Minggu, 9 Agustus 2026

Jika Terinfeksi Covid-19, Ini Gejala yang Paling Awal Muncul

ILUSTRASI. Seseorang yang terinfeksi Covid-19 bisa mengalami gejala atau tanpa keluhan. Dan masa inkubasi umumnya terjadi antara 2 hingga 14 hari setelah terpapar. Foto: Antara

PALU EKSPRES – Seseorang yang terinfeksi Covid-19 bisa mengalami gejala atau tanpa keluhan. Dan masa inkubasi umumnya terjadi antara 2 hingga 14 hari setelah terpapar. Dan, selama periode ini, seseorang juga sepenuhnya mampu menyebarkan virus.
Maka, jika ada gejala, sebaiknya jangan diremehkan. Dilansir dari Eat This, Rabu (10/2), demam ternyata menjadi gejala paling awal yang muncul pertama kali jika seseorang terinfeksi Covid-19. Menurut penelitian di situs CDC, 80 persen orang yang terpapar dengan virus melaporkan demam. Dalam sebuah penelitian, demam menjadi gejala paling umum yang pertama kali dirasakan.
“Urutan ini sangat penting untuk diketahui ketika kita memiliki siklus penyakit yang tumpang tindih seperti flu yang bertepatan dengan infeksi Covid-19,” kata salah satu penulis studi dan profesor kedokteran, teknik biomedis, dan dirgantara dan teknik mesin di USC Peter Kuhn, Ph.D.
“Memang, penting untuk diingat bahwa demam juga dapat menandakan berbagai kondisi kesehatan lainnya, mulai dari flu hingga infeksi,” tambahnya.
Kemudian gejala batuk juga dialami pasien Covid-19 namun tak sebanyak demam. Satu studi yang diterbitkan di situs CDC memperkirakan bahwa setidaknya 51 persen dari mereka yang terinfeksi virus mengalami batuk kering di awal infeksi.
Selain itu, demam atau batuk kemudian disertai dengan kelelahan serta kehilangan indera penciuman. The Mayo Clinic juga menunjukkan bahwa tingkat keparahan gejala Covid-19 dapat berkisar dari yang sangat ringan hingga yang parah.
“Beberapa orang mungkin hanya memiliki sedikit gejala, dan beberapa orang mungkin tidak memiliki gejala sama sekali,” tulis mereka.
“Beberapa orang mungkin mengalami gejala yang memburuk, seperti sesak napas yang memburuk dan pneumonia, sekitar seminggu setelah gejala dimulai,” tambah pernyataan itu. (jpc)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital