Minggu, 9 Agustus 2026
Daerah  

Jaring Bibit Petenis Tenis Sejak Dini, Beatrice Gumulya Gelar Coaching Clinic

Beatrice Gumulya, petenis profesional Indonesia mengisi gelaran acara coaching clinic bersama sejumlah petenis junior. Gelaran ini bertepatan dengan CBR Junior Tennis Championship di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, 26-28 Agustus 2022.

Sayangnya, untuk efektifnya coaching clinic ini, hanya 40 orang anak yang mendapat kesempatan berbagi ilmu dengan Beatrice Gumulya.

Pada kesempatan itu, puluhan anak ini mendengarkan langsung pengalaman petenis profesional itu berlaga di sejumlah pertandingan tenis nasional dan internasional. Tentu saja, para anak-anak ini mendapat kesempatan bertanding dengan petenis perempuan kelahiran 1 Januari 1991 ini.

Seperti diketahui, Beatrice memulai debutnya sebagai petenis pro saat berusia 14 di sebuah turnamen ITF di Jakarta. Pada 2008 ia dan pasangannya Jessy Rompies mencapai semifinal Kejuaraan AS Terbuka Junior. Dia juga mencapai semifinal di Kejuaraan Australia Terbuka Junior 2009, saat ini ia berpasangan dengan Noppawan Lertcheewakarn dari Thailand. Gumulya aktif di sirkuit ITF pada 2010.

Sekarang dia terdaftar di Universitas Clemson pada musim gugur 2011.

Manager CBR Foundation, Berni menyatakan bahwa coaching ini adalah bagian dari upaya mereka menjaring bibit-bibit atlet tenis usia dini di wilayah Jawa Tengah dan Indonesia pada umumnya.

“Tujuannya untuk mengenalkan tenis ke anak-anak usia dini. Selama ini saya lihat tenis masih berjarak dengan masyarakat. Kurang dikenal. Padahal secara infrastruktur kita punya potensi,” kata Berni.

Memang, untuk menggaet bibit-bibit atlet tenis usia dini bukanlah pekerjaan mudah. Namun, ia optimis kejuaraan-kejuaran tenis junior yang digelar CBR Foundation dirangkaian dengan coaching clinic akan bermanfaat menjaring bibit unggul petenis pro sejak dini.

Harapan serupa pun diungkapkan Beatrice.

“Tentu saja ini tidak bisa serta merta atau instant. Tetapi bila kita serius, rutin dan berkesinambungan pasti akan ada hasilnya,” kata Beatrice penuh optimisme. ***

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital