Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Lalu Terkendala Penetaapan ZRB4, Ranperda RTRW Sigi Kembali Diajukan

Ketua DPRD Sigi, Mohammad Rizal Intjenae, saat memimpin rapat paripurna.Foto: Niko/PE

PALU EKSPRES, SIGI– Pemerintah Daerah Kabupaten Sigi kembali akan mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Sigi Tahun 2020-2040.
Bupati Sigi Mohamad Irwan menjelaskan kalau pengajuan Ranperda RTRW Kabupaten Sigi sudah pernah diajukan, namun belum bisa dilanjutkan ke tahap selanjutnya karena mengacu dari surat Bupati Sigi Nomor 360/1270/Setda, perihal penetapan batas Zona Rawan Bencana tingkat 4 (ZRB4) Kabupaten Sigi tertanggal 14 Februari 2020. Surat tersebut ditujukan ke Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang saat itu belum mendapatkan jawaban.
“Jawaban balasan surat nanti kami terima tanggal 26 Maret 2020 dengan Nomor pb.01/191-200/iii/2020 hal tanggapan terkait penetapan ZRB4 Kabupaten Sigi,” kata Irwan Lapatta dalam rapat paripurna dengan agenda Penjelasan Bupati Sigi Atas Ranperda tentang RTRW Kabupaten Sigi Tahun 2020-2040, Kamis (2/7/2020).
Rapat paripurna masa persidangan pertama tahun sidang 2019-2020 ini dipimpin langsung Ketua DPRD Sigi Moh Rizal Intjenae.
Menurut Irwan, setelah mendapatkan surat jawaban dari Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional (BPN), Pemda Sigi selanjutnya langsung menyusun Ranperda RTRW Kabupaten Sigi untuk dibahas pada masa persidangan pertama tahun 2019-2020.
Dalam hasil peninjauan RTRW Kabupaten Sigi menyatakan kurang lebih 80 persen materi muatan dalam Peraturan Daerah (Perda) tersebut mengalami perubahan. Sehingga Peraturan Daerah Nomor 21 tahun 2011 akan dicabut dan disusun kembali Raperda RTRW yang baru.
Salah satu perubahan yang signifikan dalam materi muatan dipengaruhi oleh bencana gempa bumi dan likuifaksi yang melanda kabupaten sigi pada tanggal 28 september 2018.
”Dengan adanya Raperda RTRW yang baru ini, diharapkan pembangunan di Kabupaten Sigi lebih baik kedepanya. Dengan tetap mengacu basis mitigasi bencana,”ungkap Irwan. (mg4/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital