Minggu, 9 Agustus 2026

Pemerintah Wajib Alokasikan Anggaran Belanja sebesar 40 Persen untuk Pembelian Produk UMKM

Wapres KH Ma'ruf Amin Foto: Setwapres/ PaluEkspres

“Semoga kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran dan minat masyarakat untuk bangga dan berpartisipasi dalam membeli produk-produk UMKM,” ujar Wapres.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa KKI ini menampilkan kreasi-kreasi UMKM, wastra dari seluruh nusantara dengan harga produsen namun kualitasnya ekspor. Dia menambahkan kegiatan ini merupakan kurasi dari UMKM binaan Bank Indonesia yang berkolaborasi dengan Kementerian Koperasi UMKM, Kementerian Pariwisata, Dekranas, Kementerian Perdagangan, Kementerian Industri, dan juga K/L lain.

Secara fisik ada 200 UMKM yang ditampilkan, secara virtual 500 UMKM, kata Gubernur BI Perry Warjiyo.

KKI sendiri diselenggarakan secara hybrid di Hall A Jakarta Convention Center, dan melalui www.karyakreatifindonesia.co.id pada 26-29 Mei 2022.

Pameran tersebut diikuti 200 UMKM yang merupakan binaan dan mitra BI dari 46 wilayah dan binaan dari 5 K/L. Produk yang dipamerkan terdiri dari warisan budaya daerah dan produk berkualitas ekspor yang terdiri dari wastra (batik, tenun, dan songket), kriya, aksesoris, kopi, dan kuliner.

Saat membuka pameran tersebut, Wapres dengan didampingi Ibu Hj. Wury Ma’ruf Amin mengenakan batik Banten dengan motif surosowan yang melambangkan kejayaan dan kemakmuran yang diambil dari artefak Keraton, tempat menghadap Raja/Sultan di Kesultanan Banten.

Hadir dalam acara tersebut, para Duta Besar negara sahabat, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Menteri BUMN Erick Thohir, Ketua Umum Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Indonesia Maju (KIM) Erni Guntarti Tjahjo Kumolo, para Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia, dan para anggota Dekranas. (Setwapres/PaluEkspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital