Minggu, 30 Agustus 2026
Palu  

Curhat Penyuluh Agama ke Menteri, Persoalan PNS Hingga Diklat Profesi

PALU EKSPRES, PALU – Dalam kunjungannya ke Kota Palu, Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin berkesempatan bertatap muka dengan ratusan penyuluh agama se-Provinsi Sulawesi Tengah, di salah satu hotel di Palu, Selasa 18 September 2018.

Dalam pertemuan bertajuk Sapa Penyuluh bersama Menteri Agama tersebut, selain memberikan arahan dan bimbingan, Lukman Hakim turut mendengar beberapa tanggapan dari para penyuluh. Hal ini dimanfaatkan beberapa penyuluh agama, untuk menyampaikan curhatan dan permohonannya kepada Menteri.

Salah seorang di antaranya adalah Ketua Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Lintas Agama Kota Palu, Zulfiah, yang mempertanyakan kuota penerimaan CPNS di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag), yang didominasi oleh guru yakni sekitar 12.000 kuota, sedangkan untuk penyuluh hanya 60 secara nasional.

“Saya merasa ini sangat tidak berimbang,” kata Zulfiah.

Olehnya, ia meminta agar kuota CPNS untuk penyuluh agama dapat ditambah, terutama bagi para penyuluh yang saat ini berstatus non-PNS. Karena menurutnya, tugas seorang penyuluh agama sama beratnya dengan tugas guru, yakni memberikan edukasi di tengah-tengah masyarakat untuk mencegah terjadinya hal-hal yang bertentangan dengan kehidupan keagamaan dan kemasyarakatan.

“Kasus-kasus moral di masyarakat sangat membutuhkan penyuluh. Untuk mencegah orang agar tidak membakar rumah, itu tidak cukup hanya dengan pendidikan di sekolah, perlu untuk pendidikan lebih lanjut di masyarakat. Apalagi sebagai penyuluh, kita juga bertugas sebagai guru bagi masyarakat yang sangat luas tugas kita,” tuturnya.

Sementara itu, salah seorang Penyuluh Agama Hindu, I Wayan Sudiana menambahkan, tugas penyuluh agama saat ini semakin berat seiring dengan tantangan di tengah-tengah masyarakat yang semakin besar. Olehnya, menurut Wayan para penyuluh membutuhkan pendidikan dan pelatihan profesional yang lebih baik dan maksimal.

Hal ini kata Wayan sangat penting, untuk mendukung peningkatan kompetensi penyuluh agama, agar semakin baik dalam mengawal kehidupan keagamaan masyarakat.

“Selama ini penyuluh sangat kurang diadakan diklat-diklat maupun pelatihan-pelatihan profesi. Kalau kita bertugas di lapangan tidak profesional, jelas tidak akan maksimal hasilnya,” ujar Wayan.

Ia membandingkan dengan para guru yang setiap saat mengikuti pelatihan profesi guru, kemudian Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) serta adanya Kelompok Kerja Guru (KKG) yang semuanya didukung dengan pendanaan.

“Ini mohon diperhatikan, tentang profesionalitas penyuluh sehingga bisa bekerja dengan baik. Tantangan kita di penyuluh salah satunya adalah menjaga kerukunan lintas agama,” tandas Wayan.

Menanggapi pernyataan para penyuluh tersebut, Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin menyebutkan bahwa untuk menambah kuota PNS merupakan persoalan yang cukup kompleks, karena kebijakan utama terkait hal tersebut ada pada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) dan Bappenas.

“Kalau hanya ditanyakan kepada kami, semua pejabat di Kemenag pasti ingin menambah PNS-nya karena kenyataannya kita kurang. Yang kurang itu tidak hanya guru tapi hampir semua, penyuluh, penghulu, pembimas, belum lagi yang fungsional dan seterusnya. Hanya persoalannya ini ada di Kemen-PAN-RB dan Bappenas yang punya tanggung jawab terkait pengadaan ASN. Artinya bahwa terkait hal ini bukan sepenuhnya menjadi kewenangan kami, ada yang lebih menentukan,” jelasnya.

Namun demikian, Lukman Hakim mengaku pihak Kementerian Agama juga akan mengupayakan agar hal tersebut dapat tercapai. Ia menuturkan, kebutuhan guru saat ini juga sangat penting, terkait pembinaan dan penanaman nilai-nilai agama bagi para peserta didik di sekolah-sekolah.

Kebutuhan guru yang saat ini menjadi prioritas, lanjutnya, bukan semata kebijakan dari Kementerian Agama, melainkan merupakan hasil kajian yang cukup lama dari banyak stakeholder, pemangku kepentingan, para ahli serta kalangan lainnya.

“Memang untuk tahapan sekarang kita memerlukan guru. Bukan berarti saya ingin mengatakan guru lebih penting dari penyuluh. Kammi membuat kebijakan tidak sendiri, kami mendengar banyak pertimbangan. Itulah mengapa saat ini prioritasnya ada di guru, karena memang kekurangannya luar biasa. Bukan berarti penyuluh tidak kekurangan, tapi kami harus memberikan skala, mohon ini bisa dimaklumi,” jelasnya lagi.

Terkait peningkatan kompetensi dan profesionalitas penyuluh, Lukman menyebutkan ada program-program diklat, melalui Balitbang Diklat Kementerian Agama. Di masing-masing balai diklat tersebut terdapat program-program termasuk bagi para penyuluh agama non-PNS.

Ia juga mengaku terus berupaya memperjuangkan bagaimana kesejahteraan para penyuluh agama semakin membaik. Selain itu, mendorong para penyuluh agama untuk bekerja sama dengan ormas-ormas keagamaan, agar dapat bersinergi di lapangan dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

“Mudah-mudahan setelah pertemuan ini ada program-program yang bisa difasilitasi, tidak hanya Kanwil tapi juga Bimas Bimas yang ada di pusat, agar wawasan keterampilan kemampuan para penyuluh agama kita semakin meningkat semakin luas dan semakin mendalam,” tandas Lukman Hakim.

(abr/Palu Ekspres)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam