Minggu, 9 Agustus 2026

Kisah Mualaf Cantik yang Jadi Balerina Berhijab Pertama di Dunia

Menjadi objek pro dan kontra serta tak jarang mendapat komentar pedas dan nyinyir di media sosial pada usia belasan tahun tentu bukan hal mudah. Bagaimana Stephanie menghadapinya di usia semuda itu?

”Saya tipikal orang yang cukup percaya diri. Ketika sesuatu terasa tidak mungkin, ketika orang lain mengatakan saya tidak akan mampu, saya tetap fokus pada tujuan,” paparnya ketika menjadi salah seorang pembicara dalam Resonation, konferensi pemberdayaan perempuan di The Kasablanka, Jakarta, Sabtu lalu (29/4).

Stephanie pun kembali ke cita-cita awal dengan semangat baru: menjadi balerina berhijab pertama di dunia. Setelah tiga tahun berhenti dari aktivitas balet, dia harus melakukan usaha ekstra. Di luar kegiatan belajar secara homeschooling, dia berlatih balet dengan keras selama 25 jam per pekan.

Mengenakan kostum balet dengan hijab, Stephanie tidak merasakan kesulitan. Sebab, kostumnya memang dirancang khusus agar membuatnya tetap fleksibel dan nyaman. ”Soal kostum bukan tantangan utama bagi saya,” ujarnya. Justru, Stephanie tampil memukau ketika menampilkan koreografi balet dalam modest ballet costume.

Setelah kembali ke jalur mimpinya sebagai balerina, Stephanie mencoba mewujudkan impian besar lainnya. Yaitu mendirikan sekolah performing arts yang terbuka bagi anak-anak dan remaja tanpa memandang agama, ras, maupun latar belakang.

Gambarannya, sekolah itu nanti punya program-program spesifik untuk memenuhi kebutuhan tiap kelompok. Langkah yang dilakukan Stephanie ialah menggalang kampanye fundraising melalui situs www.launchgood.com pada 2016 untuk mengambil kualifikasi dan diploma dalam rangka mencapai cita-citanya menjadi pebalet profesional.

Lewat kampanye tersebut, kisah Stephanie menjadi viral dan tersebar ke penjuru dunia. Sebanyak 685 orang berpartisipasi sehingga terkumpul donasi hingga 7.047 dolar Australia atau setara Rp 70 juta.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital