PALU, PALUEKSPRES.COM — Kodam XXIII/Palaka Wira memperkuat upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) melalui pembentukan Satgas Penyuluhan Karhutla dan kesiapan satuan jajaran untuk memberikan edukasi kepada masyarakat di wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Sulawesi Barat (Sulbar).
Persiapan tersebut dibahas dalam rapat bersama Para Komandan Satuan Baik Komandan Kodim maupun Komandan Batalyon jajaran Kodam XXIII/PW melalui Video Conference (Vidcon) yang berlangsung di Aula Songgolangi, Makodam XXIII/Palaka Wira, Jumat (28/8/2026). Kegiatan dipimpin langsung oleh Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI J. Binsar P. Sianipar, didampingi Kasdam XXIII/Palaka Wira Brigjen TNI Agus Sasmita, serta Para Asisten dan Kepala Badan Pelaksana Kodam XXIII/Palaka Wira.
Rapat difokuskan pada penyiapan Tim Sosialisasi Karhutla, baik di tingkat Korem maupun Kodim yang akan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, instansi terkait penangananan Karhutla dan media, serta keterlibatan satuan tempur dan bantuan tempur dalam mendukung pelaksanaan penyuluhan kepada masyarakat.
Melalui program penyuluhan yang terencana dan berkesinambungan, Kodam XXIII/Palaka Wira menargetkan meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mencegah Karhutla, berkurangnya praktik pembakaran hutan dan lahan, serta meningkatnya kemampuan masyarakat dalam melakukan pencegahan dan melaporkan secara dini apabila menemukan titik api.
Pangdam XXIII/Palaka Wira menegaskan bahwa penyuluhan merupakan bagian penting dalam memperkuat upaya pencegahan Karhutla, khususnya melalui peningkatan kesadaran dan peran aktif masyarakat.
“Pencegahan Karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan kesadaran dan partisipasi seluruh masyarakat. Karena itu, penyuluhan harus dilaksanakan secara terencana, berkesinambungan dan menyentuh langsung masyarakat,” tegas Pangdam.
Kodam XXIII/Palaka Wira berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, aparat terkait dan masyarakat dalam mencegah serta menangani Karhutla, sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalkan dan kelestarian lingkungan tetap terjaga.






