Sabtu, 29 Agustus 2026

Masalah Serius Soal “Lompat Jendela”

Sulawesi Tengah Diharap Berbenah
Sulawesi Tengah Diharap Berbenah. Dr Hasanuddin Atjo/ Foto: istimewa

Oleh Hasanuddin Atjo

“Lompat Jendela”, dan bisa dimaknai proses memperoleh sesuatu minim pertimbangan standar semestinya, seperti knowledge, skill dan attitude. Boleh dibilang hal ini telah menjadi kebiasaan yang mengarah sebagai budaya dinegeri berkode komunikasi seluler + 62 ini.

Baca juga : Gagasan Hasanuddin Atjo Menuju Indonesia Emas 2045

Fenomena ini terlihat pada sejumlah proses.Seperti diangkat jadi pegawai, pengisian jabatan eselon. Lebih parah lagi sudah menular ke lembaga penyelenggra pendidikan dihampir semua tingkatan. Ini bisa diindikasikan semakin banyak pimpinan perguruan tinggi yang berhadapan dengan kasus hukum.

Padahal lembaga yang notabenenya sebagai “pabrik SDM” ini, diharapkan mampu melahirkan SDM yang berdaya saing guna memanfaatkan sumberdaya alam yang melimpah seperti produksi di sektor pangan, energi dan tambang serta pariwisata.

Karena itu wajar saja kalau nilai Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita di negeri ini sulit naik, bertengger pada angka 4 ribuan US dolar, tertinggal dari negara tetangga. Muaranya angka kemiskinan, pengangguran dan angka stunting negeri ini tergolong tinggi.

Tak hanya di situ. Dalam proses penyelenggaraan negara terkait hajat hidup orang banyak juga terimbas oleh budaya itu. Menang tender pada proyek pemerintah, tawar menawar membayar pajak, praktek kriminalisasi dan mafia kasus, juga ikut meramaikan budaya lompat jendela itu.

Perangkat Desa tidak mau tertinggal dengan budaya lompat jendela. Sudah banyak kepala desa yang berhadapan dengan hukum, karena terlibat dalam menyelewengkan bantuan dana desa yang lumayan besarnya antara Rp1 dan 1,5 milyar rupiah dan trendnya makin lama makin masif.

Penyelenggaraan pesta demokrasi di negeri ini seperti Pileg, Pilpres, Pilkada serta Pilkades, dinilai ikut “memupuk” tumbuh dan suburnya budaya lompat jendela itu . Mengembalikan modal dan utang balas budi menjadi alasan utama pemenang kontestasi, ketika ditanyakan tentang maraknya budaya itu. Tidak heran banyak kepala daerah dan anggota legislatif ikut terseret pelanggaran hukum.

Ditengarai sejumlah kalangan, bahwa attitude, perilaku SDM menjadi salah satu biang kerok terhadap makin subur dam masifnya praktek budaya lompat jendela itu. Ini bisa terjadi karena ada kesepahaman dan kesepakatan antara subjek dan objek dengan syarat tertentu yang tidak tertulis, dan terlihat semakin menjadi jadi. Kompetensi bukan lagi menjadi bahan pertimbangan utama.

Jika sudah seperti itu, maka bagaimana strategi budaya lompat jendela tersebut bisa dikikis. Dan ini bukanlah perkara mudah, karena kondisinya sudah cukup parah terstruktur, sistematis, dan masif dari pusat hingga pemerintahan paling depan, yaitu Desa.

Membangun komitmen untuk mengikis budaya “lompat jendela” menjadi poin penting. Komitmen yang ditunjukkan oleh penyelenggara negara dalam hal penegakan hukum mulai ada perbaikan namun masih perlu ditingkatkan karena masih banyak kelemahan yang tersisa.

Peran masyarkat sebagai sosial kontrol melalui media sosial juga makin berani dan harus diarahkan dan didukung agar penyelenggara negara juga semakin ber hati hati dalam menjalankan tupoksinya.

Terkuaknya sejumlah penyimpangan oleh penyelenggara negara yang telah berlangsung lama,itu karena kontribusi masyarakat melalui medsos kemudian direspon oleh penegak hukum.
Jangka panjang, pembenahan sistem pendidikan mulai tingkat dasar hingga tinggi menjadi poin yang tidak kalah pentingnya. Karena di sinilah dasar dari pembentukan attitude, knowledge dan skill yang harus dibangun dan dibentuk secara berimbang agar bisa melahirkan SDM yang berdaya saing.

Pembenahan sistem pendidikan telah dilakukan Negara Mauritius-Afrika. Tagline yang terpampang di pintu pintu gerbang kampus “Untuk hancurkan sebuah bangsa tidak perlu dengan bom atom, atau roket jarak jauh. Cukup merendahkan kualitas pendidikan, dan membiarkan pelajar berbuat curang. Sehingga …..*. Maknanya mendasar dan sangat dalam.

Mauritius merupakan negara kecil di benua Afrika yang memiliki potensi SDA pertanian dan pariwisata. Tidak memiliki potensi tambang maupun energi seperti Indonesia. Pendidikan bagi masyarakat digratiskan dan demikian pula untuk kesehatan. Saat ini PDB Perkapita Mauritius sekitar 19 ribuan US dolar dibanding Indonesia 4 ribuan US Dolar.

Indonesia juga menerapkan hal yang hampir sama yaitu gratis pendidikan hingga pendidikan menengah. Dan membayarkan dana BPJS untuk kesehatan bagi masyarakat yang dinilai tidak mampu. Hanya saja dalam prakteknya masih ditemukan banyak praktek yang lompat jendela.

Terakhir pembenahan pendidikan dan perbaikan attitude yang diikuti dengan penegakan hukum menjadi critical point bagi negeri +62 ini bila ingin menjadi negara denga PDB perkapita di tahun 2045 sebesar 23 ribuan US dolar. Sektor pangan dan pariwisata harus didorong sama kuat dengan sektor tambang dan energi. Semoga *

Studi Kasus Mahjong Ways Menunjukkan Perubahan Cara Pemain Membaca Susunan Simbol Akibat Baris Tambahan
Sering Terjadi Kesalahpahaman Bahwa Transformasi Simbol Emas Mahjong Ways Menandakan Hasil Putaran Berikutnya
Perbandingan Tampilan Antara Mahjong Ways Dan Sekuelnya Dalam Menyajikan Informasi Fitur Di Layar Seluler Modern
Direkapitulasi Perjalanan Mahjong Ways Dari Tema Tradisional Menuju Industri Game Digital Modern
Tanpa Mencampurkan Dengan Peran Wild, Fungsi Scatter Mahjong Ways Dapat Dikenali Dalam Susunan Kemenangan
Penyelaman Mengungkap Perubahan Dan Makna Baru Dunia Baccarat Di Era Digital
Media Gaming Mengungkap Perjalanan Mahjong Ways 2 Dalam Menghadapi Perubahan Tren Industri Hiburan Digital
Baccarat Ditampilkan Dalam Catatan Perubahan Platform Media Gaming Masa Kini Yang Mengubah Cara Bermain
Pergeseran Media Modern Menjadikan Wacana Kasino Online Sebagai Sorotan Baru Masyarakat
Perubahan Gaya Platform Membawa Bakarat Digital Menjadi Sorotan Baru Dalam Percakapan Modern
Perkembangan Komunitas Mahjong Ways Digital Dorong Kebangkitan Popularitas di Indonesia
Tren Mahjong Ways Mobile Gaming Terbaru Hadirkan Kebangkitan Jadi Sorotan Utama
Kenapa Mahjong Ways Tetap Viral? Alasan Ini Bikin Kaget!
Fenomena Game Bertema Oriental Bangkit Kembali, Mahjong Ways Jadi Sorotan Utama
Strategi Mahjong Ways Tetap Digemari Di Tengah Persaingan Game Online Diungkap Media Digital
Transformasi Industri Mahjong Ways Digital Perjalanan Panjang Menuju Inovasi
Kebangkitan Platform Game Mahjong Ways dalam Era Perkembangan Digital
Meski Zaman Berubah, Mahjong Ways Tetap Favorit! Ini Rahasianya
Mahjong Ways Masih Jadi Perbincangan Hangat! Komunitas Gaming Ungkap Alasannya
Evolusi Mahjong Ways Dari Masa Ke Masa Yang Bikin Penasaran Diungkap Laporan Industri
Mahjong Ways Tetap Eksis! Ini Rahasia Bertahan di Tengah Persaingan Industri Game Ketat
Identitas Visual Mahjong Ways Bikin Penggemar Terpikat! Media Online Soroti Konsistensinya
Tren Digital Menggairahkan Lagi! Game Penghasil Uang Cepat Jadi Sorotan Publik
Kenapa Game Penghasil Uang Cepat Menarik Minat Pemain Indonesia? Ini Alasannya!
Benarkah Game Penghasil Uang Cepat Makin Diminati? Faktanya Mengejutkan!
Majestic Treasures Menarik Perhatian Komunitas Game Digital Lewat Pesona Khas dan Ragam Strategi Menarik
Mahjong Ways 2 Ramai Dibahas Lagi! Ini Dampak Besar pada Industri Game Digital Indonesia
Mahjongways Kasino Online Viral di Komunitas Game dan Mulai Disebut sebagai Sumber Penghasilan Baru
Mahjong Ways Kembali Jadi Sorotan! Penggemar Game Penghasil Uang di Indonesia Serbu
Game Penghasil Uang Mulai Dilirik Media Game Mobile di Tengah Pergeseran Tren Global