Minggu, 9 Agustus 2026

Jalur Prestasi Tak Berdasar UN, Bisa Sertifikat Olimpiade atau Perlombaan

Ilustrasi pendaftaran peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran lalu. Foto: Dery Ridwansah/JawaPos.com

PALU EKSPRES, JAKARTA –Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan perubahan pada peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tahun ajaran 2021/2022. Hal itu tercantum dalam Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021 tentang PPDB.
Diketahui salah satu perubahannya, seperti di Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019 tentang PPDB, pada pasal 16 ayat 3 dikatakan bahwa jalur prestasi paling banyak 5 persen dari daya tampung sekolah. Sedangkan di kebijakan saat ini, potensi jalur prestasi dibuka sebesar 30 persen.

Mengenai itu, Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendikbud Chatarina Muliana Girsang menyampaikan, hal itu tidak dilakukan atas dasar untuk memunculkan kembali stigma sekolah favorit. ”Sebenarnya perubahan ini tidak dimaknai untuk memunculkan sekolah-sekolah favorit,” jelas Chatarina Muliana Girsang dalam siaran YouTube Vox Populi Institute Indonesia, Senin (15/3/2021).

Mengingat bahwa saat ini, ujian nasional (UN) juga sudah dihapus. Jadi, sekarang untuk jalur prestasi tidak berdasar UN, melainkan seluruh jenis prestasi. ”Jadi tidak ada lagi memang jalur prestasi yang hanya berdasar nilai UN, kita membuka semua ruang,” tutur Chatarina Muliana Girsang.

Dia juga telah menyosialisasikan bahwa jika ingin mendapatkan anak-anak berprestasi yang terukur, dapat menggunakan sertifikat olimpiade atau perlombaan tingkat kabupaten, kota dan provinsi, bahkan nasional. ”Itu jauh lebih terbuka, daripada kita hanya menggunakan satu satunya nilai rapor. Jadi anak yang memang berprestasi di akademik nanti dilihat, baru nanti nilai rapor sebagai penambah,” kata Chatarina. Namun, prestasi yang dilihat harus bersifat objektif. Apabila prestasi akademiknya di bidang fisika, nilai rapor yang harus dinilai adalah fisika juga. ”Jadi jangan dilihat nilai rapor, kalau memang kita benar-benar mencari anak-anak yang berprestasi sesuai dengan bakat yang diberikan Tuhan,” ujar Chatarina Muliana Girsang. (jpc/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital