Minggu, 6 September 2026
News, Opini  

Ke Mana Pendulum Politik Sulteng 2029 akan Bergerak?

Artinya sederhana: Sulteng tidak sedang mencari satu pemimpin tunggal. Sulteng sedang membentuk beberapa poros kekuasaan.
Artinya sederhana: Sulteng tidak sedang mencari satu pemimpin tunggal. Sulteng sedang membentuk beberapa poros kekuasaan.

Sulawesi Tengah sedang memasuki fase menarik. Anwar Hafid sudah memegang kekuasaan formal sebagai gubernur. Ahmad Ali membangun kembali kekuatan melalui PSI. Hadianto Rasyid muncul sebagai generasi baru dari panggung Kota Palu. 

Sementara Longki Djanggola dan Rusdy Mastura masih menyimpan modal politik sebagai dua tokoh senior yang pengalaman dan jaringannya tidak bisa begitu saja dihapus dari peta. Bagaimana mereka nanti mengatur gerak pendulum itu?

Pilgub 2024 sebenarnya sudah memberikan petunjuk. Anwar Hafid menang dengan sekitar 45 persen suara, disusul Ahmad Ali sekitar 38,6 persen, dan Rusdy Mastura sekitar 16,4 persen.

Artinya sederhana: Sulteng tidak sedang mencari satu pemimpin tunggal. Sulteng sedang membentuk beberapa poros kekuasaan. Hanya saja siapa yang akan didapuk dan didukung berada di pucuk kekuasaan daerah, menjadi menarik menimbangnya.

1. Anwar Hafid: matahari yang sedang berkuasa

Anwar punya keunggulan yang tidak dimiliki tokoh lain: ia menguasai panggung pemerintahan.

Ia bukan pendatang baru. Lahir di Wosu, Bungku Barat, Morowali, Anwar tumbuh dari jalur birokrasi, pernah menjadi bupati Morowali dua periode, anggota DPR RI, kemudian gubernur. Ia juga lama memimpin Demokrat Sulteng. 

Di sinilah kekuatan demografis Anwar menarik.

Ia memiliki akar Morowali–Bungku, tetapi kariernya justru berkembang melewati batas geografis itu. Dari Morowali ia membangun jaringan ke Palu dan kabupaten-kabupaten lain.

Jadi modal Anwar bukan sekadar identitas daerah.

Modalnya adalah pengalaman birokrasi + jaringan kepala daerah + mesin Demokrat + kekuasaan gubernur.

Tetapi ada satu hukum politik yang berlaku untuk semua gubernur: Begitu seseorang menjadi gubernur, ia mendapatkan kekuasaan terbesar sekaligus menghadapi ujian terbesar.

Lima tahun ke depan akan menentukan apakah Anwar hanya menjadi gubernur yang menang Pilgub, atau benar-benar menjadi poros politik Sulteng.

2. Ahmad Ali: kalah Pilgub, tetapi belum tentu kalah dalam permainan

Ini bagian yang menarik. Ahmad Ali memang kalah dari Anwar pada Pilgub 2024. Tetapi politik tidak berhenti pada hasil Pilgub.

Ahmad Ali punya karakter berbeda. Kalau Anwar adalah penguasa formal, Ahmad Ali lebih tepat dibaca sebagai pengelola jaringan dan kingmaker.

Pada 2024, koalisi Ahmad Ali–Abdul Karim Aljufri didukung banyak partai, termasuk NasDem, Golkar, Gerindra, PKB, PAN, Perindo, PPP dan PSI. 

Kini situasinya berubah lagi. Ahmad Ali telah masuk ke PSI dan menjadi Ketua Harian DPP PSI.

Ini membuat PSI di Sulteng menjadi menarik. Sebab PSI bukan lagi sekadar partai anak muda yang mencari panggung. Ada seorang pemain politik berpengalaman yang membawa jaringan Sulawesi Tengah ke dalamnya.

Dengan kata lain: Anwar memiliki kantor pemerintahan. Ahmad Ali memiliki jaringan.

Dan dalam politik, jaringan kadang baru terlihat kekuatannya ketika pemilu sudah dekat.

