Sabtu, 8 Agustus 2026

Cerita Prabowo 34 Tahun Mengabdikan Diri Kembangkan Pencak Silat

Jakarta, PaluEkspres.com — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menceritakan perjalanan panjang pengabdiannya di dunia pencak silat selama lebih dari tiga dekade. Hal itu disampaikannya dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-16 Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Masa Bakti 2026–2030 di Jakarta Convention Center, Sabtu (11/4).

Dalam suasana penuh haru dan kebanggaan, Prabowo menyebut momen tersebut sebagai bagian penting dalam perjalanan hidupnya bersama pencak silat. Prabowo menuturkan, keterlibatannya di IPSI telah berlangsung selama 34 tahun, baik sebagai Wakil Ketua Umum maupun Ketua Umum.

“Kalau dihitung hari ini, bisa dikatakan saya sudah mengabdi di pencak silat selama 34 tahun. Kalau tidak salah Sebagai Wakil Ketua Umum 4 periode. Kemudian sebagai Ketua Umum 5 periode,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan keputusan untuk tidak melanjutkan jabatannya sebagai Ketua Umum PB IPSI, seiring tanggung jawabnya sebagai Presiden RI.

“Alhamdulillah hari ini saya menyatakan bahwa saya mohon izin untuk tidak lanjutkan sebagai Ketua Umum PB IPSI karena saya sudah mengemban tugas kebangsaan yang menyita waktu saya, sehingga tidak mungkin saya efektif sebagai Ketua Umum PB IPSI,” ucapnnya.

Ia mengakui, dalam beberapa tahun terakhir dirinya tidak lagi aktif secara langsung, namun tetap memberikan dukungan bagi perkembangan pencak silat nasional.

“Saya pun minta maaf berapa saat ini, bisa dikatakan sudah hampir 3 tahun saya tidak terlalu aktif di depan. Tapi saya mendukung selalu dari belakang. Apalagi sekarang presiden, saya kira pembinaan PB IPSI akan lebih dahsyat lagi,” bebernya.

Prabowo juga mengingatkan bahwa kepemimpinan di IPSI adalah bagian dari estafet perjuangan, sekaligus menyinggung sosok pendahulunya. “Sebenarnya Ketua Umum PB IPSI itu adalah Pak Eddy Nalapraya. Saya hanya penggantinya. Saya tidak tahu pengganti saya siapa. Saudara yang akan putuskan,” ujar Prabowo.

Dalam refleksi pribadinya, Prabowo mengungkapkan bahwa kecintaannya terhadap pencak silat telah tumbuh sejak kecil, dipengaruhi oleh keluarga yang juga memiliki kedekatan dengan dunia pencak silat.

“Saya ingin sedikit nostalgia karena kakek saya salah satu juga Penggemar dan pendiri perguruan pencak silat di Madiun, Setia Hati. Itu tahun sebelum kemerdekaan,” katanya.

“Kemudian orang tua saya juga salah satu pembina Pengurus Besar IPSI cukup lama juga. Sehingga bagi saya, pencak silat adalah suatu panggilan sebagai anak bangsa,” Prabowo melanjutkan.

Meski tak lagi menjabat, Prabowo menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pencak silat. “Dengan jabatan atau pun tidak, seorang pendekar adalah sampai napas dia terakhir, dia pendekar,” Prabowo menyatakan komitmennya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena belum berhasil membawa pencak silat masuk Olimpiade, namun tetap optimistis hal itu dapat terwujud di masa mendatang.

“Banyak tugas PB IPSI ke depan. Saya minta maaf belum berhasil membawa pencak silat ke Olimpiade. Kita terus berusaha. Saya yakin pengganti saya nanti akan akan berhasil membawa ke Olimpiade. Saya yakin,” ucapnya.

Prabowo mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi mengharumkan nama bangsa melalui pencak silat di kancah internasional. Ia menegaskan, selain mengejar prestasi global, menjaga kemurnian nilai pencak silat tetap menjadi hal utama.

“Kita mendukung norma berbangsa di mata dunia. Perjalanan masih jauh, kita berharap pencak silat akan masuk Olimpiade. Kita yakin akan masuk, tapi kita tidak perlu juga terlalu obsesi. Obsesi kita harus menjaga untuk kemurnian pencak silat itu sendiri. Kalau ilmunya murni, ilmunya kuat,” pungkasnya.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital