Minggu, 9 Agustus 2026
Agama  

Kesadaran Masyarakat Membayar Zakat Cukup Tinggi

PALU EKSPRES, PALU – Kesadaran masyarakat Muslim khususnya di Provinsi Sulawesi Tengah terkait pembayaran zakat, dinilai telah cukup tinggi. Penilaian ini disampaikan Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Islam (Bimais) Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulteng, H. Muh. Ramli, saat dihubungi media ini, Rabu 6 Juni 2018.

Menurutnya, hal ini dapat dilihat dari realisasi zakat utamanya oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) baik di tingkat Provinsi maupun di tiap daerah, serta badan amil zakat independen lainnya, yang sudah cukup bagus menyentuh ke tiap elemen masyarakat.

“Menurut saya kesadaran masyarakat Sulteng dalam membayar zakat sangat bagus. Bisa kita lihat realisasi zakat di Baznas tiap Kabupaten sudah cukup bagus, boleh dikatakan sudah baik lah untuk pelaksanaan zakat oleh masyarakat,” kata Ramli.

Meski begitu, ia mengaku pihak Kementerian Agama terus menyampaikan imbauan kepada masyarakat Muslim, untuk betul-betul memerhatikan masalah zakat, sebagai salah satu kewajiban dalam agama Islam, baik zakat fitrah pada bulan Ramadan ataupun zakat mal (harta).

Dalam imbauan tersebut, ia menekankan pentingnya masyarakat Muslim untuk terbuka dengan Baznas atau badan amil zakat lainnya, agar perhitungan zakat yang dikeluarkan dapat sesuai dengan ketentuan syariat. Pengefektifan peran Baznas tersebut, kata Ramli, merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat Muslim terkait kewajiban zakat.

“Tetap kita mengimbau kepada masyarakat, terutama terkait zakat mal atau zakat harta. Kita meminta juga agar terbuka dengan Baznas di daerah masing-masing, supaya bisa dibantu jangan sampai dia sudah merasa melaksanakan kewajiban, tetapi hitungannya tidak sesuai. Itu yang perlu diingatkan lagi, supaya para muzakki (wajib zakat-red) benar-benar dapat membersihkan harta dan jiwanya dengan zakat,” jelasnya.

Selain itu, Ramli juga menyebutkan pihaknya terus mendorong peran para penyuluh serta seluruh Kantor Urusan Agama (KUA), untuk dapat memberikan penyuluhan terkait masalah zakat di tengah-tengah masyarakat.

“Salah satu dari delapan tema penyuluhan kepada masyarakat, adalah tentang masalah zakat. Kalau para penyuluh bekerja sepanjang tahun, secara fungsional menyampaikan itu ke tengah-tengah masyarakat,” tandasnya.

(abr/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital