Rabu, 12 Agustus 2026

Para Lulusan Perguruan Tinggi, Ini Harapan Wapres Terhadapmu

Para Lulusan Perguruan Tinggi, Ini Harapan Wapres Terhadapmu
Para Lulusan Perguruan Tinggi, Ini Harapan Wapres Terhadapmu. Wapres Ma’ruf Amin saat menyampaikan Orasi Ilmiah pada Wisuda IX Institut Agama Islam (IAI) Bani Fattah Tahun Akademik 2022-2023, di IAI Bani Fattah, Jombang, Jawa Timur/ Foto: BPMI Setwapres

Para lulusan perguruan tinggi sebagai kaum intelektual Anda diharapkan dapat menjawab persoalan yang terjadi di tengah masyarakat  yang semakin berkembang dan kompleks.

Maka Wakil Presiden RI KH Ma’ruf mengatakan ke depan diperlukan banyak ahli ilmu yang mampu menemukan berbagai solusi untuk mengatasi bukan hanya permasalahan baru, tetapi juga permasalahan lama yang bertransformasi.

“Masalah-masalah kebangsaan, masalah global, masalah antara muslim dan non muslim, itu semua persoalan yang harus dijawab,” ujar Wapres Ma’ruf Amin saat menyampaikan Orasi Ilmiah pada Wisuda IX Institut Agama Islam (IAI)  Bani Fattah Tahun Akademik 2022-2023, di IAI Bani Fattah, Jombang, Jawa Timur, Rabu (15/03/2023).

Menurut Wapres, selain masalah-masalah baru atau masail jadidah, ada juga masalah lama yang mengalami perubahan atau masail mustajaddah terutama di bidang ekonomi, ada transaksi-transaksi yang baru, yang dahulu tidak ada, [sekarang] dengan elektronik, dengan berbagai sistem.

Itu yang kemudian harus dijawab oleh para lulusan perguruan tinggi. Karena itu, kata Wapres, kita harus mendalami [berbagai ilmu] terus dan terus. “[sebagaimana] juga saya [sering] sampaikan dalam berbagai forum,” kata Wapres. 

Adapun untuk memperoleh berbagai ilmu pengetahuan, sambung Wapres, salah satunya dengan menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan belajar secara terus menerus.

“Saya bilang S1 tidak cukup [atau] belum cukup, S2 belum cukup, S3 belum cukup juga, harus terus [belajar],” pintanya.

Lebih jauh, pada kesempatan ini Wapres mengingatkan bahwa para wisudawan dan wisudawati IAI Bani Fattah Jombang adalah pengganti ulama-ulama terdahulu.

“Bekali [diri] kalian dengan ilmu pengetahuan. Karena apa? Karena para ulama [terdahulu] itu sudah [wafat] satu [per] satu, hari ini, wisuda ini almaghfurlah Kiai Jamal sudah tidak ada, [padahal] wisuda tahun yang lalu masih ada, tapi sekarang tidak ada. Harus ada penggantinya,” ungkapnya.

Di lokasi tersebut, Wapres memberikan orasi ilmiah kepada wisudawan dan wisudawati angkatan ke-9 Bani Fattah. Ia berpesan agar mereka tidak berhenti dalam menuntut ilmu dan mengembangkan diri, serta terus berjuang dalam kehidupan di masa mendatang.

“Jangan berhenti menuntut ilmu, jangan bosan, dan terus berjuang,” pesan Wapres.

Wapres pun mengingatkan bahwa kehidupan tidak berhenti selepas prosesi wisuda, namun para wisudawan dan wisudawati akan menghadapi kehidupan yang lebih nyata saat terjung langsung di masyarakat.

“Wisuda bukan berarti selesai, bukan merupakan sesuatu akhir dari pembelajaran,” tutur Wapres.

“Karena nanti kalian akan menghadapi situasi yang lebih nyata lagi, yaitu di dalam masyarakat,” tambahnya.

Lebih jauh, Wapres mengimbau para wisudawan dan wisudawati untuk dapat melanjutkan pendidikan setinggi mungkin, bahkan hingga S3 di perguruan tinggi.

“Saya anjurkan kalau mungkin dan kalau bisa lanjutkan setelah S1 ke S2, dan terus ke S3,” pungkas Wapres.

Sebelumnya, Rektor IAI Bani Fattah Jombang Abdul Holik berpesan kepada para wisudawan dan wisudawati, agar terus memupuk perasaan takut akan kuasa Tuhan Yang Maha Esa.

“Profesi apapun yang kalian akan tempuh, ilmu apapun yang kalian punyai, maka kalian berhak disebut ulama, asalkan kalian punya sifat khasyyah (takut) kepada Allah,” pesan Abdul Holik.

“Ilmu sejati adalah ilmu yang disertai dengan rasa takut kepada Allah SWT, apabila ilmu itu dirasa disertai dengan rasa takut maka ilmu itu bermanfaat. Akan tetapi kalau tidak ada rasa takut dalam diri kita, maka justru ilmu yang akan menjerumuskan kita,” imbuhnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Jombang Mundjidah Wahab, dan Ketua Yayasan Bani Abdul Fattah Muhammad Idris Jamaluddin Ahmad.

Mengapa penerus ulama penting, sambung Wapres, karena seorang ulama yang meninggal selalu dengan membawa serta ilmu yang dimilikinya. Sehingga, apabila tidak ada yang menggantikan maka hilanglah ilmu tersebut.

“Allah tidak mengambil ilmu dari hati manusia. Tidak ada orang alim ilmunya hilang, tidak ada. Tapi Allah mengambil ilmu itu dengan mengambil ulamanya,” terangnya.

Untuk itu, Wapres mengharapkan IAI Bani Fattah Jombang terus menjadi Kawah Candradimuka, pencetak para ulama dan cendekiawan baru. “Tempat mencetak Kiai Jamal, Kiai Fatah, Kiai Wahab yang baru,” harapnya. (aaa/PaluEkspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Menekan Spin Delay Is The Key Dengan Irama Tidak Teratur 2 Detik, 5 Detik, 8 Detik Bisa Membingungkan Randomizer Atau Hanya Ritual Ocd Saja
Masa Depan Hiburan Digital Interaktif Dibahas Melalui Perpaduan Teknologi Dan Narasi Pada Wild Bounty Showdown
Inovasi Seotda Baccarat Dari Pragmatic Play Menggabungkan Budaya Korea Dan Format Baccarat Modern Di Tahun 2026
Infrastruktur Game Digital Lebih Siap Menghadapi Gangguan Berkat Cyber Resilience Architecture
RTP Mahjong Scatter Hitam Pragmatic Play Hadir Nonstop 24 Jam Berkat Inovasi Teknologi AI Terbaru
Mahjong Ways Dioptimalkan Dengan Grafis Engine HTML5 Dan Kecepatan Respons Antarmuka Pengguna
Mahjong Ways Menjelaskan Mekanisme Perhitungan Kombinasi Kemenangan Dari Kiri Ke Kanan
Infrastruktur Digital Menjaga Stabilitas Performa Meskipun Beban Sistem Terus Meningkat
Data Historis Menjadi Dasar Pengembangan Algoritma Prediktif Generasi Terbaru
Literasi Risiko Menjadi Penting Seiring Pertumbuhan Investor Pasar Modal Indonesia