Minggu, 9 Agustus 2026

Ini Gangguan Kepribadian yang Bakal Dialami Korban Kekerasan Seksual

Kekerasan seksual
Kekerasan seksual

JAKARTA, PE – Kekerasan seksual masih menjadi fenomena gunung es di Indonesia. Spesialis kejiwaan dr Aimee Nugroho SpKJ, korban kekerasan seksual sebagian besar datang dalam kondisi depresi. Bahkan sebagian diantaranya datang ke psikiater dalam keadaan kepribadian borderline.

Gangguan kepribadian borderline sendiri adalah emosi penderita yang tidak stabil, mudah marah karena hal sepele, merasa kosong, dan sering melakukan self harm alias menyakiti diri sendiri dengan menyilet kulit hingga berdarah, hingga minum obat berlebihan untuk mencari perhatian orang disekitarnya.

’’Ada juga pasien dengan kepribadian borderline yang cenderung berganti-ganti pasangan,’’ ucap Aimee.

Semua itu, adalah wujud akibat dari kekerasan seksual yang berkepanjangan. Naasnya, pelaku kekerasan seksual itu semuanya adalah orang-orang terdekat. Aimee sendiri menceritakan pelaku dari pasiennya yang mengalami kekerasan seksual, adalah pacar, kakak, paman, ayah tiri, bahkan ada seorang perempuan yang dijual oleh suaminya sendiri.

Hampir semua korban, lalu tidak berani melapor pada polisi. Ditambah dengan budaya timur yang tabu memperbicangkan masalah seksual membuat korban bersikeras menyimpan akumulasi masalahnya. ’’Kalau sudah begini, ini bukan masalah budaya tapi menyangkut kekerasan dan pelanggaran HAM,’’ ujarnya.

Parahnya lagi, para korban kekerasan seksual acapkali mempunyai citra diri yang rendah. Karena riwayat kekerasan bisa membuat alam bawah sadar korban merasa layak diperlakukan dengan kekerasan. Khususnya untuk kasus kekerasan seksual yang korbannya adalah anak kecil. Semakin kecil usia korban dan semakin lama dia menjadi korban kekerasan seksual, maka semakin rendah self esteem alias citra diri.

Menurut Aimee, self esteem yang rendah cenderung membuat korban bungkam. Atau bila ada pencetusnya, korban baru merasa perlu untuk melapor pada polisi. Padahal, semakin lama seseorang menjadi korban kekerasan seksual, bisa jadi semakin kompleks penyakit jiwanya. ’’Penyembuhannya pun bisa semakin lama,’’ ucap Aimee.

Rangkaian pengobatan untuk korban kekerasan seksual disesuaikan dengan gejala yang dirasakan pasien. Yang pasti, pertama pasien diajak konseling untuk menyembuhkan trauma yang dialami. Untuk gejala depresi saja, pengobatan bisa berlangsung enam bulan. Namun bila sudah ada gangguan kepribadian borderline, maka harus dibantu dengan support group atau hypnotherapy. Dan masa pengobatannya pun bisa lebih lama.

Intinya untuk siapapun yang merasa korban kekerasan seksual, jangan takut untuk bicara. Karena semua korban kekerasan seksual tidak layak diperlakukan seperti itu.

’’Saya selalu tegaskan pada pasien kalau ini bukan salahmu, ini salah mereka yang memperlakukan anda seperti ini. Siapapun kamu, jangan takut dengan ancaman para pelaku kekerasan seksual, dimana-mana pelaku bisanya hanya mengancam,’’ tegas Aimee.

(ina/tia/PE)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital