Sabtu, 8 Agustus 2026
Berita  

Tak Kenal Istirahat, Tiba di Arkansas Mentan Amran Langsung Briefing Terkait Pertanian Modern

PALUEKSPRES.COM, ARKANSAS – Setelah perjalanan darat dan udara selama 31 jam lebih dari Cuiaba, Brazil ke Arkansas, Amerika Serikat, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman langsung melakukan Briefing saat tiba di bandara Little Rock, Sabtu 14 September 2024 pukul 10.30 pagi (GMT -5).

Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA UNHAS) ini meninggalkan arena G-20 Agricola Ministerial Meeting menuju Arkansas untuk melihat langsung sistem pertanian modern di Arkansas.

Negara bagian Amerika ini memiliki luas lahan pertanian padi 600 ribu Hektar yang dikelola dengan sistem pertanian modern.

Dalam ruang rapat milik otoritas bandara, tak kenal lelah, Mentan Amran langsung meminta laporan dari Desrial, tenaga ahli menteri yang mendahului tiba di Arkansas untuk survei awal.

Dari laporan Desrial didapatkan info bahwa pertanian modern di Arkansas dijalankan dengan sistem keluarga di mana petani tidak menyewa tenaga kerja lagi karena telah dikelola menggunakan alat mesin pertanian modern.

Rata-rata petani memiliki lahan 4.000 acre yang setara 1.600 hektar.

Produksi rata-rata perhektar menurut report Kementerian Pertanian Negara Bagian Arkansas 9,3 ton per hektar.

Sistem yang sangat berbeda adalah petani di Arkansas mengolah dalam keadaan kering, lalu benih ditanam.

Setelah tumbuh baru diberi air (diairi), dikarenakan faktor musim di mana saat musim dingin gulmanya mati dan bekas tanaman telah membusuk.

Jadi setelah masuk musim semi, mereka mengolah tanah tanpa perlu mengairi lagi.

Sebelum diolah calon-calon gulma yang akan tumbuh disemprot dengan herbisida.

Mendapatkan laporan ini Mentan Amran lalu berkesimpulan bahwa cara bertani yang jauh berbeda karena faktor musim ini memang berbeda dengan Indonesia yang berada di daerah tropis.

Namun sistem penggunaan alat mesin pertanian modern mereka dapat diterapkan kelak di Indonesia.

Diketahui saat ini Kementerian Pertanian berjuang untuk mencapai swasembada dan visi Indonesia sebagai lumbung pangan dunia dengan melakukan target cetak sawah sebanyak 3 juta hektar.

Jika menggunakan tenaga manusia, maka program ini akan membutuhkan 6 juta tenaga kerja.

Namun jika menerapkan sistem pertanian modern dengan satu keluarga petani mengelola sampai 1000 hektar seperti di Arkansas ini, maka untuk mengelola 1 juta Hektar cukup dibutuhkan sebanyak 1.000 keluarga petani. (dan jika petani milenial terlibat, cukup 2.000 pemuda)

Hal yang paling berat dalam urusan produksi padi adalah pengolahan tanah, penanaman dan pemanenan.

Jika hal ini telah dilakukan dengan penggunaan mesin maka tidak perlu lagi ada pergerakan populasi besar-besaran ke daerah pengembangan cetak sawah seperti Merauke dan Kalimantan Tengah.

Dari informasi yang berkembang dalam pertemuan, diketahui bahwa Pemerintah Negara Bagian Arkansas berharap ada kerjasama bidang pertanian dengan Indonesia setelah mengetahui akan datangnya owner Tiran Group ini.

Di Little Rock, Mentan Amran disambut oleh Konsulat Jenderal RI Ourina Ritonga beserta tim.

Turut juga menyambut kepala otoritas bandara Bill and Hillary Clinton, Shane Carter yang meminjamkan fasilitas rapat di sela proses check out bagasi rombongan.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital