Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Pilkada dan Ikhtiar Mengembalikan Kejayaan Golkar

PALU EKSPRES, PALU – Bagi partai politik, pemilihan kepala daerah (Pilkada) adalah ajang pertaruhan. Tidak saja pertaruhan kehormatan institusi partai tapi juga figur-figur yang terlibat dalam kontestasi tersebut.

Sebagai partai dengan pengalaman panjang dalam politik di tanah air, Golkar tentu saja tidak mau dipecundangi kompetitor baru yang terus bermunculan saban Pemilu.

Karena itu menghadapi pilkada serentak 27 Juni 2018, Golkar tidak mau gegabah. Tidak mau grasa grusu. Setiap langkah harus diperhitungkan cermat. Mulai dari peluang, ketokohan, track record dan yang terpenting komitmen sang kandidat membangun daerah.

Itu semua dilakukan untuk menggenapi janji dan komitmen DPP Golkar yang harus memenangkan 58 persen pemilihan kepala daerah di seluruh Indonesia.

Sebuah angka yang tidak kecil di tengah sikap apatis publik terhadap politik dan politisi yang kadung diasumsikan sebagai biang masalah di republik ini.

Di Provinsi Sulawesi Tengah, DPD Golkar Sulteng ungkap Ketua Tim Pilkada Serentak DPD Golkar Sulteng, Amran Bakir Nai, pihaknya juga menarget angka maksimal untuk memenangkan kontenstasi sarat gengsi itu.

Jika mengacu pada juklak pilkada DPP Golkar, maka Golkar Sulteng semestinya memenangkan mayoritas pilkada di daerah ini. Sebuah upaya yang tak gampang di tengah trend perolehan suara Golkar di Pilkada yang cenderung stagnan bahkan turun pada satu dekade terakhir.

Sebagai perbandingan pada dua pilkada serentak sebelumnya, Golkar hanya berhasil mengirim kadernya sebagai wakil bupati yaitu, Abdullah Batalipu yang berpasangan dengan petahana Amirudin Rauf di Kabupaten Buol.

Di Banggai Kepulauan, partai beringin rimbun juga diuntungkan setelah Bupati dan Wakil Bupati Zainal Muis dan Rais Adam terpilih menjadi Ketua DPD Golkar Bangkep melalui proses politik yang akrobatik.

Menghadapi Pilkada serentak Juni 2018, Golkar ungkap Amran sangat menyadari, kontestasi pilkada tak lagi ditentukan oleh parpol pengusung. Banyak variabel yang menentukan terpilih tidaknya seseorang dalam panggung politik Pilkada.

Karena itu, mekanisme paling tepat terang mantan Ketua HMI Cabang Palu ini adalah melalui survei. Dengan demikian lanjut Amran, dasar pencalonan tidak lagi ditentukan semata-mata dengan modal NPAG atau kartu anggota Golkar.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital