Minggu, 9 Agustus 2026

April 2022, Palu Alami Inflasi Tertinggi Kurun Empat Tahun

Kepala BPS Kota Palu G. A Nasser. Foto: Dok

PALUEKSPRES, PALU– Kota Palu mengalami  inflasi tertinggi kurun empat tahun terakhir. Berdasarkan laporan BPS,  Kota Palu mengalami inflasi 1,42 persen di periode April 2022.

Bulan sebelumnya, Kota Palu pernah mencatat inflasi tertinggi yaitu 1,11 persen pada Maret 2022. Kondisi yang sama juga tercatat pada Januari 2022, Kota Palu mengalami inflasi sebesar 1,11 persen. Hanya di bulan Februari 2022, Kota Palu mengalami deflasi sebesar 0,52 persen.

Angka inflasi tinggi hampir secara berurutan selama tiga bulan di awal 2022 mengakibatkan laju inflasi tahun kalender Kota Palu sudah mencapai 3,14 persen di periode April 2022, tertinggi ke-tiga se Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua).

“Inflasi tahun kalender tertinggi ditempati oleh Merauke, disusul Bau-Bau, dan ketiga adalah Kota Palu. Sedangkan inflasi year on year (April 2022 terhadap April 2021) sebesar 4,61 persen,” kata Kepala BPS Kota Palu, G. A Nasser, Senin (9/5/2022).

Inflasi sebesar 1,42 persen  yang dialami Kota Palu pada periode April 2022 dipengaruhi oleh kenaikan indeks harga atau inflasi yang terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau  sebesar 4,16 persen.  Diikuti oleh kelompok transportasi  sebesar 1,98 persen.

Selanjutnya,  kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga  sebesar 0,26 persen, disusul  kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya  sebesar 0,19 persen.  Kemudian kelompok perlengakapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga  sebesar 0,18 persen.

“Sedangkan pada kelompok pendidikan serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran pada bulan ini terpantau stabil,” ujar G. A Nasser.

Inflasi Kota Palu lanjutnya, disumbangkan oleh andil positif pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau  sebesar 1,06 persen; kelompok transportasi  0,27 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,05 persen; kelompok perlengakapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya masing-masing sebesar 0,01 persen.

Sedangkan untuk kelompok pakaian dan alas kaki serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya juga memiliki andil positif terhadap inflasi, namun andilnya kurang dari 0,01 persen.

Adapun beberapa komoditas yang memiliki andil positif terhadap Inflasi April 2022 di antaranya, minyak goreng  sebesar 0,47 persen,  ikan selar/ ikan tude 0,32 persen,  angkutan udara 0,23 persen,  ikan cakalang/ikan sisik 0,10 persen; bahan bakar rumah tangga, cumi-cumi, parfum dan kangkung masing-masing 0,03 persen.

Sementara itu, beberapa komoditas yang memiliki andil negatif terhadap inflasi April 2022 antara lain,  cabai rawit  sebesar 0,09 persen,  ikan teri  0,04 persen,  popok bayi sekali pakai/diapers dan bensin masing-masing 0,03 persen,  baju muslim wanita dan bawang merah masing-masing 0,02 persen.

Sedangkan untuk komoditas jeruk nipis/limau, cabai merah, ikan katamba, dan celana panjang jeans anak memiliki andil sebesar 0,01 persen. (bid/paluekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital