Jakarta, PaluEkspres.com – Pemerintah mengalokasikan anggaran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah sebesar Rp 15,3 triliun pada tahun ini untuk membiayai target 1.047.221 mahasiswa penerima.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengungkapkan bahwa anggaran KIP Kuliah diproyeksikan naik menjadi Rp 15,37 triliun pada 2027.
Ia menambahkan, realisasi anggaran KIP Kuliah menunjukkan tren peningkatan yang konsisten sejak 2020.
“Pada 2020, realisasi anggaran KIP Kuliah tercatat Rp6,4 triliun untuk 1.005.718 penerima. Angka ini terus naik setiap tahun: Rp9 triliun untuk 1.127.777 penerima pada 2021; Rp9,9 triliun untuk 780.014 penerima pada 2022; Rp11,7 triliun untuk 916.827 penerima pada 2023; Rp13,4 triliun untuk 1.022.084 penerima pada 2024; hingga mencapai Rp14,9 triliun untuk 1.115.595 penerima pada 2025,” papar Qodari dalam konferensi pers di Kantor Bakom RI, Rabu (26/8).
KIP Kuliah adalah skema bantuan sosial Program Indonesia Pintar (PIP) Pendidikan Tinggi yang diberikan kepada mahasiswa dari keluarga miskin atau rentan miskin.
“Tujuan program ini adalah memperluas akses pendidikan tinggi, meningkatkan kesempatan belajar di perguruan tinggi bagi mahasiswa tidak mampu secara ekonomi, dan meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi,” ucap Qodari.
Sejak diluncurkan pada 2020 sebagai kelanjutan program Bidikmisi, KIP Kuliah rata-rata menjaring sekitar 200.000 mahasiswa baru setiap tahunnya, dan hingga akhir semester genap 2026 program ini telah mengantarkan 526.928 mahasiswa lulus pada jenjang sarjana atau sarjana terapan, ditambah 83.561 mahasiswa lulus pada jenjang diploma.






