Rabu, 12 Agustus 2026
Opini  

Isteriku, Bertarunglah dengan Kepala Tegak

Isteriku, Bertarunglah dengan Kepala Tegak oleh Muhd Nur Sangadji/ Foto: istimewa

Oleh: Muhd Nur Sangadji

Isteriku, Bertarunglah dengan kepala tegak. Tiba-tiba isteriku menerima surat undangan untuk maju pemilihan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Tadulako. Fakultas dimana dia dilahirkan sebagai sarjana pertanian. Gelar akademik tingkat pertama. Berhadapan dengan sahabatnya sejak SMP yang sedang menjabat Dekan saat ini. Beliau mau maju lagi untuk periode yang ke dua.

Saya bilang kepada istriku, jabatan itu adalah amanah. Maka, janganlah kamu memintanya. Karena, pertanggungjawaban akhiratnya sangatlah berat. Tetapi, kalau kamu diberikan amanah itu, terimalah. Sebab, begitulah hakekat ajaran dalam keyakinan kita, tentang kepemimpinan.

Baca juga : Nur Sangadji: Majunya Sulteng Ditentukan Untad
Maka, berdoalah dengan cara ini :

“Duhai Allah, jika jabatan ini baik bagi hamba dan mereka yang hamba pimpin. Berilah jalannya. Namun, bila jabatan ini buruk bagi hamba. Tunjukanlah jalan lain yang lebih mulia”.

Jadi, lakonilah semua ikhtiar untuk itu, dengan jujur, tulus dan bermartabat. Bila nanti kamu menang. Haruslah menang dengan terhormat. Dan, kalau kamu kalah. Harus kalah dengan kepala tegak. Kamu tidak boleh menang atau kalah dengan menunduk atau merunduk.

Itulah yang saya ucapkan pada Jusuf Kalla, waktu memoderatori beliau di kota Palu puluhan tahun silam. Bila akhirnya, kamu benar-benar kalah, sampaikan selamat kepada yang menang. Begitulah cara kita berdemokrasi yang sesungguhnya. Itulah suara penerimaan (the speak of acceptance). Maka, kamu telah tebarkan teladan demokrasi.

*******

Terdapat banyak dosen yang mendorong untuk maju. Mereka ingin perubahan. Mereka berharap Fakultas dapat dikelola dengan lebih terbuka dan lebih kompak. Mereka berjanji akan memperjuangkan. Mereka juga berjanji untuk menggalang dukungan anggota senat Fakultas. Selanjutnya, mereka akan diskusikan dengan Rektor.

Mengapa harus bicara dengan Rektor? Karena, beliau punya “privilege voice of democracy” sebesar 35 persen. Sebuah hak atributif yang sesungguhnya tidak patut. Terbukti cacat hukum karena dibuat dengan cara derivatif pada hak menteri untuk pemilihan Rektor. Ketentuan yang dilegalkan dalam Statuta universitas Tadulako. Terungkap lahir abnormal dalam prosesnya. Lalu, lahirlah jiwa pragmatisme. Banyak yang sebut, kami ikut saja pada apa yang dipilih oleh Rektor. Taglid. Tapi, apa mau dikata.

Baca juga : Sesat Pikir Memahami Opini Seorang Akademisi

Kalau untuk pemilihan rektor, penentuannya adalah presiden melalui menteri. Maka, untuk pemilihan dekan, penentunya menteri melalui rektor. Sesungguhnya, maksud adanya hak perogatif yang 35 persen itu, diciptakan untuk sebuah kebijaksanaan yang lebih mulia. Yaitu, kebijakan untuk mencegah munculnya calon pemimpin yang oligarkis, korup, kolutif dan nepotis. Atau, yang terhubung dengannya. Tapi acap kali, justru terbalik.

*******

Oleh karena bersemangat demokrasi, dia, isteriku menyatakan siap maju. Dikumpulkanlah semua berkas persyaratan dengan susah payah, sebab harus membongkar file lama. Datangi rumah sakit. Bikin pernyataan berkelakuan baik. Tidak korupsi. Tidak narkoba. Dan, berbagai persyaratan yang untuk mengurusnya, butuh kesungguhan, kesabaran dan ketenangan. Didatangilah dekan untuk bicara dari hati ke hati sebagai sahabat. Bersepakat untuk saling beri jalan. Proses pun berlangsung.

Baliho telah terpasang. Kandidatnya hanya dua. Dekan yang sedang menjabat dan pasangan kompetitornya. Jadi, bertarung secara demokrasi antara lama (status quo) dan baru (mengusung perubahan). Wajar saja. Meskipun yang lama pun, bisa mengusung perubahan. Tapi, yang baru sudah pasti berubah. Yaitu, berubah dari yang lama ke yang baru. Masalahnya, apakah keduanya membawa perubahan ke arah yang lebih baik atau sebaliknya?

Semua terpulang kepada kemauan kuat mereka berdua untuk membangun program yang bermutu (political will). Lalu, dukungan dana dengan prinsip efesien dan efektif (political budgeting). Dan, keinginan yang sungguh-sungguh (strong leadership). Dan, tekad untuk mewujudkan (political implementation). Kampus kita ini rusak parah. Kementerian dan publik sudah tahu.

Baca juga : Gubernur Sulteng: Perusda Harus Berani dan Tidak Takut

Korupsi, oligarki dan nepotisme merajalela puluhan tahun. Ini fakta. Bukan fitnah. Sedikit lagi ada yang berperkara hukum serius. Lihat saja nanti. Maka, kamu bantu memperbaikinya dari Fakultas, andaikan terpilih. Begitulah nasehat saya.

******

Namun, hal yang lebih awal kita bicara adalah tentang proses demokrasinya. Demokrasi itu ada dua dalam perspektif teori. Musyawarah dan mufakat atau kompetisi bebas (free fight competition). Kalau kita sepakat musyawarah mufakat, maka tidak usah ada demokrasi prosedural. Ternyata, saya baru dengar. Ada lagi satu. Namanya, demokrasi kompromi.

Baca juga : Fete De La Musique

Hal yang terakhir ini tidak sama dengan musyawarah mufakat. Sebab, musyawarah mufakat itu tidak butuh kandidat yang lain. Kita hanya punya satu orang yang kita yakini terbaik. Lantas, kita bersepakat memilihnya. Demokrasi kompromi lahir dari kesepakatan dua atau lebih kandidat. Bersepakat untuk memberi mandat pada salah satu di antara mereka. Nanti, yang lainnya disiapkan jabatan setelahnya. Inilah politik dagang sapi yang banyak dicerca pejuang demokrasi.

Sebenarnya, kompromi dalam demokrasi itu, tidak mengapa. Asalkan bersepakat untuk tetap berkompetisi secara sehat dan kekeluargaan. Prinsip akomodatif terjadi setelah kompetisi berakhir. Kabarnya, Universitas Hasanuddin memberikan contoh usai pemilihan rektor beberapa waktu lalu. Tidak boleh ada kandidat menarik diri dalam proses di puncak kompetisi. Apalagi dengan alasan memberikan kesempatan pada pesaingnya dengan kompensasi jabatan tertentu. Hal begini tidak baik bagi pendidikan politik. Apalagi di dunia akademik. Dia bernama demokrasi dagelan. Tidak beradab.

Baca juga :Mengapa Dosen Harus Memanjangkan Gelar?
******

Akan tetapi, bila hal ini tetap ditawarkan sebagai kompromi (transaksional). Saya bilang kepada istriku. Jangan mundur. Tetaplah maju. Kendati hanya dengan satu suara. Yaitu, suara kamu sendiri. Karena, kamu pernah dididik dengan tekad ; “Tandang ke gelanggang meskipun seorang diri”. Itulah suara seorang diri sebagai komitmen untuk merawat moral ketangguhan dalam melawan kepura-puraan. Sebab, kepura-puraan itu aib.

Tunjukkan kepada kaum intelektual bawa kamu bukanlah pemburu jabatan di kampus. Apatah lagi dengan cara dagang sapi. Sekaligus menjaga martabat demokrasi untuk diwariskan kepada generasi terdidik di bawah kita. Agar mereka menjadi saksi bahwa kamu, tidak menghianati demokrasi. Itu lebih tinggi nilainya, dibanding kompetisi Pildek ini. Wallahu a’lam bi syawab..✍🏿🀝🀲

(Penulis adalah Assoc Prof Bidang Ekologi Manusia.pengajar mata kuliah pendidikan karakter dan anti korupsi Universitas Tadulako)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Menekan Spin Delay Is The Key Dengan Irama Tidak Teratur 2 Detik, 5 Detik, 8 Detik Bisa Membingungkan Randomizer Atau Hanya Ritual Ocd Saja
Masa Depan Hiburan Digital Interaktif Dibahas Melalui Perpaduan Teknologi Dan Narasi Pada Wild Bounty Showdown
Inovasi Seotda Baccarat Dari Pragmatic Play Menggabungkan Budaya Korea Dan Format Baccarat Modern Di Tahun 2026
Infrastruktur Game Digital Lebih Siap Menghadapi Gangguan Berkat Cyber Resilience Architecture
RTP Mahjong Scatter Hitam Pragmatic Play Hadir Nonstop 24 Jam Berkat Inovasi Teknologi AI Terbaru
Mahjong Ways Dioptimalkan Dengan Grafis Engine HTML5 Dan Kecepatan Respons Antarmuka Pengguna
Mahjong Ways Menjelaskan Mekanisme Perhitungan Kombinasi Kemenangan Dari Kiri Ke Kanan
Infrastruktur Digital Menjaga Stabilitas Performa Meskipun Beban Sistem Terus Meningkat
Data Historis Menjadi Dasar Pengembangan Algoritma Prediktif Generasi Terbaru
Literasi Risiko Menjadi Penting Seiring Pertumbuhan Investor Pasar Modal Indonesia