Minggu, 9 Agustus 2026

Muhaimin Yunus: Penumpasan Teroris Poso Sebaiknya diserahkan ke TNI

PALUEKSPRES,PALU – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Muhaimin Yunus Hadi berpendapat sebaiknya operasi penumpasan kelompok teroris di Kabupaten Poso diserahkan ke TNI.

“Solusinya serahkan ke TNI. Jelas, itu sudah jelas pak. Karena yang memegang namanya anti gerilya itu ada di TNI, di tubuh TNI,”kata Muhaimin Yunus, Selasa 13 Juli 2021 di Kantor DPRD Sulteng.

Hal itu pernah sukses dilakukan oleh jajaran TNI. Yang pernah melakukan pengejaran terhadap pimpinan teroris saat itu, Santoso. Setelah dilakukan pelatihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI di Kabupaten Poso.

“Satu-satunya pelatihan PPRC TNI itu hanya ada di Kabupaten Poso. Saya yang terlibat memanggil pelatihan PPRC tersebut,”katanya.

Begitu pun dengan adanya penembakan dua anggota teroris yang dilakukan belum lama ini. Menurutnya hal itu juga karena keberhasilan jajaran TNI.

Dia menegaskan, operasi yang dilakukan oleh kepolisian tidak lebih dari sebuah proyek. Makanya kata dia operasi itu tidak pernah selesai.

“Kan dorang sisa itu. Dikurung-dikurung di Napu semua. Sudah dikurung di Napu, sudah mau dieksekusi, cuma dibilang hentikan tembakan,”katanya.

Muhaimin menyebut, jika kepolisian segera menuntaskan permasalahan teroris di Kabupaten Poso, maka aliran anggarannya pun akan ikut berhenti.

“Sekarang coba, kalau yang 9 teroris ini habis. Ada tidak operasi? Tutup anggaran. Kalau sekarang tinggal 7, lalu 7 itu habis. Sekarang ada pertanyaan, ada lagi ndak operasi itu?tanya Muhaimin tersenyum.

Operasi pengejaran teroris lanjut dia sudah seharusnya berakhir. Karena ulah kelompok teroris ini sudah cukup membuat masyarakat sangat ketakutan.

“Bayangkan orang mau batambang tidak bisa. Mau bertani sudah tidak bisa karena kelompok ini,”tandasnya.

Ia juga mengomentari terkait tudingan pihak kepolisian yang menyatakan terdapat 2 pondok pesantren di Kabupaten Poso yabg terindikasi menjadi sarang teroris.

“Kementerian Agama sudah menyampaikan bahwa itu tidak ada legitimasinya. Dan sudah diserahkan di kepolisian. Tidak mungkin Kementerian Agama yang mau tutup barang terindikasi teroris itu. Dia menyarankan kepada kepolisian, pak ini data pondok pesantren ilegal. Jadi, boleh bapak tutup. Tapi kenapa tidak ditutup. Berarti ada pembiaran,”pungkasnya.

(mdi/pe)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital