Minggu, 30 Agustus 2026
Opini  

Berprasangka Baik?

Muhd Nur sangadji
Dr. Ir. Nur Sangadji DEA. Foto: Dok

Oleh Muhd Nur Sangadji

Saya pernah tulis topik Ini. Tapi tidak selesai karena diinterupsi kesibukan lain. Lalu, ada kawan yang bikin vidio dengan topik yang mirip dan mengirimkannya ke media sosial. Maka, semangat menulis ku bangkit lagi. Juga, lantaran ada dorongan dari pengalaman terkait.

Pengalaman itu terjadi pada satu pertemuan nasional puluhan tahun silam. Seorang aktivis kaliber NGO Indonesia pernah berkata. Dia bilang. Tidak bisa kita berharap kepada kaum agamawan untuk menegakkan kebenaran dan mengungkap kejahatan. Saya tersinggung berat. Lantas, saya tanya kenapa..? Dia menjawab, karena kaum agamawan diajari berprasangka baik kepada semua orang. Dan, tidak boleh mengungkap aib orang.

Belum terlalu lama, seorang karib di kampus bernama Arif, mengungkap hal yang sama. Dia mengajak untuk secara arif, berprasangka baik. Saya fikir, tidak salah. Ini ajakan yang mulia. Apalagi di bulan Ramadhan. Saya berterimakasih pada beliau atas nasehat yang sangat barokah tersebut. Saya menyambungkannya, semoga kita semua mendapat curahan rahmat dari pemilik jagat raya dalam spirit saling menyeru dalam kebajikan (fastabiqulkhairat).


Saya kemudian merenung mendalam tentang berprasangka baik ini. Betul, adalah seruan agama. Bahkan, mungkin semua agama mengajarkan kebaikan ini. Kita mengenal istilah “husnuuzzan” (berprasangka baik). kabalikannya, “suuzzan” (prasangka buruk).

Namun, saya berpandangan. Berprasangka baik secara absolute itu, hanya untuk Allah. Berprasangka baik atas ketentuan Allah. Bahkan dalam hadist qudsi, Allah ikut dalam prasangka hamba. “Ana inda dzonni abdi bi”. Tapi, berprasangka baik pada mahluk, tidak bisa mutlak. Misalnya, tidak boleh 100 persen kita berprasangka baik pada buaya, ular atau anjing yang meskipun telah kita peliharaan sejak kecil. Itu mahluk Allah, binatang.

Untuk manusia, juga tidak boleh mutlak atau 100 persen berprasangka baik. Harus ada ikhtiar dan kehati-hatian. Karena untuk mahluk, ada kenisbian. Oleh karena itu, berprasangka baik atau buruk, harus bersandar pada indikator. Itulah sebabnya ada polisi, jaksa dan hakim. Mereka ini tidak perlu ada, bila semua telah mutlak berprasangka baik.


Ingat snouck Hurgronje ? Orang Belanda yang mengampanyekan prasangka baik untuk lindungi penjajah Belanda dari perlawanan rakyat Aceh..? Raja raja Indonesia juga ditipu penjajah selama 350 tahun karena berprasangka baik pada tipu muslihat penjajah. Lanjut dengan politik “Devide et Impera” (pecah belah). Jepang datang dengan perang Asia timur rayanya. Komunisme di era pasca kemerdekaan Indonesia, juga mempraktekkan hal serupa pasca kemerdekaan. Tiga kali bangsa ini tertipu oleh kampanye agitasi mereka. Mereka membunuh para tokoh dan rakyat jelata. Dan, kita terus berprasangka baik.

Sekarang ini boleh jadi, para penjahat bisa saja minta kita berprasangka baik. Jadi saya pikir, Kita harus berhati-hati untuk tidak mengulangi kesalahan masa lalu. Agar generasi kita tidak terpuruk di lubang sejarah yang sama. Kita perlu diingatkan bahwa, berprasangka baik kepada syaitan adalah kebodohan yang paling nyata di semesta alam. Dan, syaitan itu, sesekali bisa berwujud manusia. Walahua’lam bi syawab. (November Sera : Nur Sangadji, April, 2021).

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam