Sabtu, 8 Agustus 2026
Seleb  

Lampor: Keranda Terbang, Teror Hantu Lampor Pencabut Nyawa

Poster film Lampor. Foto: Istimewa

Oleh Jeri Wongiyanto, Pecinta dan Pengamat Film

Selain kaya dengan budaya, negeri ini juga kaya dengan cerita-cerita mistis. Masing-masing daerah punya kisah sendiri, yang kemudian menarik banyak sineas mengangkatnya ke layar lebar.

Kini legenda dari daerah Temanggung; Lampor, setan pencabut nyawa yang menggunakan kereta terbang, di film kandengan judul “Lampor: Keranda Terbang” karya sutradara Guntur Soeharjanto.

Berkisah tentang rumahtangga Edwin (Dion Wiyoko) yang selama ini realistis harus berhadapan dengan hal-hal yang tak masuk akal. Saat ia mengalami kesulitan keuangan akibat bisnis yang terus merugi, ia berencana pulang ke kampung halaman Netta (AdiniaWirasti) istrinya di Temanggung. Demi meminjam uang pada ayahnya Jamal (Mathias Muchus) yang merupakan tokoh terpandang di desanya.

Kembalinya Netta ke kampung justru menghadirkan banyak kejadian aneh dan misteri. Ada misteri masa lalu yang tak pernah ia tahu. Kehadirannya justru tidak disukai orang-orang di desanya. Sosok hantu Lampor tak hanya meneror Netta tapi juga nyawa orang-orang yang dicintainya terancam.

Mengapa Lampor begitu memburunya? Masa lalu seperti apa yang dialami Netta sehingga begitu banyak misteri yang harus ia pecahkan demi mempertahankan hidupnya?

Film horror terbaru ini, memang berbeda dengan yang lainnya, Kekuatan film ini justru ada pada drama keluarga yang dibangun dengan kuat. Penulis skenario Alim Sudio (“Makmum”, “ Twivortiare”) cukup jeli menempatkan konflik keluarga pada horor ini, sehingga berikutnya saat teror-teror berdatangan, penonton akan terbawa arus mengikuti petualangan mengerikan Edwin dan Netta.

Tentu saja ini juga berkat acting Adinia Wirasti (“Ada Apa dengan Cinta”, “Critical Eleven”) dan Dion Wiyoko (“Susi Susanti: All Love”, “Terbang Menembus Langit”). Keduanya menunjukkan kualitas akting yang prima. Ini karena keduanya sudah pernah beradu acting menjadi suami istri dalam “Cek Toko Sebelah” Guntur Soeharjanto (“Ayat Ayat Cinta 2”, “ 99 Cahaya di Langit Eropa”) sebagai sutradara yang baru menangani genre horor patut diapresiasi, penonton akan merinding melihat sosok hantu lampor.

Siap-siap saja dengan kejutan kejutan yang bisa memacu adrenalin. Film ini memberi warna baru bagi jenis horor di film nasional kita. (*)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital