sudah teruji sangat cost efektif untuk mencegah penyakit.

”Kalau pemahaman ini diterima dengan baik, seharusnya tidak ada satu orang pun yang tidak terimunisasi di setiap rumah tangga,” imbuh Vensya.
Vensya menambahkan bahwa sebanyak 95 persen dari seluruh sasaran harus mendapatkan imunisasi MR agar dapat terbentuk kekebalan kelompok (herd immunity). Dengan cara ini, penyakit tersebut tidak memiliki inang untuk berkembang biak.

(lyn)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital