Sabtu, 8 Agustus 2026

Faizal Assegaf: Setnov Bagai “Kambing” yang Terikat di Pagar Istana

PALUEKSPRES, JAKARTA – Pihak Istana Negara adalah kekuatan yang melakukan intervensi dan memuluskan jalan Setya Novanto untuk menjadi Ketua Umum Partai Golkar pada 2016.

Kemunculan Novanto tidak lepas dari intervensi Istana melalui penciptaan konflik di internal partai berlambang beringin itu. Demikian dikatakan Ketua Progres 98, Faizal Assegaf.

Ia menjelaskan, politikus senior Partai Golkar, Luhut Binsar Pandjaitan (sekarang menjabat Menko Maritim), “bermain” di Munaslub Golkar 2016 untuk memuluskan jalan bagi Setnov. Diduga Luhut bertindak atas arahan Presiden Joko Widodo. Hasilnya, konflik internal Golkar yang berlarut-larut seketika berakhir.

“Jokowi dan Luhut berhasil membuat Setnov bagai kambing yang terikat di pagar Istana, manut dan tidak berdaya. Hasilnya Golkar dibuat berkhianat pada Prabowo Subianto, keluar dari Koalisi Merah Putih. Tak hanya itu, Golkar dipaksa untuk mendukung penista Al Quran, Ahok, di Pilgub DKI Jakarta,” urai Faizal, dalam keterangan tertulis.

Hasil dari itu semua adalah membuat Golkar tersandera dan kian terpuruk, diobrak-abrik oleh pihak Istana dan KPK melalui kasus korupsi Setya Novanto. Menurut Faizal, amat lucu bila partai yang punya segudang pengalaman berpolitik justru merelakan organisasinya dihancurkan tanpa ada perlawanan.

Melihat kekacauan akibat ulah Setya Novanto yang terjadi akhir-akhir ini, dia mendesak Presiden Joko Widodo dan Luhut Pandjaitan bertanggung jawab karena mereka terlibat memunculkan Setya Novanto menjadi Ketua Umum Golkar.

“Jokowi dan Luhut tidak boleh cuci tangan, sebab sejak awal mereka tahu bahwa Setnov terlibat serangkaian kasus korupsi. Dan ihwal itulah yang digunakan sebagai pintu masuk mengobok-obok Golkar,” katanya.

Faizal yakin, “kezaliman” tersebut tidak hanya dilakukan penguasa terhadap Partai Golkar, tetapi juga Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menuai nasib serupa. Ia menyarankan dua Parpol itu berani mengambil sikap tegas untuk lepas dari koalisi pendukung pemerintah.

“Termasuk posisi PDIP yang makin cemas dengan pengkhianatan Jokowi dan Luhut kepada Setnov. Politik licik itu bisa jadi menyapa Megawati yang diduga terlibat dalam skandal BLBI,” sindir Faizal.

(Fajar/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital