Jumat, 28 Agustus 2026
News  

Sejarah Panjang Juru Parkir: Dari Amerika Serikat sampai ke Indonesia

PALUEKSPRES.COM – Priiiit… Tiupan pluit pendek itu begitu akrab dengan kita. Saban hari. Di mal, di warung makan, bahkan rumah sakit.

Setelah bunyi tiupan yang menusuk telinga itu, lalu kita lihat seseorang dengan rompi hijau bertulis juru parkir alias jukir, bak polisi lalu lintas, memandu kita memarkir sepeda motor atau mobil yang kita kendarai.

Sebenarnya sejak kapan jukir ini muncul? Ia t0umbuh bersamaan dengan perkembangan kota, meningkatnya jumlah kendaraan, dan satu persoalan yang sampai sekarang tidak pernah benar-benar selesai: ruang kota selalu terbatas, sementara kendaraan terus bertambah.

Dari situlah parkir perlahan berubah. Apa yang awalnya hanya soal membantu mobil menemukan tempat, kemudian berkembang menjadi komoditas, sumber pendapatan, bahkan industri jasa dengan perputaran uang yang besar.

Ketika mobil mulai memenuhi kota

Sulit mengatakan siapa juru parkir pertama di dunia. Tetapi jejak pengelolaan parkir modern dapat ditelusuri setidaknya hingga Amerika Serikat pada dekade 1920-an.

Ketika mobil mulai menjadi bagian penting dari kehidupan perkotaan, kebutuhan akan tempat untuk menyimpan kendaraan ikut meningkat. Lahan-lahan khusus parkir mulai bermunculan dan sebagian di antaranya dikelola oleh petugas atau attendant yang menerima kendaraan dan membantu mengaturnya.

Pada 1923, misalnya, dua lahan parkir dengan kapasitas sekitar 150 mobil dibangun di dekat Country Club Plaza di Kansas City. Saat itu, parkir masih merupakan aktivitas yang relatif sederhana: kendaraan datang, petugas mengatur posisinya, dan pemilik kendaraan kemudian mengambilnya kembali.

Namun kota berkembang jauh lebih cepat daripada kemampuan ruang untuk menampung kendaraan.

Maka muncul gagasan sederhana tetapi penting: bagaimana membuat kendaraan tidak terlalu lama menguasai satu ruang parkir?

Jawabannya adalah meteran parkir.

Lima sen untuk satu jam

Pada 16 Juli 1935, Oklahoma City memasang 175 Park-O-Meter. Sistem tersebut kemudian dikenal sebagai meteran parkir pertama di dunia.

Tarifnya hanya lima sen dolar AS untuk satu jam.

Tujuannya pada waktu itu sebenarnya bukan sekadar menghasilkan pemasukan bagi pemerintah kota. Meteran parkir dirancang untuk mengatur penggunaan ruang jalan. Dengan adanya tarif dan batas waktu, kendaraan diharapkan tidak terlalu lama berada di satu tempat sehingga lebih banyak orang mendapatkan kesempatan menggunakan ruang parkir yang terbatas.

Dalam beberapa tahun, konsep tersebut menyebar dengan cepat. Pada awal 1940-an, lebih dari 140.000 meteran parkir telah digunakan di berbagai kota di Amerika Serikat.

Menariknya, kontroversinya juga sudah muncul sejak awal.

Sebagian pengemudi merasa keberatan harus membayar hanya untuk menggunakan ruang di tepi jalan. Bagi mereka, parkir berbayar terasa seperti pajak tambahan atas penggunaan jalan.

Artinya, perdebatan yang kita kenal sekarang—mengapa harus membayar parkir, ke mana uangnya, dan siapa yang berhak memungutnya—ternyata bukan persoalan baru.

Dari petugas resmi sampai juru parkir “liar”

Di Indonesia, perkembangan parkir mengambil bentuk yang sedikit berbeda.

Di satu sisi terdapat petugas resmi yang bekerja untuk pemerintah daerah, pengelola kawasan, atau perusahaan jasa parkir. Di sisi lain, kita juga mengenal orang-orang yang berdiri di ruang publik, mengatur kendaraan, lalu menarik uang parkir tanpa kewenangan yang jelas.

Dari sinilah istilah juru parkir liar muncul dan menjadi bagian dari percakapan sehari-hari.

Fenomena tersebut sebenarnya menunjukkan satu persoalan klasik dalam pengelolaan kota: selama ada ruang yang terbatas dan ada orang yang membutuhkannya, di situ hampir selalu muncul nilai ekonomi.

Ketika sistem formal tidak hadir, tidak berjalan dengan baik, atau pengawasannya lemah, akan selalu ada pihak yang mengambil kesempatan untuk mengelola ruang tersebut.

Karena itu, persoalan juru parkir liar sebetulnya tidak berhenti pada soal uang dua ribu atau lima ribu rupiah.

Persoalannya lebih besar.

Siapa yang memiliki kewenangan atas ruang publik? Siapa yang boleh menarik tarif? Berapa tarif yang seharusnya dibayar masyarakat? Dan yang tidak kalah penting: ke mana uang itu mengalir dan kepada siapa harus dipertanggungjawabkan?

Mahal karena ruang kota memang mahal

Kalau kita melihat perkembangan tarif parkir di berbagai negara, kita akan menemukan satu kenyataan sederhana: ruang di kota memang memiliki harga.

Di Amerika Serikat, tarif parkir berbeda-beda tergantung kota dan lokasi. Di kawasan pusat kota yang padat, tarif parkir di jalan dapat mencapai belasan dolar per jam. Jaraknya sangat jauh dari lima sen per jam ketika meteran parkir pertama kali diperkenalkan pada 1935.

Di Asia Tenggara pun kondisinya beragam.

Sebuah studi mengenai parkir jalanan di sejumlah kota ASEAN mencatat, misalnya, tarif di Kuala Lumpur berada di kisaran RM2–RM3 per jam. Singapura menerapkan tarif sekitar S$0,60–S$1,20 per setengah jam pada sejumlah lokasi, sementara Bangkok memiliki rentang tarif yang lebih beragam tergantung lokasi dan jenis kendaraan.

Singapura bahkan menerapkan sistem tarif yang berbeda berdasarkan lokasi, waktu, dan jenis fasilitas parkir. Data resmi LTA menunjukkan ada fasilitas yang menggunakan tarif per 30 menit, sementara lokasi lainnya menggunakan tarif berdasarkan sekali masuk.

Dengan demikian, parkir sebenarnya bukan sekadar kegiatan “membayar karena berhenti”.

Parkir adalah cara sebuah kota memberi harga terhadap sesuatu yang langka: ruang.

Ketika peluit berubah menjadi sistem

Perubahan paling besar terjadi ketika parkir masuk ke dunia bisnis modern.

Di mal, rumah sakit, hotel, apartemen, gedung perkantoran, kampus, pusat perdagangan, hingga kawasan komersial, parkir kini bukan lagi sekadar seseorang yang berdiri di pintu masuk sambil membawa peluit.

Di belakangnya ada sistem yang jauh lebih kompleks.

Ada barrier gate, tiket elektronik, pembayaran cashless, kamera, pencatatan transaksi, pusat kendali, sistem keamanan, pengaturan arus kendaraan, pembagian shift petugas, hingga laporan pendapatan.

Di titik inilah perusahaan pengelola parkir masuk dan mengubah aktivitas sederhana tersebut menjadi sebuah operasi bisnis.

Perusahaan seperti Sun Parking, misalnya, berada dalam ekosistem industri tersebut. Parkir tidak lagi dipandang hanya sebagai aktivitas tambahan, tetapi sebagai layanan yang membutuhkan tenaga manusia, teknologi, keamanan, administrasi, dan sistem pengawasan.

Satu tempat parkir mungkin terlihat kecil.

Tetapi coba kalikan dengan ribuan kendaraan setiap hari.

Di sebuah pusat perbelanjaan, rumah sakit, atau kawasan perkantoran, transaksi parkir yang nilainya terlihat kecil bagi satu orang dapat berubah menjadi angka yang sangat besar ketika dikumpulkan dalam skala ribuan bahkan jutaan transaksi.

Di situlah nilai ekonominya mulai terlihat.

Dari peluit ke industri

Pada akhirnya, perjalanan juru parkir adalah gambaran kecil tentang bagaimana sebuah kota berkembang.

Dulu, seorang manusia berdiri di pinggir jalan dengan peluit. Tugasnya sederhana: membantu pengemudi menemukan ruang kosong dan memastikan kendaraan tidak saling bertabrakan.

Hari ini, aktivitas yang sama dapat melibatkan perusahaan, ribuan pekerja, teknologi digital, kamera pengawas, sistem pembayaran elektronik, pusat kendali, hingga pengelolaan data transaksi.

Peluitnya mungkin masih terdengar sama. Tetapi dunia di belakang peluit itu sudah berubah.

Dari sekadar membantu sebuah mobil mencari tempat, parkir telah menjadi bagian dari ekonomi perkotaan—sebuah industri yang hidup dari satu hal yang sejak dahulu selalu terbatas: ruang. ***

Studi Kasus Mahjong Ways Menunjukkan Perubahan Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Akibat Baris Tambahan
Sering Terjadi Kesalahpahaman Bahwa Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Menandakan Hasil Putaran Berikutnya
Perbandingan Tampilan Antara Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dalam Menyajikan Informasi Fitur Di Layar Seluler Modern
Direkapitulasi Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Menuju Industri Game Digital Modern
Tanpa Mencampurkan Dengan Peran Wild, Fungsi Scatter Mahjong Ways Dapat Dikenali Dalam Susunan Kemenangan
Penyelaman Mengungkap Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital
Media Gaming Mengungkap Perjalanan Mahjong Ways 2 Dalam Menghadapi Perubahan Tren Industri Hiburan Digital
Baccarat Ditampilkan Dalam Catatan Perubahan Platform Media Gaming Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain
Pergeseran Media Modern Menjadikan Wacana Kasino Online Sebagai Sorotan Baru Masyarakat
Perubahan Gaya Platform Membawa Bakarat Digital Menjadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern
Perkembangan Komunitas Mahjong Ways Digital Dorong Kebangkitan Popularitas di Indonesia
Tren Mahjong Ways Mobile Gaming Terbaru Hadirkan Kebangkitan Jadi Sorotan Utama
Kenapa Mahjong Ways Tetap Viral? Alasan Ini Bikin Kaget!
Fenomena Game Bertema Oriental Bangkit Kembali, Mahjong Ways Jadi Sorotan Utama
Strategi Mahjong Ways Tetap Digemari Di Tengah Persaingan Game Online Diungkap Media Digital
Transformasi Industri Mahjong Ways Digital Perjalanan Panjang Menuju Inovasi
Kebangkitan Platform Game Mahjong Ways dalam Era Perkembangan Digital
Meski Zaman Berubah, Mahjong Ways Tetap Favorit! Ini Rahasianya
Mahjong Ways Masih Jadi Perbincangan Hangat! Komunitas Gaming Ungkap Alasannya
Evolusi Mahjong Ways Dari Masa Ke Masa Yang Bikin Penasaran Diungkap Laporan Industri
Mahjong Ways Tetap Eksis! Ini Rahasia Bertahan di Tengah Persaingan Industri Game Ketat
Identitas Visual Mahjong Ways Bikin Penggemar Terpikat! Media Online Soroti Konsistensinya
Tren Digital Menggairahkan Lagi! Game Penghasil Uang Cepat Jadi Sorotan Publik
Kenapa Game Penghasil Uang Cepat Menarik Minat Pemain Indonesia? Ini Alasannya!
Benarkah Game Penghasil Uang Cepat Makin Diminati? Faktanya Mengejutkan!
Majestic Treasures Menarik Perhatian Komunitas Game Digital Lewat Pesona Khas dan Ragam Strategi Menarik
Mahjong Ways 2 Ramai Dibahas Lagi! Ini Dampak Besar pada Industri Game Digital Indonesia
Mahjongways Kasino Online Viral di Komunitas Game dan Mulai Disebut sebagai Sumber Penghasilan Baru
Mahjong Ways Kembali Jadi Sorotan! Penggemar Game Penghasil Uang di Indonesia Serbu
Game Penghasil Uang Mulai Dilirik Media Game Mobile di Tengah Pergeseran Tren Global