Jakarta, PaluEkspres.com– Pemerintah memastikan ketersediaan logistik bagi warga terdampak bencana gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama satu hingga dua minggu mendatang.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan bantuan logistik akan terus berdatangan hingga status tanggap darurat bencana selesai dan penanganan masuk ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Kami informasikan, baru saja kami mengecek ketersediaan, baik di Halim (Perdanakusuma), baik di Labuan Bajo, di Maumere, kondisi logistik banyak berlimpah dan masih bisa mendukung kebutuhan di bawah dalam satu minggu, dua minggu ke depan,” kata Suharyanto dalam konferensi pers, Senin (24/8).
Ia menyebut Posko Bantuan dan Satuan Tugas Kabupaten Kota yang dipimpin para Bupati, diperkuat unsur Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) dan personil dari BNPB, akan terus mendampingi masyarakat terdampak hingga kondisi benar-benar kembali pulih.
Posko-posko bantuan juga terus mendistribusikan kebutuhan logistik masyarakat terdampak, baik yang bersifat terpusat atau komunal, maupun untuk orang per orang, keluarga per keluarga, atau kelompok masyarakat kecil.
“Secara terus menerus, secara bertahap, ini tempat-tempat pengungsian mandiri ini kita perbaiki, baik shelternya, tendanya, alas tidurnya, selimutnya, matrasnya, termasuk kebutuhan-kebutuhan logistik,” kata Suharyanto.
Suharyanto tidak menampik bahwa distribusi logistik masih belum maksimal menjangkau beberapa pengungsi di lokasi-lokasi terpencil. Namun, pemerintah terus mengupayakan pengoperasian seluruh armada di tingkat kabupaten, baik roda empat, pickup kecil, sepeda motor, maupun dengan berjalan kaki untuk mendistribusikan logistik kepada warga yang membutuhkan.
“Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, kami akan berusaha sekuat tenaga agar para pengungsi mandiri yang tetap bertahan di tempat-tempat yang jauh, tidak mau mereka merapat ke titik-titik pengungsian berpusat, tetap dilayani kebutuhan logistik dan kebutuhan dasar manusia lainnya,” ucapnya.
Saat ini, pemerintah berkolaborasi dengan sejumlah kementerian/lembaga lainnya telah mengerahkan sedikitnya 16 unit armada udara, baik helikopter maupun pesawat sayap lebar, untuk mendukung distribusi logistik dan komando pengendalian.
Sementara itu, armada darat yang dioperasikan oleh posko logistik terdiri dari 27 armada truk di posko logistik Labuan Bajo, serta 18 truk dan 200 sepeda motor di posko logistik Maumere.
“Jadi barang-barang yang datang dari Halim (Perdanakusuma), yang datang langsung ke posko Aju 1, Aju 2, tidak lama-lama, segera kami kirim ke daerah,” jelasnya.
Adapun alur distribusi logistik dimulai dari pendataan kebutuhan yang diajukan oleh masyarakat, tokoh masyarakat, dan aparat untuk kemudian diajukan secara berjenjang secepat mungkin.
Data tersebut selanjutnya dihimpun di posko kabupaten/kota untuk diteruskan ke Posko Aju 1 di Labuan Bajo atau Posko Aju 2 di Maumere.
Batas input data kebutuhan adalah pukul 14.00 setiap harinya. Dengan demikian, kebutuhan harian dapat segera didorong ke masing-masing titik lokasi masyarakat yang membutuhkan.






