Parigi Moutong, PaluEkspres.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong (Parimo), melakukan penandatanganan berita acara persetujuan bersama atas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang penyertaan modal Pemerintah Daerah, kepada PT. Bank Sulteng.
Penandatanganan berita acara persetujuan ini, melalui Rapat Paripurna masa persidangan III tahun sidang tahun 2023.
Pada Rapat tersebut, DPRD menggelar dua agenda sekaligus, yakni penjelasan Bupati atas Raperda perubahan APBD 2023, dan Raperda tentang tambahan penyertaan modal Pemkab Parimo kepada PT. Bank Sulteng.
Rapat paripurna dipimpin langsung Ketua DPRD Parimo, Sayutin Budianto, didampingi Wakil Ketua II, Alfrets Tonggiro, berlangsung di ruang rapat DPRD, Senin (11/9/2023).
Mewakili Bupati, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Parigi Moutong, Adrudin Nur dalam sambutanya mengucapkan, terima kasih kepada DPRD yang telah mengagendakan rapat paripurna untuk pengajuan Raperda penyertaan modal Pemkab kepada PT. Bank Sulteng.
“Semoga Raperda ini dapat mendatangkan manfaat bagi peningkatan PAD. Tentunya, berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah ini,” harapnya.
Setelah beberapa waktu sebelumnya kata dia, Pemkab setempat dan DPRD telah menyepakati rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran atau KUPA-PPAS-P APBD tahun 2023.
Kemudian, Pemkab menyusun Raperda perubahan APBD 2023 berdasarkan hasil pembahasan KUPA-PPAS-P yang telah disepakati bersama. Adapun uraian secara garis besar Raperda perubahan APBD Parimo tahun 2023, sebagai berikut.
Pendapatan daerah sebelum perubahan sebesar Rp 1.704 triliun lebih. Setelah perubahan dipriyeksikan sebesar Rp 1.711 triliun lebih, atau meningkat sebesar Rp 7.420 miliar lebih.
Yang terdiri dari, a. Pendapatan Asli Daerah, sebelum perubahan anggaran dialokasikan sebesar Rp 142.315 milir lebih. Dan setelah perubahan diproyeksikan sebesar Rp 133.778 miliar lebih, atau mengalami penurunan sebesar Rp 8.536 miliar lebih.
b. Pendapatan transfer, sebelum perubahan anggaran dialokasikan sebesar Rp 1.558 triliun lebih. Setelah perubahan diproyeksikan sebesar Rp 1.574 triliun, atau mengalami peningkatan sebesar Rp 15.928 miliar lebih.
c. Lain lain pendapatan, sebelum perubahan anggaran dialokasikan sebesar Rp 3.019 miliar lebih. Setelah perubahan diproyeksikan sebesar Rp 3.047 miliar lebih atau mengalami peningkatan sebesar Rp 28 juta lebih.
- Rencana belanja daerah, sebelum perubahan anggaran dialokasikan sebesar Rp 1.732 triliun lebih. Pada perubahan direncanakan sebesar Rp 1.798 triliun lebih, atau mengalami peningkatan sebesar Rp 65.835 miliar lebih.
a. Belanja operasi, sebelum perubahan anggaran dialokasikan sebesar Rp 1.201 triliun lebih, pada perubahan anggaran direncanakan sebesar Rp 1.254 triliun lebih, atau mengalami peningkatan sebesar Rp 53.089 miliar lebih.
b. Belanja modal, sebelum perubahan anggaran dialokasikan sebesar Rp 217.922 miliar lebih, pada perubahan anggaran direncanakan sebesar Rp 215.227 miliar lebih, atau menurun dari Pagu sebelumnya sebesar Rp 2.694 miliar lebih.
c. Belanja tidak terduga, sebelum perubahan anggaran tahun 2023, dialokasikan sebesar Rp 10 miliar rupiah. Pada perubahan anggaran direncanakan sebesar Rp 9.250 miliar lebih, atau menurun sebesar Rp 749.999 juta lebih.
d. Belanja transfer, sebelum perubahan anggaran dialokasikan sebesar Rp 302.634 miliar lebih. Dan pada perubahan anggaran direncanakan sebesar Rp 318.825 miliar lebih, atau mengalami peningkatan sebesar Rp 16.190 miliar lebih.
- Rencana pembiayaan daerah, sebelum perubahan anggaran dialokasikan sebesar Rp 28.273 miliar lebih. Pada perubahan anggaran penerimaan diproyeksikan sebesar Rp 92.688 miliar lebih, dikurangi dengan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 6 miliar rupiah.
Dan menghasilkan netto sebesar Rp 86.688 miliar lebih atau meningkat sebesar Rp 58.414 miliar lebih (asw)






