Sabtu, 8 Agustus 2026

Bentuk Koperasi Nelayan, Prabowo: Mereka Melaut Bawa Es, Punya Gudang Pendingin

Jakarta, PaluEkspres.com — Presiden RI Prabowo Subianto memastikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan menjadi pusat pelayanan ekonomi terpadu yang tidak hanya melayani kebutuhan masyarakat desa secara umum, tetapi juga memperkuat sektor perikanan melalui pembentukan koperasi nelayan secara terintegrasi di berbagai wilayah Indonesia.

Prabowo menjelaskan KDKMP akan dilengkapi berbagai fasilitas yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat desa, mulai dari kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa, hingga infrastruktur logistik dan penyimpanan hasil produksi.

“KDKMP nanti akan jadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Di dalamnya ada kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa. Kita akan buka apotek di desa dengan obat-obatan generik yang harganya jauh lebih murah dari apotek di kota,” ujar Prabowo saat berpidato pada acara Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7).

Selain itu, pemerintah juga akan membangun gudang logistik dan ruang pendingin (cold storage) agar hasil tani tidak cepat rusak sebelum dipasarkan.

“Akan ada logistik desa, akan ada gudang, akan ada cold storage supaya hasil-hasil petani tidak akan rusak, dan berbagai layanan ekonomi lainnya,” katanya.

Prabowo juga menegaskan seluruh barang bersubsidi nantinya akan disalurkan melalui KDKMP agar tidak diperjualbelikan secara bebas. Hal ini untuk memastikan warga yang menerima subsidi benar-benar tepat sasaran.

“Semua barang subsidi harus disalurkan kepada rakyat melalui Koperasi Desa Merah Putih. Barang subsidi rakyat tidak boleh diperdagangkan, supaya yang membutuhkan benar-benar menerima,” tegas Prabowo.

Tak hanya menyasar sektor pertanian, pemerintah juga akan membentuk koperasi nelayan yang dilengkapi berbagai fasilitas penunjang untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Prabowo mengatakan untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, koperasi nelayan akan memiliki gudang pendingin dan pabrik es sehingga hasil tangkapan dapat bertahan lebih lama.

“Kita juga akan buka desa-desa dan koperasi-koperasi nelayan untuk pertama kali dalam sejarah. Nelayan-nelayan kita urus, mereka juga akan punya gudang pendingin supaya ikan mereka bertahan. Untuk pertama kali, mereka akan punya pabrik es supaya mereka melaut bawa es,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah akan menyediakan kapal-kapal berukuran besar yang akan dimiliki dan dikelola langsung oleh koperasi nelayan. Namun, bantuan tersebut bukan diberikan secara cuma-cuma, melainkan melalui skema pembiayaan yang dikembalikan secara bertahap dari hasil usaha para nelayan.

“Kita akan bagi kapal-kapal besar untuk tiap desa nelayan yang akan dikerjakan, yang akan dimiliki dan dikerjakan oleh koperasi-koperasi nelayan itu sendiri. Dan mereka bukan terima hadiah, mereka cicil kembali dari hasil tangkapan ikan mereka. Jadi uang di desa nelayan, uang di desa-desa ini, koperasi adalah uang pinjaman yang akan dibayar kembali,” kata Prabowo.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital