Pegawai Bank Mandiri yang Sebut Nasabah “Kampungan”, Minta Maaf, Tapi Ditolak
Polemik bermula dari keluhan seorang nasabah mengenai kartu ATM yang tidak dapat digunakan. Percakapan di media sosial kemudian viral setelah muncul komentar yang dianggap merendahkan.
Berawal dari ATM bermasalah, berujung sorotan etika pelayanan
Nasabah mengaku sedang mencari solusi atas kartu ATM yang bermasalah ketika percakapan dengan akun yang disebut sebagai pegawai Bank Mandiri justru memicu polemik.
Apa yang terjadi?
Syauqina Maghfirah Salsabila mengeluhkan kartu ATM miliknya yang tidak dapat digunakan untuk melakukan tarik tunai.
Menurut pemberitaan yang beredar, unggahan tersebut mendapat respons dari akun yang disebut sebagai milik seorang Relationship Manager Bank Mandiri.
Respons berupa kata yang dianggap merendahkan kemudian diunggah kembali oleh nasabah dan menjadi viral.
Fakta Utama
Berikut rangkaian informasi yang menjadi sorotan dalam polemik tersebut.
ATM Bermasalah
Polemik bermula ketika Syauqina mengaku kartu ATM miliknya tidak dapat digunakan untuk melakukan tarik tunai.
Komentar Viral
Akun yang disebut sebagai milik Relationship Manager Bank Mandiri memberikan komentar yang dianggap merendahkan nasabah.
Menjadi Sorotan
Tangkapan layar percakapan kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu kritik mengenai etika pelayanan.
Klik untuk Membaca Kronologinya
Pilih bagian yang ingin Anda lihat.
Bermula dari kartu ATM
Syauqina Maghfirah Salsabila mengunggah keluhannya setelah mengaku mengalami kendala saat menggunakan kartu ATM untuk melakukan tarik tunai. Keluhan tersebut kemudian mendapat respons dari akun yang disebut sebagai Relationship Manager Bank Mandiri.
Timeline Polemik
Kartu ATM mengalami kendala
Nasabah mengaku tidak dapat menggunakan kartu ATM untuk melakukan transaksi tarik tunai.
Keluhan diunggah ke Threads
Keluhan tersebut disampaikan melalui akun Threads milik nasabah dan ditujukan kepada Bank Mandiri.
Muncul komentar yang dipersoalkan
Akun yang disebut sebagai milik pegawai Bank Mandiri memberikan respons yang oleh nasabah dianggap merendahkan.
Tangkapan layar menyebar
Nasabah mengunggah kembali percakapan tersebut. Unggahan kemudian mendapatkan perhatian luas dari warganet.
Permintaan maaf
Setelah polemik menjadi ramai, pegawai yang disebut dalam pemberitaan tersebut menghubungi nasabah dan menyampaikan permintaan maaf.
Sosok yang Disebut dalam Pemberitaan
Informasi profil berikut ditampilkan secara terbatas untuk menjelaskan konteks pemberitaan, bukan untuk menghakimi individu.
Larasanti Putri Mantika
RELATIONSHIP MANAGER — DISEBUT DALAM PEMBERITAANSejumlah pemberitaan mengidentifikasi sosok tersebut sebagai Relationship Manager Bank Mandiri. Riwayat akademik yang ditemukan pada repositori ITB mencatat nama Larasanti Putri Mantika dalam tugas akhir di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung pada 2015.
Identitas, jabatan dan kronologi dalam kasus ini ditampilkan berdasarkan informasi yang telah diberitakan sejumlah media dan sebaiknya tetap dibaca dengan prinsip praduga tak bersalah.
“Kalau minta maafnya pas ditegur atau sebelum rame, aku bakalan takedown kok…”
Mengapa Kasus Ini Menjadi Sorotan?
Buka setiap bagian untuk melihat konteks persoalannya.
Dari Keluhan Menjadi Viral
Pelajaran dari Polemik Ini
Keluhan harus dijawab
Nasabah yang mengalami kendala membutuhkan solusi dan penjelasan, bukan respons yang berpotensi memperkeruh keadaan.
Jejak digital melekat
Komentar di media sosial dapat tersebar jauh melampaui konteks percakapan awal dan berdampak terhadap reputasi profesional.
Profesionalisme diuji
Jabatan dan latar pendidikan tinggi tidak otomatis menjamin kualitas komunikasi. Etika pelayanan tetap menjadi bagian penting dari profesionalisme.
• Pemberitaan mengenai polemik nasabah Bank Mandiri dan respons akun yang disebut sebagai Relationship Manager.
• Pemberitaan mengenai permintaan maaf setelah unggahan menjadi viral.
• Repositori digital Institut Teknologi Bandung untuk informasi akademik yang mencantumkan nama Larasanti Putri Mantika.






