Sabtu, 8 Agustus 2026

Pembentukan 2 DOB di Parimo, Anwar Hafid: Jangan sampai Masyarakat Hilang Kesabaran dan Kepercayaan

Anwar Hafid anggota DPR RI saat di temui wartawan usai menghadiri lebaran ketupat di Bantaya Parigi. Foto: Dok

PALUEKSPRES, PALU-  Langkah Bupati Parigi Moutong Samsurizal Tombolotutu memperjuangkan secara berkesinambungan pemekaran wilayah Kabupaten Parigi Moutong menjadi dua daerah otonomi baru (DOB) mendapat dukungan kuat dari Anggota Komisi II DPR RI, Anwar Hafid.

Menurut Anwar Hafid, upaya yang dilakukan oleh Bupati Samsurizal dengan terus menggaungkan aspirasi pemekaran, bisa menjadi harapan dibukanya keran pemekaran melalui pencabutan moratorium. Sebab,  selama moratorium belum dicabut oleh Presiden, sulit mewujudkan pemekaran suatu wilayah. Kecuali bagi Papua yang memang memiliki UU Otonomi Khusus.

“Saya secara pribadi sangat setuju dengan langkah Pemkab Parigi Moutong. Namun, sepanjang belum dibuka atau dicabut moratorium pemekaran, sulit mewujudkan pembentukan DOB. Sebab, hambatan  pemekaran itu adalah moratorium,” kata Anwar Hafid yang dihubungi melalui sambungan telepon tadi malam, Kamis (26/5/2022).

Kedatangan Tim pengkaji dari pusat beberapa hari lalu ke Parigi Moutong kata anggota DPR RI dari Dapil Sulteng ini, juga menjadi bagian dari upaya menjaga ritme agar gaung perjuangan pemekaran wilayah terus bergema.  

Namun, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat ini menekankan, bahwa kedatangan tim tersebut bukan berarti upaya pemekaran wilayah Parigi Moutong sudah memasuki tahap finalisasi.

“Saya tekankan di sini, jangan sampai kehadiran tim dari pusat tersebut dianggap final tahapan pemekaran wilayah untuk pembentukan dua daerah otonomi baru (DOB) di Parigi Moutong. Saya juga akan berjuang sebagaimana kapasitas saya sebagai wakil rakyat dari Dapil Sulteng di Komisi II DPR RI,”  kata Anwar Hafid.

Menurutnya, kedatangan Tim Pengkaji dari pusat itu adalah bagian dari upaya melengkapi naskah akademik usulan pembentukan DOB Moutong dan DOB Tomini Raya. Dan, salah satu persyaratan untuk pengajuan usulan pemekaran wilayah oleh DPR RI, naskah akademiknya harus lengkap.     Bahkan, jika merujuk kepada  Undang-undang (UU) Nomor  23 tahun 2014, mekanisme pembentukan DOB itu cukup panjang.

 “Lagi-lagi hambatannya itu tadi, sampai saat ini kebijakan moratorium untuk pembentukan DOB belum dibuka oleh pemerintah pusat dengan pertimbangan keterbatasan fiskal,” ujar Anwar yang juga ketua DPD Partai Demokrat Sulteng.

Karena kedatangan tim dari pusat tersebut adalah bagian dari upaya melengkapi naskah akademik, serta mekanisme pembentukan DOB itu cukup panjang, maka menurut Anwar Hafid, pemerintah daerah perlu menjaga sekaligus mengantisipasi, jangan sampai masyarakat hilang kesabaran dan kepercayaan atas perjuangan pemekaran wilayah Parigi Moutong. Sebab, kondisi tersebut nantinya akan jadi kendala bagi anggota DPR RI.

“Anggota DPR RI akan ditagih janjinya soal pemekaran wilayah tapi kami dari Komisi II akan fokus memperjuangkan moratorium pemekaran bisa dicabut karena aspirasi pemekaran hampir terjadi di setiap daerah,” ujar mantan bupati Morowali dua periode.

Sikap antisipatif tersebut juga diperlukan untuk meluruskan pemahaman masyarakat yang selama ini menilai pemekaran wilayah menjadi jualan politik  di setiap jelang Pemilu.

“Memang sering saya dengar kritikan masyarakat kalau isu pemekaran selalu mencuat jelang pemilu,” ungkapnya.

Walau diakui Anwar Hafid, naskah akademik dua calon DOB di Parimo sudah dianggap lengkap yang dibuktikan pada 2014 silam sudah terbit Amanat Presiden (Ampres) nya yang ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurutnya, Ampres ini mempertegas proses pembentukan DOB. Setelah sebelumnya, DPR memberikan persetujuannya pada sidang paripurna. “Kalau dulu disebut Ampres, kini disebut Suspres (Surat Presiden mengenai Rancangan Undang-undang tentang pembentukan daerah otonomi baru),” ujarnya. (bid/paluekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital