Minggu, 9 Agustus 2026

Gelombamg Omicron Berbeda dengan Delta, Pakar Minta Bijak Sikapi Lonjakan Kasus Covid-19

ilustrasi virus corona/ foto: fajarcoid

PALUEKSPRES, JAKARTA– Epidemiolog Universitas Indonesia, Dr. Pandu Riono, MPH., Ph.D. memaparkan bahwa lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi akhir Januari 2022 hingga saat ini perlu disikapi lebih bijak dengan pemahaman yang lebih baik. Khususnya, terkait karakteristik varian Omicron.

Sebab kata dia, situasi pandemi Covid-19 saat ini tidak bisa disamakan dengan kondisi gelombang kedua Covid-19 pada 2021 lalu, tepatnya saat varian Delta muncul dan memakan banyak korban.

“Masyarakat Indonesia sudah punya trauma dengan momen gelombang Covid-19 varian Delta yang lalu. Varian Omicron ini penyebarannya memang cepat, tapi kasus kesakitan maupun kematian akibat varian ini rendah,” terangnya seperti dilansir jawapos, Jumat (4/2/2022).

Pandu menjelaskan, karakteristik lonjakan kasus Covid-19 sangat dipengaruhi dengan karakteristik varian virusnya. Baik Delta maupun Omicron, karakteristik lonjakan kasus kedua varian ini juga dipengaruhi oleh jumlah imunitas penduduk, di mana saat ini jumlah penduduk yang sudah menerima dua dosis vaksin, bahkan juga sudah booster, jauh lebih banyak ketimbang saat varian Delta meneror.

“Karena itulah masyarakat sering salah persepsi dengan kondisi saat ini seperti kondisi di Juli-Agustus 2021 lalu. Padahal sudah jauh berbeda. Sebagian besar penduduk Indonesia sudah mendapatkan vaksinasi yang cukup merata,” ujarnya.

Berdasarkan catatan vaksinasi nasional, setidaknya sudah lebih dari 185 juta populasi penduduk Indonesia yang mendapat vaksinasi dosis pertama. Selain itu, sudah 129 juta lebih penduduk mendapatkan dosis kedua, serta lebih dari 4,7 juta penduduk sudah mendapat dosis booster.

Ia melanjutkan, berkaca dari negara-negara lain yang lebih dahulu melewati gelombang Omicron seperti Afrika Selatan, Inggris, dan India, tingkat keparahan dan tingkat kematian akibat infeksi varian Omicron jauh berbeda dibanding varian Delta.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital