Rabu, 2 September 2026
Daerah  

Masih Ingat Janji Raja Salman soal Korban Crane? Ini Pengakuan Korban Patah Kaki asal Solok

Korban Crane menanti jajnji Raja Salman

SOLOK, PE – Janji Raja Arab Saudi Salman Bin Abdulazis Al Saud untuk menyantuni puluhan korban runtuhan crane Masjidil Haram pada 11 September 2015 belum juga dilunasi. Bahkan, setelah hampir dua tahun berlalu, tak satupun kejelasan yang diterima para korban pasca kejadiaan naas itu.

Nah, beberapa korban pun memanfaatkan kedatangan Raja Salman ke Indonesia sebagai momen untuk mengingatkan dan menagih janji sang raja.

Salah satunya dirasakan korban Zulfitri Zaini, 58, warga Jorong Sungai rotan, Nagari Cupak, Kabupaten Solok yang terpaksa merelakan kaki sebelah kanannya dipotong akibat hancur tertimpa pecahan besi pada peristiwa runtuhnya crine Makkah.

Kini, untuk beraktifitas sehari-hari di dalam rumah, korban terpaksa menggunakan kursi roda.

“Kalau untuk keluar rumah, saya pakai tongkat,” kata Zulfitri memulai perbincangan dengan Padang Ekspres di kediamannya, siang kemarin, (26/2).

Raut kerisauan tampak masih bergelayut di pelipis mata guru Matematika yang akan pensiun tahun 2018 itu. Namun, ketabahannya mengikis semua kesedihan. Hampir dari semua tuturnya tanpa kekecewaan, kecuali atas janji santunan Pemerintah Arab yang telah menyebar ke seluruh pelosok Negeri.

Ibu satu orang anak itu mengisahkan, tragedi naas yang menimpanya ketika menunaikan ibadah haji dua tahun lalu terjadi di luar dugaan. Bahkan, tak sedikitpun Zulfitri berfirasat akan kehilangan kaki sebelah kanannya untuk seumur hidup. Namun, Allah berkata lain, tragedi 11 September 2015 silam menjadi duka mendalam yang harus diterimanya dengan lapang dada.

Kala itu, Buk Pit begitu sapaan akrabnya tengah berzikir usai menunaikan ibadah shalat ashar di Masjidil Haram. Namun, sekitar pukul 16.30 (waktu setempat), terdengar bunyi yang cukup keras. Seketika itu dia terperanjat, namun tidak bisa melarikan diri karena banyaknya jamaah yang masih beribadah di dalam kawasan Masjid.

“Saya shalat di lantai 3. Sedangkan crane yang roboh itu berada di lantai 2,” terangnya.

Namun entah karena tertiup angin, besi-besi crane berterbangan kemana-mana, termasuk ke lantai 3. Saat itu, para jamaah pun langsung berhamburan. Puing-puing besi yang terbang dari seluruh penjuru Itulah yang akhirnya menimpa para korban, termasuk dirinya sendiri.

Zulfitri sendiri mengalami luka yang cukup banyak. Mulai dari pergelangan tangan sebelah kiri, lengan sebelah kiri yang mengalami luka serius. Paling parah menimpa kaki sebelah kanannya.

“Saya tidak tahu persis bagaimana keadaan kaki sebelah kanan saya saat itu. Yang jelas malam harinya, kaki saya diamputasi,” terang guru yang telah mengabdi 22 tahun di SMPN 1 Gunungtalang itu.

Zulfitri tidak menyangka, kedatangannya ke Makkah untuk beribadah dan menunaikan rukun Islam yang kelima harus ditebus dengan satu kaki. “Baru 20 hari di Makkah, kaki saya putus. Tapi, Alhamdulillah, saya masih bisa kembali ke kampung halaman walaupun tanpa satu kaki,” kenangnya.

Sesampainya di tanah air, tepatnya tanggal 2 Oktober 2015, Zulfitri lantas mengupayakan pengobatan kakinya yang sampai hari ini masih belum pulih total. Bahkan, sesekali masih mengeluarkan darah.

“Luarnya sudah kering, di dalamnya belum sepenuhnya,” terang perempuan yang telah ditinggal mati oleh suaminya itu.

Awal tahun 2016 lalu, Zulfitri Zaini pun membeli kaki palsu senilai Rp 28,5 juta di Bukittinggi dengan uang pribadi. Konon, biaya pembelian kaki palsu itu didapatnya dari hasil peminjaman Koperasi senilai Rp 30 juta.
Kalaupun dibantu BPJS Kesehatan hanya Rp 2,5 juta, itupun diberikan setelah 6 bulan pembelian.

“Selama 30 bulan lamanya saya ngutang Koperasi untuk beli kaki palsu ini dengan angsuran Rp 1,3 juta/bulan. Uang pribadi saya tidak punya,” terang Zulfitri sambil memperlihatkan kaki palsu yang jarang digunakan itu.

Sampai hari ini, Zulfitri masih rutin berobat. Terutama untuk menghilangkan rasa ngilu di bekas amputasinya itu. “Saya pakai BPJS iya. Tapi, tidak semua obat ditanggung. Untuk beli obat luar saja, saya harus merogoh kocek Rp 900 ribu yang isinya cuma 3 butir. Itu yang bagus untuk pengeringan luka dan menghilangkan rasa ngilu,” kata Zulfitri yang tidak tahu berapa total uangnya yang sudah habis untuk biaya pengobatan.

Tinggal Sendiri, Tetap Mengajar

Di lain hal, Hajjah malang itu hanya tinggal sendirian di rumahnya. Sedangkan anak dan menantunya berada di Pekanbaru. Untuk keperluan sehari-hari, seperti memasak, mencuci, Zulfitri dibantu adiknya yang tinggal tidak jauh dari kediamannya.

“Saya yang mengantarkan nasi untuk Buk Pit,” timpal adik kandungnya, Zalfini, 48.

Selebihnya, untuk aktifitas sehari-hari, Zulfitri enggan dibantu. Dia menjalani kehidupannya sendiri dengan kursi roda, tongkat dan kaki palsu.

“Beliau tidak mau tinggal di tempat saya dan memilih tetap di rumahnya, meskipun sendiri,” jelas Zalfani.

Zulfitri mengaku, tiada yang berbeda dari hari-hari sebelum kakinya diamputasi. Hanya saja, dia tidak lagi bisa melakukan segala sesuatu sendirian. Kursi roda ini misalnya lanjut Zulfitri, hanya digunakan di dalam rumah. Sedangkan tongkat dipakainya untuk keperluan ke luar rumah.

“Kaki palsu masih jarang saya gunakan, sebab masih ngilu. Menurut dokternya, saya akan efektif memakai sepatu ini setelah dua tahun ke depan atau saat rasa ngilu di kaki ini sudah hilang total,” katanya lagi.

Anak ke-4 dari 8 orang bersaudara itu mengatakan, dia masih menjalani kewajibannya sebagai seorang guru. “Bosan di rumah terus. Saya pergi dengan tongkat, mengajar 3 kali dalam seminggu,” terangnya.

Dijanjikan Santunan Rp 3,8 Miliar

Kendati demikian, Zulfitri masih tetap berharap atas janji santunan yang sebesar Rp 3,8 miliar dari Pemerintah Arab Saudi yang telah diumumkan pada seluruh masyarakat Indonesia dan bahkan dunia.

Menurut Zulfitri, Raja Salman hanya menyampaikan janji melalui media cetak dan elektronik. Namun, tidak bertatap muka langsung dengan korban. Dia berharap, pemerintah Arab Saudi dapat merealisasikan janjinya. Sehingga, dapat meringankan beban biaya pengobatan kaki yang ditanggungnya selama ini.

Di samping itu, Pemerintah Kabupaten Solok sendiri juga belum pernah memberikan bantuan ataupun perhatian terhadap korban crane Makkah tersebut. “Kalau Kemenag pernah sekali membesuk saat baru pulang,” sebut Zulfitri.

Atas kejadian itu sendiri, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang, juga mengingatkan Raja Salman terhadap janjinya sendiri dan meminta Presiden Jokowi mendesaknya untuk segera menepati janjinya terhadap korban-korban kecelakaan crane.

“Nasib korban crane sekarang bergantung pada kegigihan Pemerintah Indonesia untuk mendesak Pemerintahan Arab Saudi,” terang Direktur LBH Padang, Era Purnama Sari.

Era menyebutkan, setidaknya ada 33 orang jamaah Indonesia yang ditimpa musibah robohnya crane di Masjidil Haram. Lantas, selayaknya Presiden Jokowi mendesak Raja Arab untuk menuntaskan janjinya ketika berkunjung ke Indonesia beberapa hari mendatang.

“Presiden tidak boleh melupakan hal itu. Mesti mendesak Pemerintah Arab untuk menepati janjinya,” kata Era dalam siaran persnya.

(rch/JPG/PE)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam