Rabu, 2 September 2026
Palu  

9.600 Warga Balaroa Tidak Dapat Jatah Hidup

PALU EKSPRES, PALU– Sebanyak kurang lebih 9.600 korban bencana likuefaksi di Kelurahan Balaroa dilaporkan belum mendapat jaminan hidup (Jadup) ataupun bantuan logistik dari pemerintah.

Hal itu dibeberkan Sekretaris Forum Korban Likuifaksi Kelurahan Balaroa, Agus Mangkona dalam forum libu ntodea yang digelar di Jalan Tupu Sado Kelurahan Balaroa, Rabu malam 27 Februari 2019.

Menurut Agus, penyebabnya lantaran nama-nama  warga tersebut tidak masuk dalam basis data pengungsi untuk Kelurahan Balaroa yang sebelumnya  diterbitkan Bappeda Palu. Sementara acuan pembanguan acuan pembanguan Jadul maupun logistik adalah data tersebut.

“Sudah empat bulan lebih kondisi itu terjadi di Kelurahan Balaroa,”kata Agus dalam forum itu.

Menurutnya, basis data yang tidak akurat juga menyebabkan warga korban bencana likuefaksi bingung. Karena nama-nama yang tidak terdata itu otomatis tidak akan diambil untuk relokasi menempati hunian sementara (Huntara) maupun hunian tetap (Huntap).

Agus pun memprotes statemen Wakil Presiden RI M Jusuf Kalla terkait penyakitan dana stimulan perbaikan rumah rusak. Menurutnya sampai saat ini penyaluran dana itupun belum jelas. Akhirnya kata dia, banyak korban yang akhirnya membangun rumah singgah secara swadaya.

Begitu juga soal kejelasan ganti rugi atas tanah warga yang tersapu likuefaksi. Yang menurut Agus, warga masih punya hak karena memiliki sertifikat sebagai penguat hak keperdataan.

“Pembangunan rumah singgah itu sebenarnya bentuk protes atas ketidakjelasan semua proses penanganan bencana yang dilakukan pemeirntah,”jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Palu, Erfandi, menyebut, Pemkot perlu menyampaikan setiap perkembangan informasi terkait rencana pembangunan Kota Palu. Khususnya rencana menyangkut pemberian hak korban bencana.

“Contohnya saja soal jumlah huntara yang tidak sebanding dengan jumlah pengungsi, Itu diawali ketidakjelasan informasi”kata Erfandi.

Demikian halnya mengenai  data pengungsi. Karena ketidakjelasan informasi,  akhirnya  muncul opini masyarakat bahwa mereka tidak akan didata di Balaroa apabila mereka mengungsi ditempat lain.

“Itu semua penyebab mengapa kemudian banyak warga Balaroa yang tidak terdata,”ujarnya.

Menjawab itu, Kepala Bappeda Palu Arfan menyatakan bahwa untuk data pengungsi saat ini pihaknya tengah melakukan perbaikan data. Sejauh ini basis data pengungsi  sudah sampai tahap 2. Untuk mengakomodir warga pengungsi yang belum masuk dalam basis data tahap dua, maka akan dimasukkan dalam basis data tahap tiga.

“Jadi yang sejauh ini belum terdata, itu akan dimasukkan dalam data tahap tiga,”jelas Arfan.

Mengenai ganti rugi lahan warga yang terdampak likuefaksi, Arfan menjelaskan, secara umum telah dimasukkan dalam data kerugian bencana Kota Palu.  Pemkot Palu menurutnya mengajukan nilai kerugian atas infrastruktur secara total sebesar Rp6triliun.

“Kerugian itu sudah kami laporkan. Termasuk kerugian warga atas tanah terdampak likuefaksi. Kita berharap, mudah mudahan ada kebijakan ganti rugi atas laporan tersebut,”demikian Arfan.

(mdi/palu ekspres)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam