Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

KPU Parimo Monitoring TPS Tersulit, Ditempuh Jalan Kaki Dua Hari Dua Malam

FOTO BERSAMA - Komisioner KPU Parimo, Mohammad Misbahuddin, KPPS, dan anggota Linmas foto bersama di depan TPS 6 Dusun Hansibong, Kecamatan Palasa. Foto : Istimewa.

PALU EKSPRES, PARIMO- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) melakukan monitoring untuk yang pertama kalinya, di satu-satunya Tempat Pemungutan Suara (TPS) tersulit di Dusun Hansibong, Desa Pebounang, Kecamatan Palasa.
Untuk menuju ke tempat tersebut, Komisioner KPU Parimo harus menempuh waktu dua hari dua malam dengan berjalan kaki dan mendaki lima puncak gunung.
Diketahui, medan menuju ke TPS tersulit itu, hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki karena sama sekali tidak ada akses transportasi. Maka, TPS tersebut hingga saat ini tak pernah dijangkau aparat keamanan, dan hanya mengandalkan kekuatan Linmas sebagai pengamanan TPS.
“Alhamdulillah, untuk yang pertama kalinya pula, komisioner KPU Parigi Moutong, memonitoring langsung TPS tersulit, dan memang sangat sulit,” kata Mohammad Misbahuddin selaku Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Parimo, Minggu (13/12/2020).
Menurut Misbah sapaan akrab Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Parimo itu, jalur yang dilalui, mulai dari mendaki, merambah jalur akar kayu, melipir di lereng gunung, dan menuntaskan Puncak Punsu Toga, Punsu Bilawu’u, Punsu Pongenatan, Punsu Lolab dan Punsu Hansibong.
Bahkan, kata dia, perjalanan yang dilaluinya, juga memaksa rombongan harus tidur di hutan, dengan peralatan seadanya, karena harus menjaga kondisi tubuh, untuk melanjutkan perjalanan keesokan harinya.
“Meski harus berjalanan malam, kita harus memastikan tiba di Pos III dan bisa bermalam di situ. Karena, ada dua pertimbangan, faktor ketersediaan air bersih dan jarak ke Hansibong, yang juga agak dekat,” sebut Misbah.
Sementara itu, Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 6 Hansibong, Ma’ruf mengatakan jumlah pemilih di TPS tersulit itu yang menggunakan hak pilihnya, kurang lebih 133 orang, dari sekitar 200 Daftar Pemilih Tetap (DPT).
“Kami begitu bersemangat, meskipun keletihan dalam perjalanan, karena kami tahu kalau antusias masyarakat di Dusun Hansibong, sangat tinggi,” ujar Ma’ruf. (asw/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital