Minggu, 9 Agustus 2026

Korupsi di Bank Jatim Rp1,5 Miliar, Diduga Kerjasama Oknum Karyawan dan Nasabah

Proses penyidikan perkara dugaan korupsi PT Bank Jatim Cabang Mojokerto di Kantor Kejari Kota Mojokerto, Kamis (6/1/2022) Foto: (Kejari Kota Mojokerto/Antara/Jawapos)

PALUEKSPRES, MOJOKERTO- Bekas pimpinan PT Bank Jatim Cabang Mojokerto pada 2013–2014, Amiruddin (AMD), bersama Rizka Arifiandi (RZA), karyawan PT Bank Jatim Cabang Mojokerto, dan Iwan Sulistyono (IWS) pengusaha diduga melakukan korupsi di PT Bank Jatim.

Akibat perbuatan ketiganya, negara ditaksir mengalami kerugian senilai Rp1,5 miliar.

”Tersangka IWS adalah nasabahnya. Saat itu menjabat sebagai Komisaris PT Mega Cipta Selaras hingga 2014,” demikian Kepala Kejari (Kajari) Kota Mojokerto Agus Herimulyanto dikutip dari Jawapos Jumat, (7/1/2022).

Kajari Agus menyatakan, telah menyelidiki perkara itu sejak sekitar enam bulan lalu. ”Kami menetapkan tiga orang tersangka yang langsung kami tahan selama 20 hari ke depan,” kata Agus seperti dilansir dari Antara, Kamis (6/1) malam.

Modusnya, lanjut dia, tersangka IWS mengajukan kredit modal kerja. Setelah dananya dicairkan diketahui terjadi penyimpangan prosedur penyaluran.

Tidak cuma itu, Kajari Agus menyatakan, juga ditemukan penyimpangan peruntukan atau penggunaan. Penyidik Kejari Kota Mojokerto mengungkap dugaan penyimpangan terjadi dalam penyaluran dan penggunaan kredit modal kerja dari Bank Jatim Cabang Mojokerto kepada CV Dwi Dharma pada 2013 dan PT Mega Cipta Selaras pada 2014.

”Berdasar laporan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Provinsi Jatim, ditemukan kerugian negara mencapai Rp 1,5 miliar,” terang Agus.

Tidak cuma itu, Kajari Agus menyatakan, juga ditemukan penyimpangan peruntukan atau penggunaan. Penyidik Kejari Kota Mojokerto mengungkap dugaan penyimpangan terjadi dalam penyaluran dan penggunaan kredit modal kerja dari Bank Jatim Cabang Mojokerto kepada CV Dwi Dharma pada 2013 dan PT Mega Cipta Selaras pada 2014.

”Berdasar laporan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Provinsi Jatim, ditemukan kerugian negara mencapai Rp 1,5 miliar,” terang Agus.

Para tersangka dijerat pasal 2 ayat (1) juncto pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), subsider pasal 3 juncto pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999. (jp/pe)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital