Kamis, 27 Agustus 2026
News  

12 Kebiasaan Unik yang Sering Dimiliki Orang dengan IQ Tinggi, dari Suka Bicara Sendiri hingga Menunda Pekerjaan

sejumlah penelitian yang dikutip dalam artikel YourTango menunjukkan bahwa beberapa perilaku tersebut dapat berkaitan dengan cara tertentu dalam berpikir, kreativitas, rasa ingin tahu, dan kemampuan kognitif.
Sejumlah penelitian yang dikutip dalam artikel YourTango menunjukkan bahwa beberapa perilaku tersebut dapat berkaitan dengan cara tertentu dalam berpikir, kreativitas, rasa ingin tahu, dan kemampuan kognitif.

PALUEKSPRES.COM – Ada orang yang terlihat sedikit berbeda dari kebanyakan orang. Mereka bisa menghabiskan waktu berjam-jam mempelajari sesuatu yang sama sekali tidak berkaitan dengan pekerjaan, berbicara sendiri ketika sedang berpikir, mencoret-coret kertas saat rapat, atau justru baru menyelesaikan pekerjaan ketika tenggat waktu sudah sangat dekat.

Sekilas, kebiasaan seperti itu mungkin terlihat aneh. Namun, sejumlah penelitian yang dikutip dalam artikel YourTango menunjukkan bahwa beberapa perilaku tersebut dapat berkaitan dengan cara tertentu dalam berpikir, kreativitas, rasa ingin tahu, dan kemampuan kognitif.

Tentu saja, tidak berarti setiap orang yang melakukan kebiasaan ini otomatis memiliki IQ tinggi. IQ sendiri harus diukur melalui tes yang terstandar. Kebiasaan sehari-hari lebih tepat dipandang sebagai kecenderungan yang menarik untuk diamati, bukan sebagai alat untuk menentukan kecerdasan atau IQ seseorang.

Lantas, kebiasaan apa saja yang sering dikaitkan dengan orang-orang yang memiliki kemampuan kognitif tinggi?

1. Senang mempelajari banyak keterampilan

Orang yang sangat ingin tahu biasanya tidak puas hanya menguasai satu bidang. Mereka bisa belajar bahasa asing, bermain alat musik, mempelajari teknologi, membaca sejarah, mencoba menggambar, hingga mendalami keterampilan yang sama sekali tidak berhubungan dengan pekerjaan.

Dorongan tersebut salah satunya muncul karena mereka membutuhkan rangsangan intelektual baru. Ketika sesuatu terasa terlalu mudah atau monoton, mereka cepat merasa bosan dan mencari tantangan berikutnya.

Karena itu, seseorang yang memiliki banyak hobi dan keterampilan bukan selalu berarti tidak fokus. Bisa jadi, ia memang menikmati proses belajar dan merasa tertantang ketika harus memahami sesuatu yang baru.

2. Sering berbicara dengan diri sendiri

Berbicara sendiri sering dianggap aneh. Padahal, dalam kondisi tertentu, kebiasaan tersebut justru dapat membantu seseorang berpikir.

Mengucapkan sesuatu dengan suara keras dapat membantu seseorang mengingat informasi, mempertahankan fokus, atau mengurai persoalan yang rumit. Penelitian psikologi yang dikutip YourTango menunjukkan bahwa berbicara kepada diri sendiri dapat membantu proses memori dan perhatian.

Misalnya, ketika menghadapi masalah sulit, seseorang mungkin berkata, “Kalau begini, berarti masalahnya ada di sini.” Percakapan sederhana semacam itu sebenarnya merupakan salah satu cara otak menyusun informasi.

Jadi, jika sesekali Anda mendapati diri sendiri sedang berbicara ketika berpikir, tidak perlu langsung menganggapnya sebagai sesuatu yang buruk.

3. Ruang kerja atau kamar sering berantakan

Meja penuh kertas, buku yang berserakan, kabel tidak tertata, atau barang-barang yang tampaknya tidak memiliki tempat khusus sering diasosiasikan dengan orang yang tidak terorganisasi.

Namun, penelitian yang dikutip dalam artikel tersebut menemukan hubungan menarik antara lingkungan yang berantakan dan kreativitas. Studi dari Carlson School of Management, University of Minnesota, menunjukkan bahwa kondisi yang tidak terlalu rapi dapat mendorong pemikiran kreatif pada situasi tertentu.

Bagi sebagian orang, kekacauan di meja bukan masalah utama karena perhatian mereka sedang terserap pada pekerjaan atau gagasan yang ada di kepala.

Meski demikian, tentu saja bukan berarti kamar berantakan adalah bukti seseorang jenius. Kerapian dan kecerdasan merupakan dua hal yang berbeda.

4. Sering melamun atau “terhanyut” dalam pikiran

Pernah ditegur karena terlihat melamun, padahal sebenarnya sedang memikirkan sesuatu?

Kebiasaan mudah kehilangan perhatian sejenak tidak selalu berarti seseorang malas atau tidak fokus. Dalam kondisi tertentu, pikiran yang mengembara justru dapat membuka ruang bagi munculnya ide baru.

Penelitian yang dikutip YourTango menyebutkan bahwa orang dengan otak yang bekerja secara efisien mungkin memiliki kapasitas mental yang memungkinkan pikirannya lebih mudah mengembara. Melamun juga dapat membantu seseorang menjadi lebih fleksibel dan kreatif dalam berpikir.

Namun, tentu saja ada perbedaan antara melamun secara produktif dan mengalami kesulitan mempertahankan perhatian ketika harus menyelesaikan tugas.

5. Lebih aktif pada malam hari

Sebagian orang justru merasa otaknya bekerja paling baik ketika malam tiba.

Ketika suasana lebih tenang dan gangguan berkurang, mereka mendapatkan ruang untuk membaca, menulis, berpikir atau mengerjakan sesuatu yang membutuhkan konsentrasi.

Artikel tersebut mengutip penelitian dalam BMJ Public Health yang menemukan adanya hubungan antara kecenderungan aktif pada malam hari dan performa kognitif yang lebih baik pada kelompok yang diteliti.

Namun, menjadi “night owl” bukan berarti seseorang harus mengorbankan tidur. Kualitas dan durasi tidur tetap penting bagi fungsi otak.

6. Mudah tenggelam dalam proyek kreatif

Ada orang yang ketika tertarik pada sesuatu bisa menghabiskan waktu berjam-jam tanpa menyadari waktu telah berlalu.

Mereka mungkin tiba-tiba serius belajar melukis, membuat koleksi tertentu, merancang sesuatu, menulis, merakit benda, atau mempelajari keterampilan baru.

Bagi orang lain, kegiatan tersebut mungkin terlihat tidak penting. Namun, bagi mereka, aktivitas semacam itu memberikan stimulasi mental sekaligus kepuasan.

Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara kecerdasan dan potensi kreativitas, meskipun kecerdasan tinggi tidak otomatis membuat seseorang menjadi jenius kreatif.

7. Memiliki kosakata yang luas, termasuk kata-kata kasar

Ini mungkin salah satu temuan yang paling mengejutkan.

Orang yang sering menggunakan kata-kata kasar tidak otomatis memiliki IQ tinggi. Namun, penelitian yang dikutip artikel tersebut menemukan hubungan antara kemampuan menghasilkan banyak kata makian dan keluasan kemampuan verbal.

Dengan kata lain, seseorang yang mampu menghasilkan banyak variasi kata kasar ternyata bisa saja memiliki kemampuan verbal yang luas pula.

Tentu, kemampuan bahasa tetap harus dilihat secara keseluruhan. Banyaknya kata yang diketahui seseorang jauh lebih penting daripada sekadar seberapa sering ia mengumpat.

8. Terlalu banyak bertanya

Orang yang sangat ingin tahu biasanya tidak mudah menerima jawaban sederhana.

Mereka bertanya:

“Kenapa?”

“Bagaimana bisa?”

“Apa penyebabnya?”

“Kalau kondisinya dibalik, apa yang terjadi?”

Bagi sebagian orang, pertanyaan semacam itu mungkin terasa melelahkan. Namun, rasa ingin tahu merupakan salah satu mesin utama pembelajaran.

Orang yang memiliki rasa ingin tahu tinggi cenderung ingin memahami sesuatu sampai ke akarnya, bukan sekadar mengetahui jawabannya.

Karena itu, kebiasaan banyak bertanya bukan selalu tanda seseorang tidak mengerti. Bisa jadi justru sebaliknya: ia ingin memahami sesuatu secara lebih mendalam.

9. Suka mencoret-coret ketika sedang mendengarkan

Mencoret-coret kertas saat mengikuti rapat atau mendengarkan seseorang berbicara sering dianggap sebagai tanda tidak memperhatikan.

Padahal, aktivitas sederhana seperti doodling dapat membantu sebagian orang tetap terhubung dengan informasi yang sedang diterima.

Salah satu penelitian yang dikutip artikel tersebut menemukan bahwa peserta yang melakukan doodling ketika mendengarkan pesan yang membosankan mampu mengingat lebih banyak informasi dibandingkan mereka yang tidak mencoret-coret.

Jadi, coretan kecil di sudut buku atau kertas rapat belum tentu berarti pikiran sedang kosong.

10. Berani mengambil risiko

Orang dengan kemampuan kognitif tinggi tidak selalu memilih jalan yang paling aman.

Sebagian justru tertarik mencoba sesuatu yang belum pernah dilakukan, mengeksplorasi ide baru, atau mengambil keputusan yang mengandung ketidakpastian.

Salah satu penelitian di Finlandia yang dikutip YourTango menemukan hubungan antara perilaku mengambil risiko dan karakteristik tertentu pada jaringan materi putih di otak.

Namun, penting membedakan antara berani mengambil risiko dan bertindak ceroboh.

Orang yang cerdas bukan berarti mengambil semua risiko. Justru kemampuan memperkirakan konsekuensi dan mempertimbangkan kemungkinan menjadi bagian penting dari pengambilan keputusan yang baik.

11. Sering menunda pekerjaan

Ini mungkin kabar baik bagi para penunda pekerjaan.

Prokrastinasi sering dianggap sebagai kebiasaan buruk. Tetapi, hubungan antara kecerdasan dan kebiasaan menunda pekerjaan ternyata tidak sesederhana itu.

Seseorang mungkin menunda karena terlalu banyak hal menarik yang sedang memenuhi pikirannya. Ada pula yang baru mampu berkonsentrasi penuh ketika tenggat waktu semakin dekat.

Artikel tersebut mengutip data American Psychological Association bahwa sekitar 20 persen orang mengidentifikasi dirinya sebagai procrastinator.

Meski demikian, menunda pekerjaan tetap dapat menjadi masalah jika menyebabkan stres, menurunkan kualitas pekerjaan, atau membuat seseorang gagal memenuhi kewajibannya.

Jadi, jangan menggunakan alasan “saya pintar” untuk membenarkan kebiasaan menunda tanpa batas.

12. Suka mendengarkan musik instrumental

Kebiasaan terakhir adalah kegemaran mendengarkan musik tanpa vokal, seperti jazz instrumental, musik klasik atau bentuk musik instrumental lainnya.

Artikel tersebut mengutip penelitian terhadap 467 pelajar sekolah menengah di Kroasia yang menemukan hubungan antara skor IQ yang lebih tinggi dan preferensi terhadap musik instrumental, termasuk jazz.

Musik instrumental juga dapat membantu sebagian orang berkonsentrasi karena tidak memiliki lirik yang bersaing dengan proses membaca atau berpikir.

Namun, seperti halnya kebiasaan lainnya, selera musik tidak dapat digunakan sebagai tes kecerdasan.

Jadi, apakah Anda memiliki beberapa kebiasaan tersebut?

Berbicara sendiri, suka melamun, meja berantakan, belajar banyak hal, bertanya terus-menerus, mencoret-coret, bekerja sampai larut malam atau bahkan menunda pekerjaan mungkin terlihat seperti perilaku yang tidak biasa.

Tetapi, kebiasaan tersebut tidak otomatis menunjukkan seseorang memiliki IQ tinggi.

Yang lebih menarik adalah cara seseorang menggunakan pikirannya: seberapa besar rasa ingin tahunya, bagaimana ia memecahkan masalah, kemampuannya belajar dari pengalaman, serta kesediaannya mempertanyakan sesuatu yang selama ini dianggap biasa.

Kecerdasan pada akhirnya bukan sekadar angka dalam hasil tes IQ. Ia juga tercermin dalam kemampuan memahami persoalan, menghubungkan berbagai informasi, beradaptasi, belajar, dan menghasilkan gagasan baru.

Jadi, jika Anda memiliki beberapa kebiasaan di atas, tidak perlu buru-buru menyimpulkan bahwa Anda seorang jenius. Tetapi mungkin ada satu hal yang layak dipertahankan: rasa ingin tahu untuk terus belajar.

Studi Kasus Mahjong Ways Menunjukkan Perubahan Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Akibat Baris Tambahan
Sering Terjadi Kesalahpahaman Bahwa Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Menandakan Hasil Putaran Berikutnya
Perbandingan Tampilan Antara Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dalam Menyajikan Informasi Fitur Di Layar Seluler Modern
Direkapitulasi Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Menuju Industri Game Digital Modern
Tanpa Mencampurkan Dengan Peran Wild, Fungsi Scatter Mahjong Ways Dapat Dikenali Dalam Susunan Kemenangan
Penyelaman Mengungkap Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital
Media Gaming Mengungkap Perjalanan Mahjong Ways 2 Dalam Menghadapi Perubahan Tren Industri Hiburan Digital
Baccarat Ditampilkan Dalam Catatan Perubahan Platform Media Gaming Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain
Pergeseran Media Modern Menjadikan Wacana Kasino Online Sebagai Sorotan Baru Masyarakat
Perubahan Gaya Platform Membawa Bakarat Digital Menjadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern
Perkembangan Komunitas Mahjong Ways Digital Dorong Kebangkitan Popularitas di Indonesia
Tren Mahjong Ways Mobile Gaming Terbaru Hadirkan Kebangkitan Jadi Sorotan Utama
Kenapa Mahjong Ways Tetap Viral? Alasan Ini Bikin Kaget!
Fenomena Game Bertema Oriental Bangkit Kembali, Mahjong Ways Jadi Sorotan Utama
Strategi Mahjong Ways Tetap Digemari Di Tengah Persaingan Game Online Diungkap Media Digital
Transformasi Industri Mahjong Ways Digital Perjalanan Panjang Menuju Inovasi
Kebangkitan Platform Game Mahjong Ways dalam Era Perkembangan Digital
Meski Zaman Berubah, Mahjong Ways Tetap Favorit! Ini Rahasianya
Mahjong Ways Masih Jadi Perbincangan Hangat! Komunitas Gaming Ungkap Alasannya
Evolusi Mahjong Ways Dari Masa Ke Masa Yang Bikin Penasaran Diungkap Laporan Industri
Mahjong Ways Tetap Eksis! Ini Rahasia Bertahan di Tengah Persaingan Industri Game Ketat
Identitas Visual Mahjong Ways Bikin Penggemar Terpikat! Media Online Soroti Konsistensinya
Tren Digital Menggairahkan Lagi! Game Penghasil Uang Cepat Jadi Sorotan Publik
Kenapa Game Penghasil Uang Cepat Menarik Minat Pemain Indonesia? Ini Alasannya!
Benarkah Game Penghasil Uang Cepat Makin Diminati? Faktanya Mengejutkan!
Majestic Treasures Menarik Perhatian Komunitas Game Digital Lewat Pesona Khas dan Ragam Strategi Menarik
Mahjong Ways 2 Ramai Dibahas Lagi! Ini Dampak Besar pada Industri Game Digital Indonesia
Mahjongways Kasino Online Viral di Komunitas Game dan Mulai Disebut sebagai Sumber Penghasilan Baru
Mahjong Ways Kembali Jadi Sorotan! Penggemar Game Penghasil Uang di Indonesia Serbu
Game Penghasil Uang Mulai Dilirik Media Game Mobile di Tengah Pergeseran Tren Global