Minggu, 9 Agustus 2026

Boba, Si Minuman Primadona Generasi Milenial, Mari Cek Faktanya

Ilustrasi. Foto: Keker Fajar.co.id

PALU EKSPRES– Minuman boba saat ini memang menjadi favorit generasi milenial. Minuman segar yang disajikan dingin dan harga terjangkau. Oppss tapi jangan mengomsumsi secara berlebihan. Boba bisa ganggu metabolisme tubuh kamu lho.
Yaps, boba banyak ditemui dalam minuman yang dijajakan retail minuman. Boba yang berasal dari Taiwan yang dikenal sebagai Zenzhu Naicha. Minuman yang terbuat dari tepung tapioka yaitu tepung dari singkong.
Di Indonesia, minuman yang hits di generasi millenial ini sudah memiliki beragam varian rasa. So pasti, menggiurkan para konsumen. Hanya saja, belakangan ketenaran minuman yang berbentuk bola-bola kecil ini mengundang reaksi dari kalangan generasi muda.
Minuman dengan toping Boba cukup digandrungi banyak orang terutama anak sekolah. Tetapi, minuman dari Taiwan ini jika dikonsumsi berlebihan bisa memicu kegemukan loh gais.
Spesialis Gizi Klinik, Rumah Sakit Ibnu Sina, dr Asrini Safitri Husain MKes SpGK sebagaimana dirilis Keker Fajar.co.id, mengatakan, Boba mengandung pewarna kimia. Kadar karbohirat dan gulanya begitu tinggi. Sehingga bagi orang yang diet sangat tidak dianjurkan mengonsumsi bubble tea.
“Karena bubble tea ini dicampurkan dengan gula maka khasiatnya pun sebenarnya tidak besar. Hanya menghasilkan energi saja karena mengandung karbohidrat dan gula yang tinggi,” ungkapnya.
Komposisi gulanya pun sangat tinggi jadi bisa berefek pada kenaikan berat badan bahkan memicu obesitas gais. Dan nanti, pada akhirnya akan mengganggu metabolisme sehingga menyebabkan penyakit jantung, diabetes dan gagal ginjal. Apalagi boba sendiri dicampurkan pada minuman yang manis kan, sehingga menambah tingginya kadar gula di dalam tubuh saat dikonsumsi.
Boba boleh saja sih dikonsumsi asal tak berlebihan, sebaiknya konsumsi boba hanya sekali sebulan. Kalau terbuat dari tepung tentunya mudah dicerna apalagi akan diubah menjadi glukosa untuk sumber energi, tetapi sebaiknya diimbangi dengan konsumsi serat yang cukup,” beber dosen Fakultas Kedokteran UMI tersebut.
Nah, di ulasan ini sebagaimana dirilis KeKeR.Fajar.co.id juga berbagi informasi beberapa fakta tentang boba. Cekidot!!!

1.Jadi Rebutan
Sebelum digandrungi khalayak seperti sekarang ini, dulunya boba tuh jadi rebutan dua perusahaan terkenal di Taiwan, Chun Shui Tang dan Hanlin Tea. Ini karena pendiri Hanlin Tea kala itu, Tu Zonghe di tahun 1986 membuat teh susu mutiara. Setahun setelahnya, Chun Shui Tang juga melakukan eksperimen membuat mutiara yang dimasukkan ke dalam minum es teh lemonnya.

2.Dari Tepung Kanji
Pada dasarnya itu bahan baku boba ini terbuat dari tepung tapioka yang merupakan ekstrak dari umbi singkong. Nama lainnya tepung singkong atau tepung kanji.

3.Kandungan Boba
Mutiara-mutiara yang ada di dalam boba itu terbuat dari tepung singkong. Otomatis sudah ada kandungan kaarbohidratnya dong. Belum lagi jika mutiara yang kenyal-kenyal gitu, dicampur dengan minuman teh dicampur susu. So, kandungan gulanya akan lebih tinggi.

4.Pemicu Penyakit
Kandungan karbohidrat pada boba bisa memicu penyakit diabetes jika dikomsumsi secara berlebihan. Ujung-ujungnya memiliki potensi terserang penyakit jantung. Dalam sebuah website kesehatan menyatakan bahwa kandungan gula dalam bubble milk tea (boba) itu sebesar 38gram dan kalori sebanyak 299 kkal setiap porsinya. Padahal, kebutuhan gula tambahan bagi tubuh kita itu nggak boleh lebih dari 150 kkal per hari buat cowok dan 100 kkal per hari buat cewek. (*)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital