SOSIALISASI – Suasana sosialisasi penyusunan dokumen lingkungan pembangunan Jembatan Palu IV, di aula Kantor Camat Palu Barat, Kamis 27 Juni 2019. Foto: IMAM/PE
PALU EKSPRES, PALU – Rencana pembangunan kembali Jembatan Palu IV yang menghubungkan Kelurahan Lere Kecamatan Palu Barat dan Kelurahan Besusu Barat Kecamatan Palu Timur, disosialisasikan kepada masyarakat di kedua Kelurahan terkait.
Sosialisasi Penyusunan Dokumen Lingkungan Pembangunan Jembatan Palu IV tersebut dilakukan Pemkot Palu melalui Dinas Pekerjaan Umum, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, serta pihak Badan Kerja Sama Internasional Jepang atau Japan International Cooperation Agency (JICA), di aula Kantor Camat Palu Barat, Kamis 27 Juni 2019.
Kepala Dinas PU Kota Palu, Iskandar menjelaskan sosialisasi tersebut dilakukan kepada para warga di dua Kelurahan terkait, yang memiliki lahan terdampak rencana pembangunan kembali jembatan tersebut, untuk dimintai pendapat dan menyaring keinginan dari masyarakat untuk penyusunan UPL-UKL pembangunan jembatan.
Dalam pertemuan tersebut, masyarakat yang hadir secara umum sepakat terkait perlunya dibangun kembali Jembatan Palu IV untung menunjang aktivitas harian masyarakat Kota Palu. Namun warga juga menekankan kepada pemerintah pentingnya pembahasan dan kesepakatan terkait lahan mereka yang nantinya akan terkena dampak pembangunan jembatan tersebut.
“Perlu digali apa kemauan masyarakat, dan ternyata maunya sepakat bahwa dibutuhkan adanya jembatan IV, dan terkait lahan mereka butuh kejelasan. Olehnya itu, kita akan mengukur dulu bidang-bidang yang terkena pembangunan, setelah itu kita akan undang lagi untuk membahas itu,” jelas Iskandar.
Ia menargetkan, pembahasan terkait persoalan lahan masyarakat yang terdampak pembangunan dapat diselesaikan pada Agustus 2019, karena proses pengerjaan jembatan direncanakan dimulai periode September atau Oktober 2019 dan ditarget selesai pada tahun 2020 mendatang.
“Harapannya tahun 2020 selesai,” imbuhnya.
Pengadaan lahan untuk jalan dan penunjang jembatan Palu IV yang akan dibangun kembali diperkirakan membutuhkan lahan seluas 12.750 meter persegi di sebelah Timur, dan 16.600 meter persegi di sebelah Barat.
Jembatan yang dibangun nantinya direncanakan bertipe Balanced Cantilever dengan dimensi panjang 260 meter, lebar 12 meter dan tinggi sekitar 6,5 meter. Pembangunan jembatan bergeser dari posisi Jembatan Palu IV sebelumnya, yakni di bagian Barat 80 meter dan Timur 50 meter ke arah Selatan.
“Tidak dibangun di tempat semula karena rawan,” imbuh Iskandar lagi.
Iskandar menyebutkan pembangunan jembatan tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp300 milyar, yang seluruhnya berasal dari sumbangan penuh atau hibah dari Pemerintah Jepang melalui JICA.
“Anggaran kurang lebih Rp300 milyar bantuan dari Jepang. Ini dana hibah, adalah sumbangan seratus persen,” tandas Iskandar. (abr/palu ekspres)