3. Hadianto Rasyid: generasi berikutnya mulai mengetuk pintu

Kalau Anwar dan Ahmad Ali adalah produk politik generasi sebelumnya, Hadianto Rasyid bisa dibaca sebagai generasi transisi.

Ia mempunyai sesuatu yang sangat penting: Palu.

Palu bukan sekadar ibu kota provinsi. Palu adalah pusat pemerintahan, media, kampus, bisnis, organisasi masyarakat dan percakapan politik Sulteng.

Karena itu, siapa yang punya basis kuat di Palu otomatis memiliki panggung untuk berbicara kepada seluruh Sulteng.

Hadianto juga mulai membangun jaringan yang lebih luas. Pada 2026, misalnya, ia mendapat mandat memimpin DPD ABPEDNAS Sulteng, yang memberinya kanal hubungan dengan jaringan desa dan BPD.

Yang menarik, Hadianto baru saja keluar dari Hanura setelah hampir 16 tahun berada di partai tersebut. Spekulasi mengenai kepindahannya ke Gerindra sempat muncul, tetapi Longki Djanggola mengatakan belum ada pembicaraan mengenai hal tersebut. 

Jadi untuk saat ini, Hadianto adalah kartu yang belum dibuka sepenuhnya.

Dan justru karena belum jelas itulah dia menarik untuk diamati.

4. Longki Djanggola: senior yang tidak boleh dihitung habis

Longki adalah contoh bahwa pengaruh politik tidak selalu berbanding lurus dengan jabatan yang sedang dipegang.

Ia pernah menjadi Bupati Parigi Moutong dua periode dan Gubernur Sulteng dua periode. Sekarang ia kembali berada di DPR RI melalui Gerindra.

Lebih penting lagi, Longki sudah lama memimpin Gerindra Sulteng.

Artinya ia mempunyai dua jenis modal: modal pengalaman pemerintahan dan modal partai.

Itulah sebabnya Longki bisa berfungsi bukan hanya sebagai politisi, tetapi sebagai penjembatan antargenerasi.

Ia bisa berbicara dengan generasi lama, tetapi juga mempunyai akses ke struktur politik nasional melalui Gerindra.

Tidak mengherankan jika dalam pembicaraan politik Sulteng 2030, nama Longki masih muncul sebagai salah satu arsitek kemungkinan koalisi. 

5. Rusdy Mastura: dari wali kota, gubernur, kini membangun rumah baru

Rusdy Mastura punya cerita yang sedikit berbeda. Cudy adalah produk politik Palu. Ia pernah menjadi anggota DPRD, Ketua DPRD Kota Palu, dua periode Wali Kota Palu, kemudian Gubernur Sulteng.

Jadi kalau Hadianto sekarang membangun kekuatan dari Palu, sebenarnya ia memasuki ruang politik yang dahulu pernah menjadi panggung utama Rusdy Mastura.

Namun Cudy tampaknya belum ingin menjadi penonton. Pada Agustus 2026, ia menyatakan akan bergabung dan memimpin Partai Rakyat Indonesia (PRI) di Sulawesi Tengah. 

Ini penting. Sebab PRI mungkin belum memiliki mesin sebesar Demokrat atau Gerindra. Tetapi Cudy membawa sesuatu yang jauh lebih mahal daripada struktur partai baru: nama, pengalaman, dan jaringan politik puluhan tahun.

Kalau begitu, siapa sebenarnya yang memegang pendulum? Mungkin jawabannya bukan satu orang.

Untuk membaca politik Sulteng ke depan, saya kira lebih sederhana kalau kita melihatnya sebagai lima lingkaran kekuasaan:

TokohModal utamaBasis/karakter
Anwar HafidPemerintahan + DemokratMorowali, jaringan birokrasi
Ahmad AliJaringan + PSIPolitisi nasional, jaringan lintas daerah
Hadianto RasyidPalu + generasi baruPanggung ibu kota
Longki DjanggolaSenioritas + GerindraPengalaman pemerintahan & jaringan partai
Rusdy MasturaPengalaman + PRIPalu, jaringan politik lama

Di sini faktor demografi juga menarik. Morowali dan kawasan timur Sulteng punya pengalaman politik yang berbeda dengan Palu dan kawasan barat. Palu memiliki karakter perkotaan, birokrasi, pendidikan dan kelas menengah yang lebih kuat. Sementara kawasan industri dan pertambangan di Morowali membawa perubahan demografi dan ekonomi yang sangat cepat.

Karena itu, politik Sulteng ke depan tidak cukup dibaca hanya dengan pertanyaan: “Siapa punya partai?”

Pertanyaan yang lebih penting adalah: “Siapa yang mampu menggabungkan Palu, kawasan timur, wilayah utara, wilayah selatan, dan jaringan desa menjadi satu koalisi?”

Dan di sinilah partai menjadi menarik Demokrat saat ini identik dengan Anwar Hafid. Ia memiliki keuntungan karena gubernur sekaligus punya mesin partai.

Gerindra memiliki Longki sebagai seniornya. Tetapi Gerindra juga punya generasi baru seperti Abdul Karim Aljufri. Jadi partai ini berpotensi menjadi salah satu tempat bertemunya generasi lama dan generasi baru.

PSI menjadi menarik karena Ahmad Ali. Jika PSI berhasil mengubah jaringan Ahmad Ali menjadi mesin politik yang benar-benar bekerja sampai kabupaten, peta politik Sulteng bisa berubah.

Sedangkan PRI adalah eksperimen baru Rusdy Mastura. Belum bisa dibandingkan dengan Demokrat, Gerindra atau PSI dalam hal mesin elektoral. Tetapi PRI mempunyai satu keuntungan: ia masuk dengan membawa nama Cudy.

Dengan demikian, pertarungannya bukan sekadar Demokrat versus Gerindra versus PSI versus PRI.

Yang lebih menarik justru: Anwar versus Ahmad Ali, Hadianto sebagai generasi berikutnya, sementara Longki dan Cudy menjadi dua senior yang masih bisa menentukan ke mana gerbong bergerak.

Pendulum bisa bergerak ke mana? Ada tiga kemungkinan sederhana.

Pertama: Pendulum tetap di Anwar Jika pemerintahan Anwar berhasil, jaringan kepala daerah solid, Demokrat kuat dan hubungan dengan pusat terjaga, maka Anwar bukan hanya gubernur—ia bisa menjadi pusat gravitasi politik Sulteng selama satu dekade.

Kedua: Pendulum pindah ke Palu. Jika Hadianto berhasil mengubah popularitas sebagai wali kota menjadi jaringan politik lintas kabupaten, maka Palu kembali menjadi sumber lahirnya kandidat gubernur. Di sinilah Hadianto menjadi penting.

Ketiga: lahir poros baru Ini yang paling menarik.

Ahmad Ali dengan PSI, Longki dengan Gerindra, Hadianto dengan basis Palu, dan bahkan Cudy dengan PRI dapat menjadi bagian dari konfigurasi baru.

Tidak harus mereka semua berada dalam satu kubu.

Justru politik Sulawesi Tengah punya tradisi menarik: tokoh-tokohnya bisa berhadapan dalam satu pemilu, kemudian bertemu kembali dalam konfigurasi politik berikutnya.

Karena itu, terlalu cepat mengatakan siapa yang akan menjadi “penguasa Sulteng” berikutnya.

Yang lebih masuk akal adalah melihat siapa yang paling mampu menjadi titik temu.

Dan dalam politik, sering kali bukan orang yang paling banyak memiliki suara yang akhirnya menjadi penentu.

Yang paling menentukan bisa saja orang yang mampu membuat tiga kelompok yang berbeda duduk di meja yang sama.

Itulah sebabnya Anwar, Ahmad Ali, Hadianto, Longki dan Cudy layak dilihat bukan sebagai lima nama yang berdiri sendiri, tetapi sebagai lima simpul dalam jaringan besar politik Sulawesi Tengah.

Pendulumnya sedang bergerak. Pertanyaannya sekarang bukan siapa yang menang hari ini, tetapi: ke mana pendulum itu akan berhenti ketika Sulteng memasuki pertarungan politik 2029?

*Ini adalah catatan lepas dari Mohammad Jafar Bua, Tenaga Ahli Anggota DPR RI, hanya diniatkan sebagai pengantar diskusi.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam